
Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya Alvin dan Nirmala sampai juga di rumah. Alvin melirik istrinya yang sedang tidur terlelap. Terlihat sekali jika istrinya itu sedang kelelahan. Alvin memegang pipi istrinya lalu mengusap pelan.
''Sayang, bangun! kita sudah sampai,'' Alvin mencoba untuk membangunkan istrinya.
Nirmala terusik karena merasakan sentuhan di wajahnya. Dia membuka ke dua matanya. Nirmala menatap ke samping, melihat suaminya yang sedang menatapnya sambil tersenyum.
"Kita dimana?" tanya Nirmala dengan suara khas bangun tidur.
"Kita sudah sampai, sayang."
"Benarkah?"
"Benar, lihat saja ke luar!"
Nirmala menatap ke luar, ternyata benar saat ini mereka sudah berada di depan rumah Pak Sanjaya. Ke duanya keluar dari mobil. Alvin menggandeng tangan istrinya mendekati pintu masuk rumah. Untuk barang bawaan mereka, nanti Alvin bisa menyuruh pembantunya untuk menurunkan dari mobil.
Tok tok
Alvin mengetuk pintu rumahnya. Dia mencoba membuka pintu itu dan ternyata tidak terkunci. Alvin masuk ke rumah dengan masih menggandeng tangan istrinya.
Terlihat Pak Sanjaya yang hendak ke depan. Kebetulan tadi mendengar ketukan pintu dan membuatnya berniat untuk melihat siapa yang datang. Pak Sanjaya terlihat senang melihat anak dan menantunya datang bersamaan. Lalu tatapannya tertuju ke perut Nirmala yang terlihat membuncit.
"Mala, akhirnya kamu kembali lagi ke rumah ini. Papah senang kamu berkumpul lagi bersama kami," ucapnya sambil menatap Nirmala. Lalu Pak Sanjaya kembali bertanya. "Apa kamu hamil cucu papah?"
"Iya, Pah. Mala hamil cucu papah," jawabnya.
Pak Sanjaya berucap syukur atas kabar bahagia yang dia dengar. Semoga ke depannya bisa terus berbahagia bersama dengan anak, menantu, dan cucunya.
"Jika kamu hamil? Kenapa kamu pergi dari rumah?"
"Saat itu Mala tidak tahu jika sedang hamil, Pah."
"Di lanjut nanti saja kita mengobrolnya, Pah. Kasihan istriku ini kelelahan ingin istirahat," Alvin menyahut obrolan mereka.
Pak Sanjaya menyuruh mereka untuk pergi ke kamar. Sama sekali tak menyangka jika menantunya kembali dengan keadaan sudah hamil lagi. Tentu Pak Sanjaya merasa sangat senang. Bahkan berniat memberikan kejutan untuk menantunya.
"Apa ya yang cocok di kasih ke Mala," gumam Pak Sanjaya yang merasa bingung.
.....
.....
Alvin sedang asyik memandang wajah cantik istrinya yang sedang terlelap. Namun teralihkan saat dia mendengar ponsel miliknya berdering. Alvin menyambar ponsel di atas nakas. Dia melihat ada panggilan masuk dari rekan bisnisnya. Alvin mengangkat panggilan itu. Ternyata rekan bisnisnya memberitahukan jika tadi sudah mengirimkan undangan ke alamat rumah Alvin. Itu berupa undangan pesta ulang tahun rekan bisnisnya itu. Alvin di minta untuk datang kesana.
"Sepertinya aku harus tampil serasi dengan istriku," gumam Alvin sambil menyunggingkan senyumnya.
"Emm ... " terlihat Nirmala yang baru mengerjapkan matanya. Nirmala memperhatikan suaminya yang sedang senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
''Selamat pagi sayangku.''
Duh betapa bahagianya Nirmala bangun tidur di suguhkan dengan ketampanan suaminya yang luar biasa. Tentu ini hal yang dia rindukan sejak beberapa minggu yang lalu. Saat jauh dari suaminya, untuk tidur saja dia susah. Dia selalu mempunyai keinginan untuk tidur dengan di peluk oleh suaminya. Namun keinginan itu baru terwujud.
Nirmala meraba wajah tampan suaminya. Dia menggunakan kesempatan ini untuk sepuasnya memandang wajah tampan orang yang dia cintai.
''Mas, kamu kok tampan sekali?''
''Suamimu ini memang tampan, sayang. Memangnya kamu baru menyadari?''
