Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Episode.51


__ADS_3

Pak Sanjaya sudah mengajak Alvin bicara empat mata. Berhubung Alvin yang terus bersikap dingin kepada Nirmala, membuat Pak Sanjaya merasa kasihan. Apalagi melihat Nirmala yang belakangan ini terlihat sedih.


Alvin menurut dengan nasihat ayahnya. Dia ingin mencoba memperbaiki hubungannya dengan istrinya.


Alvin yang baru pulang kerja, dia menghampiri istrinya yang sedang duduk sendirian di taman belakang.


''Mala, ada yang ingin Mas katakan sama kamu,'' ucap Alvin yang kini sudah berdiri di belakang istrinya.


''Apa itu?'' Nirmala menoleh ke belakang.


Alvin beralih duduk di sebelah istrinya.


''Mas minta maaf karena belakangan ini sudah mendiami kamu. Mas tahu jika bukan hanya Mas saja yang merasa sedih. Tapi kamu yang mengandung, pasti lebih sedih saat mengetahui kenyataan bahwa anak kita tak bisa di selamatkan.''


Akhirnya apa yang di tunggu-tunggu oleh Nirmala kini terjadi. Suaminya kembali bersikap baik kepadanya.


''Terima kasih, Mas. Aku senang melihat kamu kembali seperti sebelumnya,'' Nirmala langsung menghambur ke pelukan suaminya.


''Maafkan suamimu ini ya, sayang.'' Alvin mengusap lembut rambut panjang istrinya.


''Aku maafkan kok. Aku juga minta maaf jika sudah membuat Mas Alvin kecewa.''


''Tidak kok, sayang. Kamu tidak pernah membuat Mas kecewa. Mas saja yang belum menerima semua kenyataan itu dan malah menyalahkanmu. Sekali lagi Mas minta maaf,'' ucap Alvin seraya melepaskan pelukannya.


''Mari kita memulai dari awal, Mas. Aku ingin kita harmonis lagi seperti sebelumnya.''


''Iya, sayang.'' Alvin memegang kedua tangan istrinya. Dia menciumi punggung tangan istrinya berulang-ulang.


Nirmala berharap jika pernikahannya selalu harmonis dan tidak ada cobaan lagi. Dia juga berharap agar kembali di beri kepercayaan. Dia juga akan sangat berhati-hati jika nanti hamil lagi. Akan menjaganya sebaik mungkin agar tak kehilangan anak lagi.

__ADS_1


Alvin mengajak istrinya masuk ke rumah. Berhubung di luar udara sudah semakin dingin, dia takut jika istrinya masuk angin.


Pak Sanjaya melihat anak dan menantunya yang baru masuk dari pintu belakang rumah. Keduanya berjalan berdampingan seolah sudah tak ada jarak lagi. Pak Sanjaya senang karena mereka terlihat sudah kembali harmonis.


''Wah kalian sepertinya sudah baikan,'' terlihat raut kebahagiaan di wajah Pak Sanjaya melihat anak dan menantunya yang sudah terlihat akrab.


''Iya, Pah. Selama ini Alvin terlalu egois dan mementingkan perasaan Alvin sendiri tanpa melihat Mala yang ternyata lebih terpuruk dari Alvin,'' ucap Alvin.


''Syukurlah kalau kamu sudah mengakui kesalahan kamu, Nak. Dalam rumah tangga itu pasti ada saja cobaannya. Kamu sebagai suami jangan egois dan mementingkan perasaanmu sendiri. Namun lihatlah istrimu yang tak kalah sedihnya.''


''Iya, Pah. Alvin akui sudah bersalah.''


''Syukurlah, bagaimana jika kalian liburan saja, Nak. Tidak usah jauh-jauh, kalian ke Bandung saja menginap di rumah tante kamu sekalian liburan,'' ujar Pak Sanjaya memberikan saran. Mungkin saja dengan liburan, pikiran anaknya menjadi lebih tenang.''


Alvin menatap istrinya seolah meminta persetujuan.


''Aku terserah Mas Alvin saja,'' ucap Nirmala.


''Jadi kalian mau pergi kapan?'' pak Sanjaya bertanya kepada anaknya.


''Besok pagi saja, Pah.''


''Kamu jangan khawatir menyangkut perusahaan, kan ada papah yang bisa menghandle.''


''Papah memang selalu pengertian deh.''


''Iya dong, Nak.''


Alvin menyudahi untuk mengobrol dengan ayahnya. Dia mengajak istrinya menuju ke kamar untuk menikmati momen berdua mereka.

__ADS_1


.....


.....


Alvin dan Nirmala sudah sampai di bandung. Ternyata benar, dengan liburan membuat pikiran mereka menjadi tenang.


Nirmala terusik dari tidurnya karena merasakan ada yang menyentuh wajahnya. Spontan dia membuka ke dua matanya dan melihat suaminya yang sedang membelai wajahnya.


''Mas, kamu sudah bangun?''


''Sudah, sayang. Ayo kita pergi! Kebetulan Tante akan mengajak kita jalan-jalan loh.''


''Benarkah?'' Nirmala terlihat senang.


''Benar, sayang. Ayo bersiap!'' Alvin membantu istrinya beranjak dari atas tempat tidur.


Beberapa menit kemudian mereka sudah selesai bersiap. Mereka segera pergi. Tujuannya saat ini pergi ke alun-alun kota Bandung sekalian belanja oleh-oleh.


Mereka sampai juga di alun-alun kota Bandung. Nirmala terlihat sangat senang melihat keramaian orang yang sedang duduk di atas karpet hijau panjang yang menyerupai rumput. Banyak anak kecil juga yang sedang bermain lempar bola plastik bersama orang tuanya. Nirmala melihat sepasang kekasih yang sedang memakan es krim. Lalu dia menatap suaminya yang berdiri di sampingnya.


''Mas, aku ingin es krim seperti itu,'' ucap Nirmala kepada suaminya.


''Baiklah, ayo kita beli! Nanti kita makan es krimnya harus lebih romantis dari mereka.''


''Memangnya tidak malu jika terlihat romantis di depan umum?''


''Tidak dong, sayang. Lagian untuk apa malu. Sekalian kita tunjukin ke semua orang kalau kita itu pasangan yang romantis.''


Sudah cukup lama mereka berada di alun-alun kota Bandung. Alvin dan Nirmala juga sudah mengabadikan beberapa foto kebersamaan mereka.

__ADS_1


Selain ke alun-alun, mereka juga di ajak pergi ke berbagai tempat lainnya oleh Siena yang merupakan Tantenya Alvin. Bahkan mereka akan liburan sepuasnya untuk beberapa hari ke depan. Karena masih banyak tempat yang ingin mereka kunjungi.


__ADS_2