Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Bab 73 ( Serangan Jantung )


__ADS_3

Kirana tidak dapat berkata apa pun ketika melihat sosok yang sangat dirindukannya, bibirnya seakan terkunci, sehingga semuanya hanya bisa dia ungkapkan dengan air mata yang saat ini sudah tidak dapat terbendung lagi.


"Daddy," ucap Kirana dengan lirih.


Daddy Wijaya langsung memeluk tubuh Kirana dengan erat, dengan tangisan yang juga membanjiri pipinya.


Setelah tadi Daddy Wijaya melihat Kirana berada dalam sebuah mobil yang mirip sekali dengan mobil milik Radit, Daddy Wijaya memutuskan untuk mencari Kirana ke kediaman Prawira ketika Mommy Santi dan Kevin keluar dari dalam kamarnya.


"Ternyata benar kalau yang tadi Daddy lihat adalah Tuan Putri. Kenapa Tuan Putri tega sekali meninggalkan Daddy? Daddy tau kalau Daddy sudah bersikap egois karena telah menyuruh Kirana untuk menggugurkan bayi yang dulu Kirana kandung, padahal bayi tersebut tidak memiliki dosa apa pun. Daddy minta maaf untuk semuanya sayang, semoga saja Cucu Daddy masih ada di Dunia ini, karena Daddy akan merasa sangat berdosa jika sampai terjadi sesuatu kepadanya."


"Dad, seharusnya Kirana yang meminta maaf karena telah memberikan aib untuk keluarga Wijaya, maaf jika selama ini Kirana tidak pernah menemui Daddy, Kirana takut kalau Daddy tidak mau menerima kehadiran Kaisar."


"Jadi nama Pangeran kecil keluarga Wijaya adalah Kaisar?" tanya Daddy Wijaya.


"Benar Dad, Kirana memberikan nama Kaisar kepada Cucu Daddy," jawab Kirana, kemudian menggandeng Daddy Wijaya untuk menemui Kaisar.


Radit dan Mama Sarah merasa terkejut dengan kedatangan Daddy Wijaya.


"Daddy"


"Tuan Wijaya"


Ucap Radit dan Mama Sarah secara bersamaan dengan jantung yang berpacu cepat.


"Radit, terimakasih karena telah menemukan Tuan Putri keluarga Wijaya, Daddy tau kalau kamu tadi berniat mengantarkannya, tapi Daddy yakin kalau Kirana belum siap untuk bertemu dengan Daddy, makanya kamu terlebih dahulu membawanya ke sini," ujar Daddy Wijaya dengan memeluk tubuh Radit, karena Daddy Wijaya telah salah paham dengan semua yang terjadi saat ini.


Pada saat Radit hendak menjelaskan semuanya kepada Daddy Wijaya, Daddy Wijaya keburu berlari untuk menghampiri Kaisar, kemudian memeluknya.

__ADS_1


"Ini pasti Kaisar Cucu Opa kan? sayang, maafin Opa ya, karena dulu Opa tidak menginginkan Kaisar hadir di Dunia ini, padahal Kaisar tidak salah apa pun, karena yang bersalah adalah Ayah kandung Kaisar, Opa pasti akan mencari keberadaan Ayah kandung Kaisar dan memberikannya pelajaran yang setimpal karena telah membuat hidup Kaisar dan Bunda menjadi sengsara."


Radit yang mendengar perkataan Daddy Wijaya sampai menelan saliva nya, dan Kirana memutuskan untuk mencoba menjelaskan semua kesalahpahaman tersebut kepada Daddy Wijaya.


"Dad, semua yang terjadi dalam hidup Kirana bukan sepenuhnya kesalahan Ayah Kaisar, karena dulu kami telah jatuh cinta pada pandangan pertama sampai akhirnya kami berdua melakukan kesalahan yang fatal, meskipun awalnya Kirana tidak tau siapa sebenarnya lelaki yang telah mencuri hati Kirana."


"Kalau dia memang bukan lelaki bejat, kenapa saat itu dia tidak mencari keberadaan Kirana?" tanya Daddy Wijaya.


"Dad, sebenarnya Kirana yang telah meninggalkan Ayah kandung Kaisar karena Kirana begitu syok dengan semua yang telah terjadi kepada kami, dan semenjak itu Ayah kandung Kaisar terus mencari keberadaan Kirana yang telah hilang tanpa jejak."


"Tapi tetap saja Daddy tidak terima, dan Daddy pasti akan menghajarnya apabila Daddy bertemu dengan Ayah kandung Kaisar."


Radit akhirnya memberanikan diri menghampiri Daddy Wijaya dengan langkah yang gemetar.


