
Di sepanjang perjalan,Alula tak hentinya menangis,air matanya terus jatuh membasahi Pipi putihnya yang masih terbungkus kaca Helm bogo miliknya.entahlah dia sendiri bingung kenapa melihat Kakaknya satu kamar dengan Kenzo membuat hatinya sakit dan merasa tercabik cabik,padahal dia sendiri pun sama sekali tidak mengenal sosok pria itu,namun kenapa disaat bertemu dengan pria itu,lagi lagi dia teringat dengan kejadian yang merenggut mahkotanya seminggu yang lalu.
Flassback on
" Aku pulang dulu Lul,kamu beneran nggak apa apa kan Aku tinggal duluan." ujar Rika sahabatnya sekaligus teman kerjanya menjaga Butiq
Ya Satu butiq itu hanya di jaga dua orang saja,karena butikq itu juga belum lama buka dan masih termasuk anak cabang dari toko butiq yang lebih besar dipusat.dan Hanya dijaga Oleh Lula dan Juga Lula.
Bosnya pun juga belum pernah mengunjungi cabang butiq tersebut,cuma beberapa asistennya saja yang sering berkunjung.jadi Secara otomatis Lula dan Rika belum pernah melihat atau bertemu dengan Owner pemilik butiq tersebut.
" Iya nggak apa apa Rik,satu jam lagi kan Toko tutup,jadi nggak apa apa kamu pulang duluan saja,yang penting kan kamu sudah japri Mbak Mega kalau kamu ijin pulang cepat karena ada urusan mendadak." ucap Lula,karena memang Rika ada keperluan mendadak untuk ijin pulang duluan karena ibunya minta dianterin berobat.
" beneran nggak apa apa.?" tanya Rika yang merasa tak enak
" Iya Rika nggak apa apa kok,lagian kalau Kamu nunggu Toko tutup kasihan ibumu,takutnya Nanti tempat bidan praktek udah tutup."
" Ya sudah Aku pulang dulu ya,kamu hati hati La,assalamualaikum." pamit Rika
" Iya Walaikumsalam hati hati Rik." jawab lula
" Nanti kalau udah tutup toko langsung pulang ya Lul." Ucap Rika lagi yang seakan tak tega meninggalkan sahabatnya berjaga sendirian,meski dia tau Satu jam lagi toko bakal tutup tapi entah kenapa ada sesuatu yang mengganjal dihatinya,memang Rasa solidaritas Rika akan pertemanan sangat lah tinggi.
Alulu hanya bisa tersenyum gemas menatap teman bawelnya itu." Iya sister bawel amat sih.dah buruan pulang sana.
" Oke deh." jawab Rika dan langsung mengendari motor maticnya,lalu meninggalkan Lula yang kembali masuk kedalam toko butiq tersebut
Satu jam kemudian waktu menunjukan pukul 21.30 dan itu tiba waktunya Lula menutup toko butiq tersebut.setelah menutup Koridor Toko butiq dia pun beberes beres sambil merekap uang untuk pembukuan,hampir setengah jam pekerjaan Lula selesai,dan pukul 10 malam Lula pun sudah bersiap siap untuk pulang dan langsung bergegas menutup kembali pintu butiq lalu keluar menghampiri motor maticnya yang terpakir tak jauh dari depan toko.
Setelah memakai helm bogo miliknya,Lula pun langsung bergegas menyalakan mesin motornya,lalu melesatkan kendaraannya membelah jalanan dimalam Hari.
Hembusan Angin malam saat ini terasa dingin menyeruak Tubuhnya yang kini terbalut dengan Jaket,entah kenapa malam ini perasaannya begitu was was tidak seperti biasanya.dengan Rasa gugup dia mulai mempercepat laju motornya,hingga disebuah jalanan yang begitu sepi tiba tiba saja Motornya mogok dan ternyata bensinya Habis.
" Lhoh kok mati sih." Gumam Lula yang lagi lagi mencoba menyetater motornya namun tetap saja tidak mau nyala." Yach ternyata bensinnya habis,duh gimana ini." Gumamnya lagi sambil menggigit ibu jarinya.
