Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Bab 72 ( Kembali menginjakan kaki di Tanah kelahiran )


__ADS_3

Satu minggu sudah Radit dan Kirana mengarungi bahtera rumah tangga, dan hari ini Radit akan mengajak Kirana berangkat ke Jakarta untuk mengambil pakaian juga barang-barang penting milik Radit.


"Bu, apa benar Ibu gak mau ikut sama kami?" tanya Kirana yang mengajak Bu Arum supaya ikut dengannya pergi ke Jakarta.


"Tidak Nak, Ibu saat ini sedang tidak enak badan," jawab Bu Arum yang sebenarnya takut jika sampai bertemu dengan Daddy Wijaya, meskipun Kirana bilang tidak akan menemui orangtuanya dulu karena mereka belum siap, padahal saat ini Radit dan Yolanda sudah resmi bercerai.


"Kalau begitu Ibu hati-hati ya di rumah, Kirana juga cuma beberapa hari saja tinggal di sana."


"Kirana tidak usah khawatir, di sini ada Tita dan Rahma yang akan menemani Ibu. Semoga kalian selamat sampai tujuan ya, Nenek pasti akan merindukan Kaisar," ujar Bu Rima dengan memeluk tubuh Kaisar.


Kirana, Radit dan Kaisar kini berangkat menuju Jakarta dengan perasaan Kirana yang tidak menentu, karena sudah dua tahun lamanya Kirana tidak menginjakan kaki di tanah kelahirannya.


Radit yang mengerti tentang perasaan Kirana, kini menggenggam erat tangan istrinya tersebut untuk memberikan kekuatan.


"Sayang, semuanya pasti akan baik-baik saja, apa pun yang terjadi kita akan menghadapinya bersama," ujar Radit.


"Terimakasih Yah, semoga kita bisa melewati semuanya."


Sepanjang perjalanan, Kaisar terus saja berceloteh, apalagi Kaisar sudah mulai belajar bicara, sehingga suasana dalam mobil pun menjadi ramai, dan mereka bertiga begitu bahagia.


Tiga jam kemudian, mereka bertiga telah memasuki Kota Jakarta, dan Radit saat ini melajukan mobilnya menuju kediaman Wijaya.


"Yah, bukannya ini adalah jalan ke rumah Daddy?" tanya Kirana.


"Iya sayang, meskipun sekarang Bunda belum siap untuk menemui Daddy, setidaknya Bunda bisa melihatnya dari kejauhan, karena biasanya jam segini Daddy sedang berada di halaman," ujar Radit.


Radit kini menepikan mobilnya di luar gerbang kediaman Wijaya, dari kejauhan mereka melihat orangtua Kirana yang saat ini sedang berada di luar rumah.


Kirana langsung menitikkan airmata ketika melihat dua orang yang sangat ia rindukan.


Mom, Dad, Kirana kangen sekali sama kalian, ucap Kirana dalam hati. Kirana merasa sedih, karena saat ini tubuh Daddy Wijaya dan Mommy Santi terlihat kurus.


"Apa Bunda yakin tidak ingin menemui Daddy dan Mommy?" tanya Radit.


"Sekarang belum saatnya Yah, apalagi Bang Kenzo bilang kalau Daddy sangat syok ketika mendengar pengakuan Bang Kenzo tentang hubungannya dengan Yolanda, bahkan sampai sekarang Bang Kenzo masih takut untuk kembali bertemu dengan Daddy," jawab Kirana yang takut jika sampai terjadi sesuatu yang buruk kepada Daddy Wijaya.

__ADS_1


Setelah cukup lama memandangi kedua orangtuanya, Kirana pun menyuruh Radit supaya kembali melajukan mobilnya, apalagi saat ini Daddy Wijaya terus melihat ke arah mobil mereka.


Daddy Wijaya berlari untuk menghampiri mobil Radit ketika mobil tersebut kembali melaju, dan Mommy Santi merasa terkejut dengan yang dilakukan oleh Suaminya.


Mommy Santi kini mengejar Daddy Wijaya yang terjatuh di dekat gerbang rumah mereka.


"Dad, kenapa Daddy tiba-tiba berlari?" tanya Mommy Santi dengan membantu Daddy Wijaya untuk berdiri.


"Mom, barusan Daddy melihat Tuan Putri kita," jawab Daddy Wijaya dengan menangis.


"Mungkin Daddy salah lihat," ujar Mommy Santi.


"Tidak mungkin Daddy salah lihat, tidak mungkin Daddy salah mengenali Putri kesayangan kita, perempuan yang tadi berada di dalam mobil pasti Kirana, dia juga pasti merindukan Daddy, makanya Kirana melihat kita dari kejauhan," ujar Daddy Wijaya dengan tersenyum sekaligus menangis, hingga Mommy Santi tidak tega melihat Suaminya yang bersikap seperti itu.


