
Satu minggu sudah Daddy Wijaya tinggal di Sukabumi, tapi baik Daddy Wijaya mau pun Bu Arum sudah sepakat untuk menyimpan cinta mereka di dalam hati saja, supaya Radit dan Kirana juga tidak curiga kepada mereka yang pernah memiliki hubungan di masalalu.
Saat ini Bu Arum dan Daddy Wijaya sedang mengajak main Kaisar di halaman rumah, dan mereka terlihat tertawa bahagia melihat tingkah lucu Kaisar.
"Kaisar sayang, jangan lari-lari Nak, nanti jatuh," teriak Bu Arum, karena saat ini Kaisar terus saja mengejar Daddy Wijaya.
Radit dan Kirana saat ini sedang memantau Proyek pembangunan Rumah Sakit yang akan selesai sekitar satu minggu lagi, jadi mereka berencana akan meresmikan Rumah Sakit terlebih dahulu sebelum kembali ke Jakarta untuk mengantar Daddy Wijaya pulang serta mempersiapkan acara resepsi pernikahan mereka.
Daddy Wijaya tiba-tiba merangkul tubuh Bu Arum ketika beliau merasa kecapean.
"Sudah Mas jangan terlalu cape, Mas harus ingat sama kesehatan jantung Mas Wijaya saat ini," ujar Arum dengan memberikan segelas jus jeruk kepada Daddy Wijaya.
"Makasih ya sayang," ucap Daddy Wijaya kepada Bu Arum, sehingga jantung Bu Arum berdetak kencang.
Mereka tidak sadar jika saat ini ada yang terus melihat interaksi mereka berdua.
"Pantas saja selama ini Daddy tidak pernah memberikan kabar kepadaku, karena ternyata Daddy sudah bertemu dengan cinta pertamanya," gumam Mommy Santi yang baru saja datang ke Sukabumi.
Mommy Santi tadinya ingin memberi kejutan kepada Daddy Wijaya dengan kedatangannya, sehingga beliau berangkat dengan di antar oleh Supir karena saat ini Kevin dan Kenzo sedang sibuk mengurus perusahaan.
"Tadinya aku ingin memberi kejutan kepada Daddy, tapi ternyata saat ini aku yang sudah mereka beri kejutan. Perasaan cinta pada kalian mungkin masih ada makanya kalian terlihat bahagia," gumam Mommy Santi dengan airmata yang terus mengalir pada pipinya.
Mommy Santi hendak masuk kembali ke dalam mobil untuk kembali ke Jakarta, tapi Kirana dan Radit yang sudah pulang kini menghampirinya.
__ADS_1
"Mom, kapan datang? kenapa Mommy gak ngasih kabar dulu kalau mau datang ke sini?" tanya Kirana dengan memeluk tubuh Mommy Santi.
"Mommy baru saja datang Nak," jawab Mommy Santi.
Kirana yang melihat mata Mommy Santi bengkak langsung saja bertanya.
"Mom, kenapa mata Mommy terlihat bengkak, apa Mommy habis menangis?" tanya Kirana.
"Mommy baik-baik saja sayang, Mommy hanya kelilipan," jawab Mommy Santi dengan mengusap matanya.
Maafin Mommy Nak, Mommy belum bisa menceritakan semuanya. Kirana juga pasti belum mengetahui masalalu antara Daddy dan Sekar, ucap Mommy Santi dalam hati.
"Ya sudah kalau begitu sekarang kita temui Daddy dan Bu Arum yuk Mom," ujar Kirana dengan menggandeng tubuh Mommy Santi, dan Mommy Santi tidak mungkin menolak ajakan Kirana.
Kirana yang tidak mempunyai rasa curiga sedikit pun, akhirnya memperkenalkan Mommy Santi kepada Bu Arum.
"Bu, perkenalkan ini Mommy Santi. Mommy Santi adalah Ibu kandung Kirana. Dan Mom, kenalin, ini adalah perempuan hebat sekaligus Dewi penolong Kirana, namanya Bu Arum," ujar Kirana.
Secara perlahan Bu Arum melepaskan pegangan tangannya pada Daddy Wijaya, dan Bu Arum langsung saja memeluk tubuh Mommy Santi, begitu juga dengan Mommy Santi, kemudian mereka berdua terlihat menangis, dan itu membuat Kirana dan Radit bertanya-tanya, sedangkan Daddy Wijaya terlihat menghela nafas panjang, karena sekarang sudah bisa dipastikan kalau Kirana akan mengetahui semuanya.