Lula nampak bingung dalam keadaan dijalan yang sangat sepi motornya harus kehabisan Bensin,dia terlihat celingukan kesana kemari berharap ada kendaraan yang lewat tapi na'as tak ada satu kendaraan yang lewat.
Saat akan Menelpon ayahnya tiba tiba saja Ponselnya mati karena kehabisan baterai,entahlah hari ini Lula benar benar merasa sial.
" Ya Allah gimana ini,baterai Habis motor mogok kehabisan bensin,aku harus bagaimana ini,mana jalanan sepi." keluh Lula yang merasa Dirinya mulai panik karena hari pun sudah mulai Larut dan harus sendirian di tepi jalan yang sangat sepi.pikiran pikiran negativ mulai menyeruak dipikirannya
Takut ada Begal atau semacam orang jahat bukan takut karena ada Setan atau makhluk halus lainnya,karena Lula memang termasuk gadis pemberani dan tidak penakut,karena dia punya keyakaninan jika memang kita hidup berdampingan,asal kita tidak mengganggu kita mereka juga tidak bakal mengganggu kita,karena bagaimanapun mereka juga sama seperti kita makhluk ciptaan Allah.
Setelah Mencoba menenangkan pikirannya,tiba tiba ada sebuah Mobil muncul dari arah berlawanan dan menyorot kearah Lula yang tengah berdiri didekat motornya.
Terlihat senyum Lula sedikit merekah saat mendapati sebuah mobil Fortuner berwarna hitam mendekat kearahnya,dia menjadi sedikit lega karena bisa meminta bantuan pada seseorang yang mengendarai mobil itu.
" Stop stop berhenti." pinta Lula yang langsung menghadang Mobil tersebut.
Dengan langkah tergopoh gopoh Lula pun menghampiri Mobil tersebut dan mengetuk kaca jendela mobil bagian depan,tepatnya bagian kemudi.
tak lama kemudian kaca mobil tersebut turun dan menampilkan beberapa pria yang tengah menatapnya dengan tatapan penuh Arti.
" Ada apa nona manis.?" tanya salah satu pria yang duduk kursi kemudi tersebut
Lula sedikit takut melihat didalam mobil itu yang hanya dihuni empat orang pria yang kelihatannya sedang mabuk.terlihat sekali ke empat pria tersebut matanya merah.
" Emm ma maaf,sa saya bo boleh minta tolong.?" tanya Lula dengan Ragu ragu
" minta tolong apa nona manis.?" tanya salah satu pria yang tengah duduk di kursi kemudi sambil mencolek dagu Lula.
Hal itu sontak membuat Lula terkejut sekaligus takut dan memundurkan langkahnya.
" Ma maaf tidak jadi." ucapnya sambil berlalu perlahan meninggalkan mobil itu dan kembali berbalik menuju motornya.
Keempat pemuda itu saling berpandangan sejenak,sambil mengedipkan mata tanda memberi kode untuk meringkus gadis Tersebut.
__ADS_1
Dengan langkah penuh semangat keempat pemuda itu pun keluar dan mengejar langkah Lula yang baru saja menghampiri motornya.
" Lepasin." Lula tersentak saat tiba tiba saja ada lengan kekar mencekal lengannya
" Ayo manis kita bersenang senang dulu,ayo ikut kami." Ucap salah satu pria tersebut
" Tidak lepasin aku,kalian boleh ambil motor serta barang barangku asal jangan sakiti aku." pinta Lula dengan sorot mengiba saat kedua lengannya sudah dicekal oleh dua pria dan mencoba menyeretnya masuk kedalam mobil
" Tenanglah,setelah kami puas bermain main denganmu kamu boleh pergi nona manis." ucap pria satunya dengan Menyeringai
" Hiks hiks hiks ku mohon jangan sakiti aku." pinta Lula dengan isak tangisnya.
" Ayo cepat masuk." sentak salah satu pria yang sudah di selimuti hawa *****.