''Sejak dulu Mas Alvin sudah tampan, tapi kali ini lebih tampan. Awas saja kalau Mas Alvin tergoda sama wanita di luar sana yang lebih cantik dari Mala.''
''Tidak ada yang lebih cantik dari kamu, sayang. Mas janji tidak akan memperlihatkan senyuman Mas ini kepada wanita di luar sana. Cukup kamu saja wanita yang boleh melihat senyuman suamimu.''
''Benar nih?''
''Iya, sayang.'' Alvin kembali berbaring di samping istrinya. Lalu dia memeluk istrinya.
''Mas Alvin kenapa peluk Mala? Tapi kok Mas Alvin sudah wangi?'' Nirmala menghirup aroma tubuh suaminya. Dia paham dengan bau itu, sabun yang suaminya pakai bagai aroma parfum.
''Mas sudah mandi jadinya sudah wangi.''
''Ah makin cinta deh sama suamiku.''
''Mas juga makin cinta sama kamu, sayang.'' Alvin mendaratkan ciumannya di kening istrinya.
''Mas, buka pintu tuh ada yang datang!''
''Baik, sayangku.'' Alvin segera turun dari atas tempat tidur. Begitu juga Nirmala yang ikut turun dari sana.
Alvin melihat ayahnya berdiri di depan pintu.
''Ada apa, Pah?'' tanya Alvin.
''Cepat keluar! Ada yang ingin papah bicarakan sama kalian,'' ucapnya.
''Apa itu?''
''Ikut saja!''
''Sebentar, Alvin mau panggil Mala dulu.''
Nirmala pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah itu dia bersama suaminya pergi keluar untuk menemui Pak Sanjaya.
Alvin dan Nirmala sudah duduk di hadapan Pak Sanjaya.
''Papah mau bicara apa sama kita?'' tanya Alvin.
__ADS_1
Pak Sanjaya mengambil kotak berwarna hitam berukuran kecil lalu memberikannya kepada Nirmala.
''Ini papah ada hadiah untuk Mala dan calon cucu papah,'' ucapnya.
''Apa ini, Pah?'' Nirmala mengambil kotak kecil itu dan memperhatikannya.
''Buka saja, Nak.''
Nirmala membuka kotak itu dan melihat isinya yang ternyata sebuah kunci.
''Ini kunci mobil?'' Nirmala menatap mertuanya yang duduk di hadapannya.
''Benar, Nak. Itu kunci mobil.''
''Untuk Alvin mana?'' kini giliran Alvin yang meminta hadiah kepada ayahnya.
''Untuk kamu tidak ada jatah, Vin. Kan yang hamil juga istrimu bukan kamu.''
''Iya deh, Alvin hanya becanda saja kok.''
''Terima kasih, Pah. Papah baik sekali sama Mala,'' ucap Nirmala.
''Sama-sama, Nak. Ayo kita keluar! Kita lihat mobil kamu,'' ajaknya.
Mereka bertiga pergi keluar rumah. Pak Sanjaya mendekati sebuah mobil yang terparkir di depan rumah. Namun di atasnya ada penutupnya sehingga mobil itu tidak terlihat bentuknya.
Ke dua mata Nirmala berbinar saat melihat sebuah mobil BMW berwarna merah. Bukan hanya Nirmala yang terlihat suka dengan mobil itu, namun Alvin juga senang melihat mobil warna merah itu. Ayahnya memang pintar dalam hal memilih.
''Ini bagus sekali mobilnya, Pah.'' Nirmala mendekati mobil barunya lalu memeluknya.
''Sayang, kita foto dulu yuk di depan mobil,'' ucap Alvin.
''Jangan narsis deh, Mas. Nanti di kira pamer.''
''Ayolah, sayang. Sesekali kita foto bertiga sama papah juga.''
''Papah setuju, Nak.'' sahut Pak Sanjaya.
Akhirnya Nirmala mau untuk foto bertiga. Alvin mengambil ponsel miliknya lalu mulai mengambil beberapa foto mereka.
''Pah, Alvin boleh cobain mobil ini tidak?''
''Jangan dulu, Nak. Kita bikin syukuran dulu untuk mobil baru ini.''
''Kenapa harus pakai syukuran segala sih, Pah?''
''Menurut saja, Mas. Lagian kalau kita mau memaki sesuatu itu pasti terlebih dahulu berdoa. Begitu juga dengan mobil, kita doakan dulu biar kita selalu aman jika berkendara,'' ucap Nirmala yang tampak setuju dengan saran Pak Sanjaya.
__ADS_1
Alvin hanya menganggukkan kepalanya.