Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Bab 88 ( Daddy Wijaya VS Papi Danu )


__ADS_3

Bu Arum dan Daddy Wijaya sama terkejutnya dengan Papi Danu, dan mereka bertiga tidak pernah menyangka jika pada akhirnya bisa dipertemukan kembali setelah puluhan tahun lamanya tidak berjumpa.


Bu Arum kini menghampiri Papi Danu untuk meminta maaf, dan Daddy Wijaya terus saja memegang tangan Bu Arum karena takut jika Papi Danu akan berusaha kembali merebut Bu Arum darinya.


Kenzo dan Kevin yang belum mengetahui tentang hubungan Daddy Wijaya dan Bu Arum di masalalu begitu terkejut melihat perlakuan Daddy Wijaya terhadap Bu Arum.


"Mas Danu, aku minta maaf jika di masalalu pernah melakukan kesalahan terhadap Mas Danu, sehingga Mas Danu berubah menjadi seorang casanova," ucap Bu Arum.


"Sekar, Apa aku tidak sedang bermimpi? ini benar kamu kan? kemana saja kamu selama ini, kenapa kamu hilang tanpa jejak?" tanya Papi Danu Prakoso dengan memeluk tubuh Bu Arum.


Daddy Wijaya yang tidak terima Bu Arum di peluk oleh Papi Danu pun langsung mendorong tubuh Papi Danu.


"Apa maksud kamu mendorong aku Wijaya? saat ini kamu bukan siapa-siapa Sekar lagi, jadi aku berhak untuk memeluk Sekar," teriak Papi Danu.


"Kamu salah Danu, karena aku dan Sekar akan segera menikah," ujar Daddy Wijaya, sehingga terjadi ketegangan di antara Daddy Wijaya dan Papi Danu.


"Cukup Mas Wijaya, Mas Danu, kalian ini sudah tua, seharusnya kalian memberikan contoh yang baik kepada Anak-anak kalian," ujar Bu Arum yang mencoba untuk menengahi perseteruan yang terjadi antara Daddy Wijaya dan Papi Danu.


Kenzo yang sudah merasa penasaran dengan hubungan antara ketiganya langsung saja angkat suara.


"Apa maksud Daddy, kenapa Daddy mengatakan ingin menikahi Bu Arum?"


"Bang, sebenarnya Sekar Arum adalah cinta pertama Daddy, dan Mommy sendiri yang meminta Daddy untuk menikahinya."


"Jadi ternyata dugaan Abang selama ini benar, kalau Bu Arum adalah perempuan di masalalu Daddy? pantas saja Abang pernah menemukan fhoto perempuan yang mirip sekali dengan Bu Arum di laci meja kerja Daddy."


"Iya Nak, dulu Daddy sudah berdosa karena telah melakukan kesalahan fatal kepada Sekar, dan Daddy tidak tau kalau Sekar hamil, karena Daddy dulu dijodohkan dengan Mommy kamu. Sekarang Daddy akan menebus semua kesalahan yang telah Daddy perbuat, karena dulu Sekar telah menanggung semuanya sendirian, bahkan bayi kami sampai meninggal dunia."


Papi Danu yang mendengar perkataan Daddy Wijaya langsung saja angkat suara.

__ADS_1


"Wijaya, aku tidak akan membiarkanmu menikahi Sekar, karena aku sendiri yang akan menikahinya," ujar Papi Danu, sehingga membuat semuanya terkejut apalagi Mami Arzeta.


"Apa maksud Papi? kita ke sini untuk membicarakan hubungan Kenzo dengan Yolanda, sekarang kenapa Papi malah mempunyai niat untuk menikah lagi?" tanya Mami Arzeta dengan mata yang sudah memerah.


"Maaf Mi, tapi Sekar Arum adalah cinta pertama Papi, jadi Papi minta ijin supaya bisa menikahinya," ujar Papi Danu dengan menggenggam tangan Mami Arzeta yang terlihat menangis.


Mami Arzeta tidak tau harus berbicara apa lagi karena saat ini dirinya bagai tersambar petir di siang bolong.


Bu Arum yang melihat Mami Arzeta menangis langsung saja menghampirinya.


"Anda tenang saja, karena saya tidak akan merebut Mas Danu dari Anda. Saya juga seorang perempuan, dan saya tidak akan tega merebut Suami perempuan lain," ujar Bu Arum dengan memeluk tubuh Mami Arzeta.


