
Nirmala terbangun dari tidurnya. Dia melepaskan tangan suaminya yang memeluknya. Dia memandang wajah tampan suaminya. Dia meraba wajah tampan itu dengan satu tangannya. Begitu beruntung karena dia bisa menikah dengan lelaki tampan seperti Alvin.
''Aku tahu kok kalau aku tampan,'' ucap Alvin, lalu dia membuka kedua matanya. Alvin tersenyum menatap istrinya.
Nirmala buru-buru menjauhkan tangannya dari wajah suaminya.
''Pegang lagi tidak apa-apa kok, sayang.''
''Sejak kapan Mas Alvin bangun?'' Nirmala merasa malu karena dia ketahuan sedang meraba wajah suaminya.
''Sebelum kamu bangun Mas juga sudah bangun. Hm sepertinya istriku ini mengagumi ketampanan suaminya sendiri,'' ucap Alvin penuh percaya diri.
''Tidak kok,'' Nirmaa menyangkal, namun kenyataannya dia memang sedang mengagumi ketampanan suaminya.
Alvin menarik gemas hidung istrinya.
''Sakit tahu,'' Nirmala mengusap hidungnya yang tadi ditarik oleh suaminya.
''Kenapa semalam kamu tidur duluan? Semalam itu malam pertama kita loh.''
''Habisnya Mas Alvin juga mainan ponsel sendiri sih. Aku mau menyapa tapi malu.''
''Kenapa harus malu sama suami sendiri?''
''Namanya juga baru pertama kali berada di kamar yang sama, ya aku malu.''
''Masa sama suami sendiri malu sih.''
''Iya, Mas.''
__ADS_1
Alvin mendekatkan wajahnya dengan wajah istrinya.
Nirmala memejamkan kedua matanya saat wajah suaminya hampir menempel dengan wajahnya.
Alvin tersenyum menatap istrinya yang terlihat gugup.
''Kenapa tutup mata, sayang?'' Alvin menyentuh leher istrinya, dan sengaja memberikan sentuhan.
Nirmala menggeliat karena merasakan geli.
Alvin kembali menjauhkan wajahnya. Dia juga menyingkirkan tangannya yang tadi menyentuh leher istrinya.
''Baru disentuh disitu saja kok sudah menggeliat, bagaimana kalau aku sentuh yang ada di dalam?''
Mendengar perkataan suaminya, Nirmala membuka kedua matanya. Nirmala bernapas lega saat melihat jarak mereka yang tak sedekat tadi. Dia buru-buru beranjak dari atas tempat tidur.
''Mas, aku mandi dulu ya,'' Nirmala mendekati lemari, dia membuka lemari itu lalu mencari pakaian ganti.
''Kok buru-buru sekali mandinya? Apa kita tidak akan melakukan itu dulu?''
'''Melakukan apa, Mas?'' Nirmala tak mengerti maksud dari perkataan suaminya.
''Melakukan yang seharusnya dilakukan oleh pengantin baru.''
''Mas apaan sih. Sekarang itu sudah pagi loh, nanti malam juga bisa.''
''Wah Mas tunggu loh nanti malam. Awas saja kalau tidur duluan lagi, nanti Mas paksa kamu untuk bangun."
"Ih kok gitu sih?''
__ADS_1
''Tidak usah protes!''
''Terserah Mas Alvin aja deh,'' Nirmala langsung saja pergi mandi.
Beberapa menit kemudian, Nirmala sudah selesai mandi. Sekarang itu suaminya yang sedang mandi. Nirmala menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya, lalu dia keluar dari kamar itu.
Nirmala melihat pembantu di rumah itu sedang beres-beres. Lalu dia melakukan hal lain yang belum di kerjakan. Nirmala tidak bisa hanya diam saja di rumah itu.
Alvin yang sudah selesai mandi, dia keluar kamar. Dia akan menghampiri keberadaan istrinya. Namun dibuat terkejut saat tahu bahwa istrinya yang ternyata sedang mengelap perabot di ruang depan. Padahal itu pekerjan pembantu.
''Sayang, kenapa kamu bersih-bersih rumah? Ini itu pekerjaan bibi oh,'' kata Alvin.
''Iya, Mas. Tapi aku tidak mau jika hanya berdiam diri. Ini niatku sendiri kok untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah.
''Memangnya sudah makan? Kok sudah pegang lap?''
''Belum, aku nungguin Mas Alvin,'' jawabnya.
Avin menyingkirkan kain lap yang ada di tangan istrinya. Lalu dia menggandeng istrinya menuju ke ruang makan.
''Kita sarapan sekarang!'' ucap Alvin.
Alvin dan Nirmala, keduanya cuci tangan di wastafel yang ada di dapur. Lalu mereka ke ruang makan, dan duduk saling berhadapan. Terlihat Pak Sanjaya juga keluar dari kamarnya lalu bergabung dengan mereka.
Nirmala terlihat perhatian sekali. Dia mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya Padahal suaminya tidak menyuruhnya, namun itu inisiatifnya sendiri.
''Beruntung sekali mempunyai istri seperti kamu, sayang. Terima kasih ya karena sudah begitu perhatian kepada suamimu ini.''
''Sama-sama, Mas. Aku hanya ingin menjalankan tugasku sebagai istri yang baik."
__ADS_1