" Enggak mau,lepasin aku." Ucap Lula setengah menjerit." Tolong Tolong Emmpp .." Teriaknya
Keempat pria tersebut langsung panik dan langsung membekap mulut Alula hingga tak sadarkan diri.setelah itu salah satu pria tersebut langsung menggendong Tubuh lula yang pingsan itu seperti memanggul karung beras.dan langsung membawa lula masuk kedalam mobil dan membawanya pergi dari tempat itu.
Tubuh Lula kini sudah Terbaring diatas Ranjang kingsize yang berada disebuah Apartemen yang terlihat cukup mewah,kedua mata Lula memicing saat sayup sayup dia mendengar beberapa orang berbincang bincang.
Perlahan kedua matanya terbuka,mencoba menetralkan kedua matanya sambil mengerjab akibat pantulan Cahaya lampu yang menembus kornea matanya.
" Kau sudah sadar nona manis.?" tanya salah satu pria tersebut disertai senyum liciknya
" Di dimana aku." tanya Lula dan dia mulai sadar saat kedua tangan dan kakinya telah diikat di sisi Ranjang Tempat tidur tersebut." auch sakit." pekiknya
Hahahaha
Keempat pria itupun tertawa kompak mendapati tubuh lula yang terbaring tak berdaya diatas ranjang.
" Siapa kalian?dan mau apa kalian,Lepaskam aku." Teriak Lula
" Hahaha kau tidak perlu tau siapa kami nona manis yang jelas malam ini kau akan bersenang senang dengan kami." ujar salah satu pria tersebut
" Tidakkk lepaskan aku." Teriak Lula namun keempat pria itu teta0 mengacuhkannya hinga membuat Alula kembali berteriak
" Tolonggggggg." Teriak Lula dengan keras hingga membuat salah satu diantara mereka panik dan langsung membekap mulut alula kembali dengan Sapu tangan basah yang sudah membekap mulut dan hidungnya kembali
" Hmmmmmppp."
Akhirnya tubuh lula pun tiba tiba lemas kembali dan jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri lagi
" Hehh kenapa Lo bius dia lagi begok." seru salah satu dari mereka
" Gue panik nyet panik."
" waduh bisa gawat nih,tuh cewek nggak sadar lagi." sambil menjotos temannya yang membekap mulut Lula
" Kalau begini bisa gawat nih,si bos pasti marah dan gak jadi beli ni cewek."
" Iya Lo begok banget sih mbang,mana Lo tadi ngasih obatnya banyak lagi." Gerutu satunya
" Sorry nyet panik beneran gue."
Tak lama kemudian Terdengar Suara pintu pun terbuka dengan Keras
Brakkkkk
" ADA APA TERIAK TERIAK.." Bentak Seorang Pria bertubuh tegap dan berwajah tampan,yang baru saja masuk kedalam Apartemen mewahnya sambil berjalan sempoyongan,Ya pria tampan itu terlihat sedang mabuk berat.
" Mana Cewek pesanan Gue." Pria tampan tersebut bertanya setengah berteriak,namun keempat pria tadi saling bertatap dengan wajah bingung
" Mana begokkk.?" tanyanya lagi
__ADS_1
" I itu bos." jawab salah satu dari keempat tersebut sambil menunjuk kearah Ranjang tempat tidur
Pria tampan tersebut memicingkan matanya melihat kearah Lula yang sudah tak sadarkan diri diatas tempat tidur.Dia sedikit menarik sudut bibirnya ketika melihat seorang gadis memakai gamis berwarna Ungu lilac dan berkerudung pasmina berwarna putih tersebut,dengan posisi kedua lengannya menyatu terikat lakban lengkap dengan kakinya yang juga terikat.
" Gadis model itu yang kalian tawarin ke gue.hegggh." ujar Pria tampan itu sambil bersendawa karena terlalu banyak meminum alkohol
" I iya bos,kami yakin gadis i itu masih originil alias perawan."
Pria tampan itu tersenyum kecut." Yakin masih perawan?" tanyanya dengan senyum remeh
" Siap yakin bos,anda bisa langsung mencobanya sekarang." jawab mereka dengan mantap
" Terus kenapa dia bisa tidur,Kalian tau sendiri kan gue gak suka bercinta dengan Orang tidur."tanya pria tampan itu
" i itu bos efek obat bius."
