
Usai Acara Akad nikah,sesi pengambilan foto pengantin,makan makan bersama serta membahas kapan ditetapkanya tanggal resepsi pernikahan mereka, dan akhirnya kedua belah pihak keluarga menyetujui jika acara resepsi digelar dua minggu lagi dari pernikahan ini.
Setelah akhir dari kesepakatan dibuat,Alula pun langsung di boyong ke rumah besar keluarga Kenzo yaitu rumah papa smith untuk sementara waktu,sampai acara resepsi digelar.
meski dengan sangat berat hati,Alula pun harus ikhlas mengikuti sang suami kemanapun pergi,begitulah nasehat bu jizah pada putrinya.
" Kamu hati hati ya nduk,jaga diri baik baik." ujar bu jizah disela sela akan kepergiannya putri kesayangannya.
" Iya bu,Alula pasti bakal kangen sama ibu,bapak dan rumah ini pastinya." jawab lula dengan menahan isak tangis.
" Ingat nduk,sekarang status kamu sudah menjadi seorang istri,maka dari itu kamu harus selalu menurut apa kata suamimu,karena mulai sekarang suamimu lah yang bertanggung jawab atas dirimu nduk." Ucap ibu disela sela akan kepergian Alula yang akan diboyong langsung sama kenzo ke apartemen pribabinya.
Dengan sangat berat hati Alula menuruti ucapan sang ibu,dan akhirnya mobil yang menumpangi ke empat orang tersebut termasuk lula salah satunya sudah sampai dihalaman luas milik kediaman utana Roy smith.Rumah mewah berlantai tiga dan ber cat tembok warna Putih yang nampak sangat elegant itu berdiri kokoh.
sungguh dalam batin Alula berdecak rasa kagum melihatnya.
" Nggak usah berkhayal bakal tinggal di rumah ini,buang jauh jauh itu fikiran." Cetus kenzo saat melihat Lula terlihat tengah melamun mengamati Rumah mewah milik papanya itu
Lula menoleh kearah kenzo yang duduk disampingnya." Nggak ngayal kok mas,tapi sayangnya emang udah jadi kenyataan kan.?" cetus lula dengan senyum sinis
" Ckkk..Mimpi banget Ini cewek.nggak usah kepedean,Lo tinggal disini juga sementara doang." Ketus Kenzo
Alula mengeryit."Maksudnya...?"
" Lhoh kalian berdua ini kok masih didepan." Potong papa smith yang tiba tiba menghampiri Alula ,Kenzo dan juga David yang masih berada didepan mobil yang mereka tumpai berada diluar rumah,karena tadi memang papa Roy langsung saja keluar dari mobil setibanya sampai,karena mengangkat telepon dari seseorang." Ayo nak Lula mari silahkan masuk,anggap saja seperti rumah sendiri,jadi nak lula tidak usah sungkan." sambung Roy lagi
" Baik pak Roy." ujar lula dengan hormat.
" Papa dong,kan sekarang nak lula sudah menjadi menantu papa." Ujar Roy sambil tersenyum
Lula mengangguk paham." Baik papa."
" Ya sudah ayo,masuk.didalam mbok inah sudah menyiapkan jamuan hidangan special." Ujar Roy lagi dan mereka langsung masuk kedalam mobil.
" Ingat,jaga sikap dan attitude Lo,jangan sampek malu maluin." Bisik Kenzo ketika mendahui masuk Terlebih dulu,sedangkan David yang berjalan dibelakangnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Huh,Dasar sombong !.?" Gumam Lula yang kemudian ikut masuk mengikuti langkah mereka.
__ADS_1
Selama kurang lebih tiga puluh menit,Alula diperkenalkan dengan para penghuni di rumah itu satu persatu,mulai dari mbok nah ,mbok tri,mang nanang dan sri sebagai asisten rumah tangga dikeluarga ini,mereka sangat ramah dan antusias menyambut kedatangan Istri tuan muda mereka.
" Nah nanti kalau perlu apa apa jangan sungkan sungkan meminta bantuan mereka ya." Seru Papa Roy
" Baik pa." Jawab Lula
" Ya sudah mbok tolong bawakan semua barang barang menantu saya ke kamarnya kenzo ya,---"
" Baik tuan." ujar para dua si mbok.
" Nggak bisa gitu dong pah,kenapa mesti ke kamar ku." Protes Kenzo
Papa Roy langsung menatap tajam putranya itu." Kamu lupa kalau sekarang Alula sudah sah jadi istrimu.?"
" Tapi kan pah,setidaknya tidak harus langsung ikut ngehuni kamarku !" Cetus Kenzo tak terima.
