
Pak Sanjaya sudah tahu semuanya alasan kepergian Nirmala. Jujur saja Pak Sanjaya sangat kecewa kepada Alvin. Karena Alvin begitu ceroboh dan tak jujur kepada istrinya sendiri.
''Terserah kamu melakukan apa pun, Vin. Semua ini juga kesalahan kamu. Tapi papah heran deh, kok Renita tega sekali ya menjebakmu?''
''Sepertinya Renita datang ke kehidupan kita karena berniat merusak keharmonisan rumah tanggaku, Pah.'' ucap Alvin.
Mungkin apa yang di katakan oleh Alvin ada benarnya juga. Karena jika Pak Sanjaya lihat-lihat, Renita sering datang jika ada Alvin di rumah. Sedangkan jika tidak ada, Renita tidak pernah main kesana.
''Sepertinya Renita suka sama kamu, Nak.''
''Yang benar saja? Dia itu kan teman masa kecilku.''
''Kalau bukan karena suka dia tidak mungkin melakukan hal ini.''
''Mungkin benar juga sih. Tapi kenapa juga harus aku? Lelaki yang sudah beristri.''
''Kalau masalah hati itu tidak bisa meminta mau berlabuh dimana. Banyak juga di luar sana lelaki yang masih perjaka tapi menikahi janda. Itu salah satu contoh saja dari sekian banyak kisah cinta.''
''Benar juga, Pah. Mulai sekarang Alvin mau menjauh dari Renita, Pah. Bila perlu sekalian nomor ponselnya di blok biar tidak telepon Alvin lagi meminta tolong atau meminta sesuatu yang lain. Ini sudah kejadian, sekarang Alvin sendiri yang rugi karena kehilangan Mala,'' raut wajah Alvin berubah sedih.
''Nak, kita harus mencari Nirmala.''
__ADS_1
''Tadi Alvin sudah mencari tapi tidak ketemu juga. Alvin ketinggalan jejaknya. Tapi tadi Alvin langsung menyewa jasa orang suruhan untuk membantu mencari Mala.''
''Semoga saja istrimu cepat di temukan, Nak. Papah juga khawatir sama dia.''
''Semoga saja, pah. Alvin juga niatnya mau cari Mala lagi hari ini.'''
''Semoga pencarian kamu sukses, Nak. Maaf ya karena papah tidak bisa ikut mencari. Kamu tahu sendiri kan kondisi kesehatan papah.''
''Alvin mengerti kok. Kalau begitu Alvin mau ke kamar dulu,'' setelah mengatakan itu Alvin berlalu pergi menuju ke kamarnya.
Dia akan membersihkan diri, setelah itu akan pergi lagi untuk mencari keberadaan istrinya. Alvin tak bisa membiarkan istrinya berlama-lama di luar sana.
......
......
''Arrgghhhh .... '' Alvin membanting semua benda yang ada di kamarnya. Dia begitu tersiksa karena jauh dari istri tercinta yang entah dimana keberadaannya.
'Kamu dimana sih, sayang? Kenapa tidak ada jejaknya,' batin Alvin.
Beberapa hari ini Alvin hanya mengurung diri di kamar. Bahkan dia juga mengabaikan pekerjaannya.
__ADS_1
Tok tok
Alvin mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya. Namun dia mencoba untuk mengabaikannya.
''Nak, buka pintunya! Dengan kamu mengurung diri, itu tidak akan menyelesaikan masalah, Nak.''
Dengan penampilan yang masih acak-acakan Alvin membuka pintu kamarnya. Jujur saja setelah kepergian Nirmala, dia tak pernah mengurus diri. Bahkan kumisnya mulai terlihat lebat.
''Nak, kamu jangan seperti ini terus. Kamu pasti bisa kembali bersatu dengan istrimu, Nak.''
''Tapi sudah satu minggu lebih Nirmala pergi, Pah. Alvin sudah tak tahu lagi harus mencarinya dimana.''
''Jika semua kota sudah kamu datangi untuk mencari istrimu, namun ternyata tidak di temukan, pasti istrimu bukan pergi ke kota. Bisa saja dia pergi ke desa yang sulit di jangkau dengan pantauan kita,'' ujar Pak Sanjaya.
Alvin berpikir, jika apa yang ayahnya katakan ada benarnya juga.
''Kalu begitu Alvin akan pergi ke pedesaan untuk mencari keberadaan Nirmala, Pah.''
''Jangan! Kamu urus dulu perusahaan yang sudah beberapa hari ini kamu tinggalkan.''
''Tapi bagaimana dengan Mala? Aku khawatir jika dia kenapa-napa.''
__ADS_1
''Kamu kerahkan saja orang sewaan untuk beralih mencari Mala ke pelosok desa. Kamu jangan turun tangan sendiri, karena kondisinya saat ini tidak memungkinkan. Papah tidak mau ambil risiko dengan membiarkan kekosongan di kursi direktur.''
Kali ini Alvin harus menurut. Lagian dia juga tidak mau jika perusahaan yang sudah di rintis dari bawah, hancur begitu saja karena kurangnya pengawasan dari atasan.