"Sekarang sebaiknya kita masuk ke dalam rumah Dad, kondisi kesehatan Daddy saat ini sedang tidak baik, jadi Daddy jangan terlalu banyak pikiran."


Mommy Santi menggandeng tubuh Daddy Wijaya untuk masuk ke dalam rumah, meskipun Daddy Wijaya bersikeras ingin mengejar mobil yang ditumpangi oleh Kirana.


Daddy Wijaya saat ini terlihat memikirkan sesuatu, sampai akhirnya Daddy Wijaya kembali angkat suara.


Apa benar yang tadi Daddy lihat adalah Kirana dan Radit? aku harus segera menanyakannya kepada Kenzo, karena Kenzo pasti tau sesuatu, ucap Mommy Santi dalam hati.


"Dad, mobil seperti itu kan bukan hanya Radit saja yang punya, lagian Daddy tau sendiri kalau Radit saat ini sedang berada di Sukabumi," ujar Mommy Santi.


Daddy Wijaya terus saja melamun, sampai akhirnya Kevin datang menghampiri kedua orangtuanya.


"Mom, apa yang terjadi sama Daddy?" tanya Kevin.


"Daddy hanya sedang tidak enak badan saja, sebaiknya sekarang kita ke luar karena ada yang ingin Mommy bicarakan," ujar Mommy Santi, kemudian mengajak Kevin untuk keluar dari kamarnya.


"Mom, apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Daddy terus saja melamun?" tanya Kevin yang sudah merasa penasaran.


"Sebenarnya saat kami berdua berada di luar, tiba-tiba Daddy berlari ke arah gerbang, sampai akhirnya Daddy terjatuh. Saat Mommy menanyakan alasan Daddy berlari, Daddy bilang kalau Daddy melihat Kirana yang melihat ke arah kami dari dalam mobil yang berada di luar gerbang, bahkan Daddy berkata kalau mobil tersebut mirip dengan mobil milik Radit, apa Kakak tau tentang kabar Kirana saat ini?" tanya Mommy Santi.


"Sepertinya benar kalau yang tadi Daddy lihat adalah Kirana, karena Bang Kenzo bilang kalau hari ini Radit akan membawa Kirana dan Kaisar untuk mengambil pakaian serta barang-barang penting milik Radit," jawab Kevin, sehingga membuat mata Mommy Santi langsung berbinar.

__ADS_1


"Kak, kalau begitu sekarang Kakak antar Mommy untuk bertemu Tuan Putri kita, Mommy sangat merindukan Kirana, apalagi kami sudah dua tahun tidak bertemu," ujar Mommy Santi.


"Ya sudah, kalau begitu sekarang Kevin siap-siap dulu ya Mom, saat ini Kirana dan Kaisar pasti sudah Radit bawa ke rumah orangtuanya."


......................


Kirana, Radit dan Kaisar saat ini telah sampai di kediaman Prawira, dan Mama Sarah sudah terlihat menunggu kedatangan mereka di halaman rumah.


"Assalamu'alaikum Ma," ucap Kirana dan Radit dengan mencium punggung tangan Mama Sarah, kemudian memeluk tubuh beliau.


"Wa'alaikumsalam sayang, Alhamdulillah akhirnya Mama bisa ketemu lagi sama kalian. Kaisar sayang, Nenek kangen banget," ujar Mama Sarah dengan memeluk tubuh Kaisar, kemudian menggendongnya.


"Kami juga kangen sekali sama Mama. Oh iya, Papa mana Ma?" tanya Kirana.


"Papa sebentar lagi juga pulang, tadi Papa berangkat dulu ke Rumah Sakit untuk menangani Pasien darurat. Sayang, yuk masuk, Mama udah masak yang banyak buat kalian," ajak Mama Sarah yang tidak mau lepas dari Kaisar.


"Makasih ya Ma, Kirana jadi gak enak udah ngerepotin."


"Jangan bicara seperti itu sayang, Kirana sekarang kan udah jadi Anak Mama juga. Mau makan sekarang apa nungguin Papa?" tanya Mama Sarah.


"Nungguin Papa saja Ma," jawab Kirana.


Saat ini mereka duduk terlebih dahulu di ruang tamu untuk menunggu Papa Farhan pulang, sampai akhirnya terdengar suara bel yang berbunyi.


Tadinya Mama Sarah ingin membuka pintu terlebih dahulu tapi Kirana melarangnya.


"Biar Kirana saja Ma," ujar Kirana dengan melangkahkan kaki untuk membukakan pintu, sampai akhirnya Kirana diam mematung ketika melihat sosok seseorang yang saat ini berada di hadapannya.


*


*


Siapa kira-kira orang tersebut?


Terimakasih bagi yang sudah berkenan baca Karya receh saya, jangan lupa like nya, mau kasih Hadiah juga Author gak bakalan nolak, 🙈🙏

__ADS_1


__ADS_2