" Tidak ada tapi tapian,sekarang cepat ajak istrimu masuk ke kamar kamu.!" Titah sang papa
Kenzo hanya bisa mendesah pasrah,lalu berjalan mendahuli Lula menaiki anak tangga menuju ke kamarnya,Lula pun mengikuti langkah kemana suaminya pergi.dan masuk kedalam sebuah kamar yang cukup luas,yang tak lain adalah kamar milik kenzo.
" Hati hati menyentuh setiap perabotan di kamar gue,karena harganya mahal mahal,entar Lo nggak bakal mampu ganti'in jika ada yang rusak dipegang tangan Lo."
" Syukurlah kalau Lo tau diri."Ketus kenzo sambil membuka kancing lengan kemejanya.
Lalu setelah itu dia membuka sebuah pintu yang didalamnya terdapat Walk in Closet serta kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan.
Sedangkan Lula Masih terlihat bingung harus berbuat apa didalam tempat tersebut.
Dan akhirnya dia memutuskan untuk duduk disebuah sofa klasik,yang ada disisi ruangan.berseberangan ditempatnya duduk terdapat pintu dimana Walk in closet beserta kamar mandi berada.
Karena bagaimana pun juga ini kamar milik orang lain,dan lula juga tidak bisa sembarangan melakukan apapun,terlebih dia sudah tau sendiri sifat angkuh pemilik kamar ini.
Ceklek !
Hampir saja Lula menjatuhkan ponselnya karena kaget.sebenarnya dia enggan menoleh.tetapi perpaduan aroma bunga,woody dan kopi yang menyatu sempurna membuat lula mengalihkan pandangannya kearah pintu walk in closet.
Lalu Tatapannya bertemu dengan mata milik pria berkaus putih tulang,dan lounge jogger pants warna merah maroon.mereka saling beradu pandang untuk beberapa detik.lalu kemudian saling mengabaikan satu sama lain.
__ADS_1
" Aku mau pakai kamar mandinya."izin lula sebelum dia membuka pintu walk in closet.
Namun tidak ada jawaban dari pria yang sedang duduk diatas kasur,sambil memainkan ponselnya.Lula melanjutkan niat dan melihat dimana lemari kaca yang terdapat beberapa pakaian yang terlihat baru.dan sudah dipastikan itu bukan pakaian miliknya.
Dia pun bergegas keluar lagi dan bertanya pada kenzo."Emmm Apa baju baju itu yang harus ku pakai.?"
" Hmm" jawab Kenzo dengan acuh
Lula mengeryit heran karena menurutnya pakaian itu bukan miliknya,memang gaya style pakaian itu mirip gaya pakaiannya namun sangat jelas pakaian itu terlihat masih baru.
Lula menghampiri telepon yang ada di nakas untuk menanyakan perihak bajunya pada mbok inah,dan ternyata memang benar baju baju untuknya.mau tidak mau dia kembali dan membersihkan badan.lula mandi tidak terlalu lama,dan dia keluar menggunakan pakaian baru.kebetulan juga Style yang ada dilemari itu memang sesuai dengannya.
Lula memilih drees puth polos panjang,dan dia padukan dengan kemeja pink salmon untuk outer.dalam rak hijab,dia mengambil warna Putih untuk penutup kepalanya asal.
dan akan dia rapikan saat berada di meja rias nanti.
Dia pun pergi ke depan meja rias yang sudah lengkap dengan perlengkapan make up.tentu saja bukan untuk berias,melainkan menghapus sisa make up yang ada.
" Lo masih ingat kan ucapan gue,waktu selesai akad tadi?" Tanya kenzo
" Tentang?" Lula menatap Kenzo dari pantulan cermin,pria itu menatap balik dengan geram.tetapi dia abaikan dan terus lanjut membersihkan wajahnya
" Lo harus Mempersiapkan mental,Lo.karena gue bakal bikin hidup Lo seperti dineraka karena udah berani masuk dikehidupan gue.!"
Lula mendengus kesal dan melempar pelan kapas yang dia buat membersihkan wajahnya ke dalam tempat sampah disamping meja rias tersebut.
Dia pun menoleh ke arah pria itu." Kamu pikir saya bakal diem saja ketika anda akan menindasku?,huh jangan mimpi.!" Cetus Lula diiringi senyum miring
" Terserah...yang jelas gue Haramkan Lo ikut campur urusan pribadi gue.!" ujar Kenzo dengan tegas
" Saya pun tidak minat sama sekali dengan urusan pribadi anda,jadi tidak usah mengancam saya terlalu berlebihan."
" Oke ku pegang kata katamu.!"
Tak lama kemudian Ponsel milik pria itu pun berdering,pria itu pun lekas berdiri dan menuju balkon untuk menerima telpon dari seseorang yang entah siapa tidak tau dan tidak mau tau bagi Lula.dia pun kembali acuh dan meneruskan kembali membersihkan wajahnya dari sisa make up tadi.
Bersambung
__ADS_1
Happy reading