
Alvin dan Nirmala hendak pergi bulan madu. Mereka sedang berpamitan dengan Pak Sanjaya.
''Papah seanng karena akhirnya kalian pergi bulan madu. Semoga saja ada kabar baik setelah kalian pulang nanti,'' ucap Pak Sanjaya sambil menatap kduanya.
''Amin, Pah.'' ucap Nirmala dan Alvin bersamaan.
Tujuan mereka kali ini pergi ke puncak. Alvin tidak ingin pergi jauh-jauh karena terlebih dahulu ingin menikmati keindahan alam yang masih berada di sekitar pulau jawa. Nanti setelah semua tempat wisata di pulau jawa di kunjungi, barulah berlibur ke luar pulau atau bahkan ke luar negeri.
Alvin dan Nirmala yang sudah berada di dalam mobil, mereka menatap ke arah luar, melihat Pak Sanjaya yang sedang berdiri di depan rumah. Mereka melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan. Alvin langsung mengemudikan mobilnya keluar dari halaman rumah itu.
Sepanjang perjalanan mereka saling mengobrol. Sesekali Nirmala menceritakan hal lucu sehingga suaminya tampak tertawa.
"Mas, aku tidur ya. Cape nih dari tadi tertawa terus."
"Iya, sayang. Nanti kalau sudah sampai pasti Mas bangunkan kok."
Nirmala menyenderkan kepalanya di sandaran kursi. Dia menghadap ke arah kaca, lalu mulai memejamkan kedua matanya.
Satu jam kemudian, Nirmala terbangun dari tidurnya. Dia mengucek kedua matanya. Lalu menatap suaminya yang duduk sampingnya.
"Mas, ini kok mobilnya berhenti?"
"Macet, sayang."
"Macet? Sudah berapa lama, Mas?"
"Sudah lima belas menit nih."
"Yah, kita bakalan lama nih sampainya."
"Semoga saja tidak, sayang. Cape kalau kita terus berada disini."
__ADS_1
"Benar juga, Mas. '' ucap Nirmala yang tampak lesu.
Setelah satu jam menunggu, akhirnya kemacetan telah berakhir juga. Alvin dan Nirmala merasa lega. Kini Alvin kembali mengemudikan mobilnya, melanjutkan perjalanannya. Kali ini Nirmala tidak seceria seperti saat pertama. Akibat macet di jalan membuat mood-nya buruk.
Setelah cukup lama di perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di puncak. Mereka menempati vila milik Alvin. Kebetulan vila itu merupakan vila keluarga Alvin.
''Ah lelahnya,'' Nirmala langsung mendudukkan diri di sofa.
''Sayang, apa kamu suka berada disini?'' Alvin bertanya kepada istrinya.
Nirmala tampak menatap sekitar. Dia melihat pemandangan yang cukup bagus, dan juga cuaca disana sangat dingin. Itu sangat cocok untuk mereka berdua yang berbulan madu.
''Bagus, Mas. Aku suka berada disini. Terasa tenang dan nyaman,'' ucap Nirmala.
''Syukurlah kalau kamu senang, sayang. Sekarang kita ke kamar yuk!'' ajaknya.
Nirmala mengangkat satu tangannya, menginginkan suaminya menariknya dari duduknya. Alvin yang mengerti maksud istrinya, dia langsung memegang tangan itu dan menariknya.
''Iya dong, sayang. Suami kamu ini memang tersegalanya,'' ucap Alvin.
Sesampainya di kamar, Nirmala terperangah saat melihat kamar yang sudah di dekorasi begitu cantik. Banyak bunga-bunga di sekitar ranjang. Kamar itu lebih terlihat seperti kamar pengantin baru
''Mas, kok kamarnya di dekorasi segala?"'
''Iya, sayang. Ini ide Mas loh. Kamu suka tidak?''
''Suka sih, hanya saja apa ini tidak terlalu berlebihan?"'
''Tidak, sayang.'' Alvin menutup pintu kamarnya. Dia mendekati istrinya yang sedang memperhatikan kamar mereka. Dia memeluk istrinya dari belakang. ''Sayang, bagaimana jika sekarang kita memulainya. Mungkin jika melakukan itu, rasa lelah kita ini akan hilang,'' ucap Alvin.
''KIta baru sampai loh, Mas. Aku tidak ingin terburu-buru. Lebih baik kita istirahat saja kumpulkan tenaga.''
__ADS_1
''Baiklah, tapi nanti malam jangan menolak.''
''Tenang saja, Mas. Aku akan membuatu puas,'' ucap Nirmala.
Alvin akan memegang perkataan istrinya. Nanti malam pasti dia akan menagihnya.
....
....
Nirmala tampak membuka kedua matanya. Dia merasakan badannya begitu pegal. Semalam suaminya meminta haknya berulang-ulang. Bahkan saat dia lelah pun, suaminya tetap melakukannya.
Nirmala ingin membersihkan diri, namun dia enggan untuk bangkit dari atas tempat tidur. Nirmala mencoba membangunkan suaminya. Dia akan meminta suaminya untuk membantunya.
"Mas, bangun!" Nirmala menggoyang-goyangkan tubuh suaminya.
Lama kelamaan Alvin terbangun karena terusik oleh istrinya.
''Emm ... Ada apa, sayang?"
"Cepat bangun! Ayo kita mandi bersama! Tapi Mas Alvin yang memandikanku loh. Mas Alvin harus tanggung jawab karena sudah membuatku kelelahan."
Mendengar kata mandi bersama, seketika Alvin mendudukkan tubuhnya ke atas kasur. Dia menatap istrinya yang juga sedang menatapnya.
"Sayang, apa kita akan mengulang yang semalam?" tanya Alvin.
"Enak saja, tidak ada jatah pagi ini. Aku itu minta Mas Alvin untuk sekedar memandikanku saja, karena aku kelelahan,"
"Baiklah, Mas tetap senang karena bisa memandikanmu. Ayo sekarang kita ke kamar mandi," ajaknya.
Nirmala tak mau beranjak dari atas tempat tidur. Dia meminta suaminya untuk menggendongnya.
__ADS_1
Setelah selesai mandi, Nirmala hanya bersantai saja di dalam kamar. Bahkan saat suaminya mengajak keluar kamar untuk mencari makan, dia tidak mau. Dia menyuruh suaminya untuk membawakan makan ke dalam kamar.