" Tapi tenang saja bos bentar lagi juga bangun." imbuh mereka lagi,dan mereka semua kompak berbohong
" Haaaahhhh sudah sana pergi kalian." Teriaknya
" Bayarannya bos."
PUG
Satu Amplop berwarna coklat dengan berisi uang segepok mendarat di salah satu tangan mereka,dengan cepat mereka menangkap lalu segera keluar meninggalkan ruangan tersebut.karena sudah mendapat imbalan dan mereka tertawa puas.
BRUUUG
Tiba tiba saja tubuh pria itu ambruk dan menjatuhkan tubuhnya dengan asal ditempat tidur itu,karena sudah tidak bisa menahan rasa pusing dikepalanya.
Namun nafasnya berangsur mulai tenang saat mencium aroma parfum yang begitu lembut dari baju milik Lula.dengan perlahan dia pun mulai merangkak mendekat kearah tubuh lula yang sudah tak sadarkan diri itu.
Perlahan matanya terbuka,mencoba mengangkat tubuhnya yang terasa berat dan menatap Lula.gadis yang sempat tadi dia remehkan kini menjelma menjadi sosok gadis yang cantik imut menawan dengan bibir mungil yang begitu terlihat menggoda dimatanya,hingga membuat tubuhnya menjalar menjadi panas.
Perlahan dia mulai melepaskan Jilbab pasmina milik Lula dengan paksa,dan lagi lagi dia dibuat takjub saat melihat Rambut hitam panjang milik lula yang tergerai indah, hal itu membuat nafasnya kini mulai memburu,apalagi saat dia menyibakan rambut lula ke belekang hingga menampilkan Leher jenjang milik lula yang terlihat putih dan mulus.kali ini dia sudah tidak bisa menahan lagi,dan langsung menelan ludahnya dengan kasar.
Dia pun akhirnya mulai mengecupi leher Jenjang milik Lula dan meninggalkan Tanda merah keunguan,tangannya pun dengan cepat melecuti pakaian Lula dengan asal dan melecuti pakaiannya sendiri,hingga malam itu pria itu berhasil merampas kehormatan Lula.
Pagi Harinya Terlihat Lula menggeliat dan kembali sadar dari pingsannya.kedua matanya terbelalak saat melihat tubuhnya sudah tidak memakai satu helai benang pun.apalagi ada tangan kekar yang masih merangkul posesif pinggang rampingnya.hal itu membuatnya spontan berteriak
" Akhhhhhhhhhh tidak." Teriak Lula membuat Pria tersebut terbangun gelanggapan.karena panik dia pun spontan mengambil sapu tangan bekas anak buahnya tadi dan kembali membius Lula
Tak lupa dia menutup wajah Lula supaya tak melihat siapa yang sudah mengambil keprawanannya.Lula yang merasa sesak berusaha menarik tangan Pria itu,dan berusaha memberontak,namun obat bius itu kembali membuatnya lemah dan membuatnya tak sadarkan kembali.
Melihat Lula tak sadarkan diri lagi,dia pun segera memakai celananya kembali beserta bajunya,lalu dengan asal memakaikan baju Lula dengan Asal.
karena dia gugup dan Tidak tau cara memakaikannya dengan Benar.
Dia pun sempat melirik bagian bawah baju gamis Lula yang terdapat ada noda bercak darah." Shitttt sial ternyata dia masih perawan." Umpatnya dalM hati
Lalu dengan cepat dia menyambar ponselnya dan menghubungi anak buahnya kembali.
" Hallo bos ada apa ?" tanya anak buahnya dari seberang
" CEPAT KALIAN DATANG KEMBALI,KALIAN TARUH KEMBALI GADIS ITU DITEMPATNYA SEMULA."
" Siap bos."
" PASTIKAN TIDAK ADA SATU WARGAPUN YANG MELIHAT KALIAN.!"
Tuttttttttttttt
_ Bersambung_
jangan lupakan tinggalkan like komen votenya jika suka
__ADS_1
Terimakasih