"Kamu dengar sendiri Danu, kalau Sekar tidak akan pernah memilihmu, baik dulu atau pun sekarang, karena yang Sekar cintai hanyalah aku," ujar Daddy Wijaya dengan senyum yang mengejek.


"Kalau begitu, aku juga tidak akan pernah merestui hubungan Kenzo dengan Yolanda," ujar Papi Danu yang tidak mau kalah.


"Stop Mas Wijaya, Mas Danu. Kenapa kalian berdua begitu egois dan tidak memikirkan perasaan Anak kalian? sudah cukup kalian bermusuhan selama puluhan tahun, apa kalian tidak kasihan kepada keturunan kalian?" ujar Bu Arum.


"Tapi aku sangat mencintai kamu Sekar," ujar Daddy Wijaya dan Papi Danu secara bersamaan.


"Baiklah kalau begitu, aku akan tetap pada pendirianku, karena aku tidak akan memilih kalian berdua, baik dulu mau pun sekarang, aku tidak akan pernah menikah dengan Mas Wijaya atau pun Mas Danu, jadi tidak ada yang perlu kalian ributkan lagi karena seumur hidupku aku tidak akan pernah berumah tangga," tegas Bu Arum, sehingga semuanya terdiam tanpa ada yang berbicara satu patah kata pun.


Yolanda yang masih syok dengan semuanya sampai lupa kalau saat ini Aurora berada dalam kereta bayi yang saat ini dipegang olehnya, sampai akhirnya kereta bayi tersebut terlepas dari pegangannya dan melaju ke arah jalan raya.


Papi Danu dan Daddy Wijaya yang sama-sama melihat kereta bayi Aurora melaju sendiri, kini sama-sama mengejar kereta bayi tersebut untuk menyelamatkan Cucu mereka.


"Aurora," teriak semuanya, dan hampir saja Aurora tertabrak mobil seandainya Papi Danu dan Daddy Wijaya tidak berhasil mengejar kereta bayi tersebut.


"Alhamdulillah, kita bisa menyelamatkan Princess Aurora," ujar Daddy Wijaya.

__ADS_1


"Syukurlah Cucu kita tidak kenapa-napa Wijaya," ujar Papi Danu dengan memeluk tubuh Daddy Wijaya.


Hati keduanya kini menghangat, dan mereka kembali teringat dengan masalalu ketika Papi Danu dan Daddy Wijaya masih menjadi sahabat.


"Lihatlah Wijaya, hidung mancung Princess Aurora mirip sekali denganmu," ujar Papi Danu.


"Matanya juga mirip denganmu yang selalu jelalatan jika melihat perempuan. Semoga saja nanti Princess Aurora tidak menuruni sifat kamu Danu," ujar Daddy Wijaya dengan terkekeh, sehingga mereka berdua tertawa.


"Maafkan aku Danu."


"Maafkan aku juga Wijaya."


"Selamanya kita akan menjadi sahabat," ujar Daddy Wijaya dan Papi Danu secara bersamaan, karena kata-kata itu yang selalu mereka ucapkan sebelum mereka jatuh cinta kepada perempuan yang sama.


Semua yang berada di sana menangis karena merasa terharu melihat Papi Danu dan Daddy Wijaya yang akhirnya kembali menjadi Sahabat setelah puluhan tahun mereka bermusuhan.


Kenzo dan Yolanda kini menghampiri Papi Danu dan Daddy Wijaya untuk mengambil Aurora.


"Terimakasih ya Pi, Dad, Papi dan Daddy sudah menyelamatkan Anak kami," ujar Kenzo.


"Bang, Princess Aurora juga Cucu kami, jadi sudah seharusnya sebagai Kakek kami meyelamatkan Cucu kami yang cantik ini," ujar Daddy Wijaya yang terus merangkul tubuh Papi Danu dengan tertawa bahagia.


"Iya Wijaya, sebentar lagi status kita bukan hanya Teman saja, tapi sebentar lagi kita akan menjadi Besan," ujar Papi Danu, sehingga membuat Kenzo dan Yolanda tersenyum bahagia juga.


"Alhamdulillah, akhirnya Princess Aurora bisa mendamaikan kedua Kakeknya yang keras kepala," ujar Kenzo.


Tita dan Rahma yang baru datang ke sana karena mendengar suara keributan merasa heran melihat banyak orang yang berkumpul di halaman rumah Bu Arum, sampai akhirnya Tita bertanya dengan khas logat bahasa sunda nya.


"Aya naon ini teh pada rame-rame?"

__ADS_1


__ADS_2