"Sekar, maafkan aku karena telah merebut Mas Wijaya darimu, aku tidak tau kalau kamu hamil Anaknya. Kenapa kamu tidak memberitahukan semua itu kepadaku? teman macam apa aku yang telah menghancurkan hidup temanku sendiri," ujar Mommy Santi.
Kirana saat ini terlihat bingung dan ingin sekali bertanya, tapi Kirana masih memberikan waktu untuk Mommy Santi dan Bu Arum berbicara.
__ADS_1
"Mungkin aku dan Mas Wijaya tidak berjodoh Santi, tapi aku sangat berterimakasih kepada kalian karena telah memberikan lentera Cahaya ke dalam kehidupanku, yaitu dengan kehadiran Kirana, apalagi sekarang di tambah dengan keluarga kecilnya yang selalu membuat hari-hariku merasa bahagia," ujar Bu Arum.
"Selama ini aku telah memisahkan cinta kalian selama puluhan tahun lamanya, dan sekarang aku ikhlas jika Mas Wijaya menikahimu Sekar," ujar Mommy Santi.
"Tidak Santi, aku tidak ingin menjadi penghancur rumah tanggamu, karena tidak akan ada perempuan di Dunia ini yang rela jika di madu," ujar Bu Arum.
"Sekar, selama ini kamu telah hidup menderita, sekarang saatnya kamu bahagia. Semua ini adalah takdir karena pada akhirnya kita bisa bertemu kembali, dan mungkin Tuhan juga ingin menyatukan cinta kalian. Selama ini aku tau kalau Suamiku masih mencintai kamu, karena sebenarnya aku yang sudah masuk ke dalam hubungan kalian dan menjadi orang ketiga dalam hubungan kamu dan Mas Wijaya. Sekarang aku ingin melihat Mas Wijaya dan kamu kembali bersatu," ujar Mommy Santi dengan menyatukan tangan Daddy Wijaya dan Bu Arum, dan Kirana sudah mulai mengerti dengan cerita masalalu yang ada di antara ketiga orangtuanya.
"Kenapa Dunia ini begitu sempit," ujar Kirana.
"Sayang, maaf jika selama ini Ibu tidak menceritakan semuanya sama kamu Nak, Ibu takut kalau Kirana akan membenci Ibu, lalu meninggalkan Ibu," ucap Bu Arum dengan memeluk tubuh Kirana.
"Kirana mengerti Bu, jadi Ibu tidak perlu meminta maaf. Jika memang Mommy sudah ikhlas untuk dipoligami, Kirana tidak akan melarang kalian untuk melakukan semua itu."
"Tidak Nak, yang Ibu butuhkan hanya tinggal bersama keluarga kecil kamu Nak, dan itu sudah lebih dari cukup untuk Ibu," ujar Bu Arum yang tidak mau bersikap egois.
"Bu, Kirana tau kalau Ibu tidak pernah menikah karena masih mencintai Daddy kan, Ibu juga tidak bisa melupakan Daddy kan? selama ini Ibu sudah sangat menderita, mungkin sekarang saatnya Ibu bahagia seandainya Ibu bisa bersatu dengan cinta pertama sekaligus cinta terakhir Ibu," ujar Kirana.
"Tapi Nak, tidak ada perempuan di Dunia ini yang rela jika cintanya dibagi dua," ujar Bu arum.
"Mungkin kamu benar Sekar, tapi aku juga tidak mau egois, apalagi aku telah menjalani kehidupan rumah tangga selama puluhan tahun dengan Mas Wijaya. Sekarang kita sudah tua, dan aku akan berusaha untuk mengikhlaskan Mas Wijaya hidup bersama kamu di masa tua nya," ujar Mommy Santi.
Daddy Wijaya begitu bahagia mendengar perkataan Mommy Santi, karena tanpa meminta izin untuk melakukan Poligami pun, Mommy Santi bahkan mengusulkan sendiri ide poligami itu.
__ADS_1
"Makasih ya Mom, karena selama ini Mommy sudah menjadi Istri sekaligus Ibu yang hebat untuk Anak-anak kita. Baik Mommy mau pun Sekar, kalian berdua mempunyai tempat tersendiri di hati Daddy."