"Kalau begitu, sekarang Daddy bisa memukul Radit, Daddy bisa menghajar Radit sepuasnya, karena Ayah kandung Kaisar adalah Radit," ucap Radit dengan duduk bersimpuh di depan Daddy Wijaya.


"Apa maksud kamu?" teriak Daddy Wijaya.


"Lelaki bejat yang telah membuat Kirana hamil adalah Radit Dad, saat itu adalah malam terakhir Radit melakukan kunjungan di sebuah Desa yang berbatasan dengan tempat Kirana melakukan KKN, tadinya Radit berusaha untuk menolong Kirana dari gangguan empat orang pemuda mabuk yang berusaha untuk menodai Kirana, tapi kenyataannya Radit sendiri yang telah merenggut kesucian perempuan yang telah membuat Radit jatuh cinta pada pandangan pertama. Radit sudah berusaha mencari keberadaan Kirana yang telah hilang tanpa jejak untuk mempertanggungjawabkan semuanya, tapi Radit hanya mengetahui namanya saja sehingga sekuat apa pun Radit mencarinya, Radit tidak berhasil menemukan Kirana."


"Kenapa, kenapa harus kamu Radit? padahal selama ini Daddy telah menganggap kamu sebagai Anak kandung Daddy sendiri, tapi kenyataannya kamu adalah duri dalam daging, dan kamu telah menghancurkan hidup kami" teriak Daddy Wijaya.


Mommy Santi dan Kevin yang baru datang, begitu terkejut melihat pemandangan yang saat ini berada di depan matanya, sehingga Mommy Santi berusaha untuk menenangkan Daddy Wijaya.


"Dad, sudah Dad, istighfar, tahan emosi Daddy," ujar Mommy Santi dengan memeluk tubuh Daddy Wijaya.


Daddy Wijaya langsung saja menggendong Kaisar kemudian menarik tangan Kirana untuk keluar dari kediaman Prawira.

__ADS_1


"Sekarang kita pulang Nak, Daddy tidak sudi menginjakan kaki di rumah orang yang telah menyebabkan kita berpisah."


"Dad, Kirana mohon, berikan restu kepada kami."


"Apa kamu ingin menjadi seorang Pelakor dengan merebut Suami orang?" teriak Daddy Wijaya kepada Kirana.


"Dad, saat ini Radit adalah Suami Kirana, jadi apa pun yang terjadi Kirana tidak akan bisa pergi tanpa ijin dari Radit," ucap Kirana, sehingga Daddy Wijaya kembali syok, kemudian melepaskan pegangan tangannya terhadap Kirana.


"Apa maksud kamu? siapa yang sudah berani menikahkan kalian?" tanya Daddy Wijaya dengan tatapan tajam.


"Abang yang sudah menikahkan Kirana dengan Radit Dad," jawab Kenzo yang saat ini baru tiba dengan menggandeng Yolanda dan Aurora.


Jantung Daddy Wijaya semakin bertambah sakit ketika melihat kenyataan yang ada di depan matanya.


"Bagaimana bisa semuanya jadi seperti ini, permainan apa yang sedang kalian mainkan?" tanya Daddy Wijaya.


"Dad, ini bukan permainan, tapi ini adalah takdir, kami tau kalau kami berempat telah melakukan kesalahan, tapi selama Radit dan Yolanda menikah, mereka tidak pernah tidur bersama, karena yang Yolanda cintai adalah Kenzo begitu juga dengan Radit, karena yang Radit cintai hanyalah Kirana," jelas Kenzo.


"Daddy kecewa terhadap kalian," teriak Daddy Wijaya kemudian jatuh pingsan.


Semuanya kini panik, tapi Radit berusaha untuk memeriksa keadaan Daddy Wijaya.


"Sebaiknya sekarang kita membawa Daddy ke rumah sakit," ujar Radit.


Kenzo, Radit dan Kevin saat ini mengangkat tubuh Daddy Wijaya ke dalam mobil Radit, dan Radit langsung saja memasang oksigen yang selalu ia bawa di dalam mobilnya sebagai pertolongan pertama untuk Daddy Wijaya.


Kirana memutuskan untuk ikut ke Rumah Sakit setelah menitipkan Kaisar kepada Mama Sarah, dan Mommy Santi juga mereka suruh untuk menunggu di kediaman Prawira saja supaya bisa membantu Yolanda dan Mama Sarah untuk menjaga Kaisar dan Aurora.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Kirana terus saja menangis dengan menggenggam erat tangan Daddy Wijaya, sedangkan Kevin menyetir mobil ditemani oleh Kenzo yang duduk di samping kemudi karena Radit berusaha untuk terus memantau kondisi Daddy Wijaya.


__ADS_2