Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Eposode.39


__ADS_3

Alvin, ayahnya, dan istrinya sedang duduk bersama. Sekarang Pak Sanjaya sudah tidak bersikap dingin lagi kepada Nirmala. Bahkan selalu bertegur sapa.


''Vin, bagaimana perusahaan?'' Pak Sanjaya bertanya kepada anaknya.


''Perkembangan perusahaan semakin pesat, Pah.''


''Syukurlah, Papah senang mendengarnya, Nak. Sekarang papah tidak lagi meragukan kemampuanmu. Papah yakin ke depannya perusahaan kita akan semakin maju.''


''Iya, Pah. Semua ini tentunya atas doa-doa istriku,'' Alvin melirik istrinya yang duduk disebelahnya.


''Kita harus berterima kasih kepada sang pencipta, Mas. Karena Mas Alvin bisa sesukses ini juga karena kehendaknya.''


''Iya, sayang. Oh iya, tadi Mas di tawarin rumah. Menurut kamu bagaimana jika kita membeli rumah baru?'' Alvin menanyakan pendapat kepada istrinya.


Belum juga Nirmala menjawab, Pak Sanjaya sudah angkat bicara.


''Papah tidak setuju jika sampai kalian pindah rumah. Menetaplah disini, Nak. Jika kalian tidak ada, pasti papah akan kesepian,'' ucap Pak Sanjaya.


''Apa yang papah katakan ada benarnya juga, Mas. Lagian kita sebagai anak sudah sepantasnya hidup bersama orang tua dan merawatnya,'' ujar Nirmala.


''Baiklah, Mas menurut saja apa maumu. Lagian jarang loh istri yang mau ikut sama mertuanya,. Pasti kebanyakan ingin punya rumah sendiri.''


''Aku itu sudah tidak memiliki keluarga selain kamu sama Papah, jadi lebih baik kita tinggal disini saja.''


''Kamu memang istri terbaik,'' Alvin memeluk istrinya yang duduk di sebelahnya.


''Papah ingin kita terus seperti ini, Nak. Bersama-sama menemani masa tua papah,'' ucap Pak Sanjaya.


Di tengah-tengah obrolan mereka, Alvin berpamitan kepada istri dan ayahnya. Dia harus pergi keluar sebentar untuk bertemu klien. Karena tadi siang sudah di jadwalkan jika malam ini dia ada pertemuan dengan klien.


''Memangnya harus pergi sekarang juga, Mas?''


''Iya, sayang. Kamu mau ikut?''


''Tidak deh, aku di rumah saja.''


''Hati-hati, Nak.'' ucap Pak Sanjaya.


''Iya, Pah.'' Alvin beranjak dari duduknya lalu pergi ke kamar untuk bersiap. Nirmala juga mengikuti suaminya pergi ke kamar.


Beberapa jam kemudian.


Sudah hampir tiga jam Alvin pergi, namun sampai sekarang belum pulang juga. Nirmala merasa khawatir dengan suaminya. Dia juga sudah beberapa kali menghubunginya, namun nomor suaminya tidak aktif.


'Kemana Mas Alvin? Kenapa susah sekali di hubungi?' batin Nirmala.


Nirmala tampak mondar-mandir di depan rumah. Dia sangat khawatir, takut jika terjadi sesuatu dengan suaminya. Cukup melelahkan berdiri terus di depan rumah. Apalagi angin malam terasa begitu dingin.


Baru juga hendak menutup pintu, Nirmala mendengar suara mobil memasuki halaman rumah. Dia kembali keluar untuk melihat siapa yang datang. Nirmala bernapas lega saat melihat ternyata mobil suaminya yang datang.


NIrmala menghampiri suaminya yang baru turun dari mobil.

__ADS_1


''Mas, kamu kok lama sekali? Aku mencemaskanmu.''


''Baru di tinggal beberapa jam saja sudah kangen. Senang deh kalau ada yang ngangenin,'' Alvin merengkuh pinggang istrinya, lalu mengajaknya masuk ke dalam rumah.


''Mas mau aku buatkan kopi atau teh, atau mau makan mungkin?'' Nirmala yang tahu suaminya baru pulang, dia mengira mungkin saja suaminya menginginkan sesuatu.


''Tidak perlu, sayang. Mas sudah kenyang tadi makan di luar.''


''Baiklah, kalau begitu kita langsung istirahat saja.


Mereka berdua berjalan beriringan menuju ke kamarnya yang berada di lantai atas.


..............


Nirmala yang sedang bersantai di taman belakang, dia mendengar Pak Alex memanggilnya dari arah belakang. Nirmala menatap ke sumber suara.


"Ada apa, Pah?" tanya Nirmala.


"Nak, barusan Alvin telepon Papah. Alvin bertanya kenapa nomor kamu tidak aktif.''


''Oh iya ponselku di kamar tidak aku aktifkan. Memangnya Mas Alvin mengatakan apa, Pah?''


''Katanya dia ingin mengajak kamu makan siang di luar.''


''Benarkah? Kalau begitu Mala mau tanya sendiri deh sama mas Alvin. Mala ke kamar dulu ya, Pah.''


''Iya, Nak.''


Sesampainya di kamar, Nirmala menyalakan ponselnya. Dia langsung menelepon nomor suaminya.


''Hallo, sayang.'' ucap Alvin dari seberang sana.


''Mas, memangnya benar ya jika kamu tadi menghubungiku.''


''Benar, sayang. Tapi nomor kamu tidak aktif. Jadi kamu mau tidak jika kita makan siang bersama?''


''Boleh, Mas. Kalau boleh tahu, makan siangnya dimana?''


''Di restoran yang biasa kita kunjungi saja.''


''Baiklah, Mala akan langsung bersiap, Mas.''


''Oke, Mas tunggu, sayang.''


Setelah selesai berteleponan dengan suaminya, Nirmala segera bersiap. Nirmala membuka lemarinya, mencari pakaian terbaiknya. Dia ingin siang ini terlihat lebih cantik dari biasanya.


Nirmala sudah beberapa kali melihat video tutorial make up, sehingga dia sudah bisa memakai make up sendiri.


Hanya dalam hitungan menit, Nirmala sudah tampak cantik. Dia segera bersiap untuk pergi ke restoran langganannya. Tak lupa dia menghubungi suaminya terlebih dahulu, dan memberitahukan jika saat ini dia sedang berada di perjalanan.


Sesampainya di restoran, Nirmala meminta sopirnya untuk pulang terlebih dahulu. Nanti dia bisa meminta suaminya untuk mengantarnya pulang.

__ADS_1


Nirmala yang hendak masuk ke restoran, dia mendengar ada seseorang yang memanggilnya dari arah belakang. Nirmala menoleh, dia melihat suaminya yang sedang melangkah mendekatinya.


''Mas, kamu sudah sampai?''


''Iya, sayang. Kamu juga baru sampai ya?''


''Iya, Mas. Aku baru sampai.''


Alvin merengkuh pinggang istrinya. Mereka berjalan berdampingan memasuki restoran.


''Sayang, kita duduk dimana?" Alvin tampak menatap kanan kirinya melihat tempat yang kosong.


''Disitu saja, Mas.'' Nirmala menunjuk meja paling belakang.


Alvin menarik kursi, lalu meminta istrinya untuk duduk.


''Silakan duduk!'' ucapnya, sambil tersenyum.


''Perhatian sekali sih suamiku ini.''


''Harus dong, sayang.''


Nirmala memegng daftar menu yang ada di atas meja.


''Mas, mau pesan apa?''


''Terserah kamu saja, sayang.''


Nirmala sudah memesan makanan. Sambil menunggu pesanan, mereka saling mengobrol.


Dari depan pintu masuk, terlihat Cantika yang baru datang. Saat mengedarkan pandangan, tak sengaja dia melihat Alvin dan Nirmala yang sedang duduk sambil mengobrol. Ada sedikit rasa iri di dalam hatinya.


'Awas saja kalian, aku tidak akan diam saja melihat kalian bahagia,' batin Cantika.


Cantika tak jadi masuk ke restoran, dia memilih untuk pergi karena selera makannya mendadak hilang saat melihat Alvin dan Nirmala.


Alvin dan Cantika masik asyik mengobrol.


''Sayang, bagaimana jika kita pergi bulan madu. Selama ini kita belum pernah pergi kemana pun.''


''Terserah kamu saja, sayang, jika memang ada waktu, aku nurut saja.''


''Oke, nanti aku akan mengaturnya. Maunya sih dalam minggu ini kita langsung pergi.''


Obrolan keduanya terhenti saat datang seorang waiters membawakan minum pesanan mereka.


''Silakan minumnya!''


''Terima kasih, Kak.'' ucap Nimala.


Tak lama waiters lain juga datang dengan membawa makanan pesanan mereka. Keduanya menghentikan obrolan dan lebih fokus melahap makanan mereka.

__ADS_1


__ADS_2