
Nirmala terbangun dari tidurnya. Tadi setelah memadu kasih, dia tertidur karena kelelahan. Begitu juga dengan suaminya yang ikut tidur di sampingnya. Nirmala menatap suaminya yang masih terlelap. Tiba-tiba terlintas di ingatannya kegiatan panas mereka. Nirmala menutupi wajahnya dengan tangan karena dia malu sendiri saat mengingatnya.
Nirmala beranjak dari atas tempat tidur. Dia akan membersihkan diri sebelum suaminya terbangun.
Nirmala yang sudah berada di dalam kamar mandi. Dia bercermin menatap tubuhnya yang ternyata banyak tanda merah, terutama di bagian leher.
"Jika begini aku malu kalau keluar rumah," gumam Nirmala.
Beberapa menit kemudian Nirmala keluar dari kamar mandi dengan sudah berpakaian rapi. Kebetulan tadi dia membawa pakaian gantinya ke kamar mandi.
Nirmala mendekati suaminya yang masih tidur, lalu dia membangunkannya.
"Mas, cepat bangun! Sekarang sudah sore loh," Nirmala menepuk pelan lengan suaminnya.
Setelah beberapa kali mencoba membangunkan, akhirnya Alvin terbangun juga.
Alvin yang baru membuka matanya, dia tersenyum menatap istrinya.
"Sayang, kok kamu bangunin Mas sih? Masih mengantuk loh," Alvin berucap sambil sedikit menguap.
"Tapi sekarang sudah sore, Mas."
"Masih mengantuk, sayang. Nanti saja ya," Alvin masih enggan beranjak dari atas tempat tidur.
"Jangan malas dong, Mas." Nirmala tetap memaksa suaminya agar mau bangun.
Dengan lesu Alvin mendudukkan dirinya di atas kasur.
Nirmala menutupi wajahnya dengan tangannya saat melihat suaminya yang bertelanjang dada. Alvin memang tidak memakai pakaian, karena tadi habis olahraga siang, dia merasa gerah. Sehingga tidur tanpa memakai pakaian.
__ADS_1
''Aku mau siapkan pakaian ganti dulu untuk Mas Alvin,'' Nirmala memutar tubuhnya. Dia melangkah mendekati lemari dan akan mengambilkan pakaian ganti untuk suaminya.
Alvin menghampiri istrinya yang sedang fokus mencari pakaian ganti untuknya.
''Sayang, kamu wangi sekali,'' Alvin memeluk istrinya dari belakang. Dia menghirup aroma wangi dari tubuh istrinya.
''Aku sudah mandi ya wangi. Lepaskan! Mas Alvin mandi dulu, baru boleh pegang-pegang,'' Nirmala melepaskan tangan suaminya yang memeluknya.
''Baiklah,'' ucap Alvin dengan sedikit lesu.
Sesuai perintah istrinya, kini Alvin langsung saja memasuki kamar mandi.
Setelah menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya, Nirmala bercermin di depan meja rias. Lalu dia mengeringkan rambutnya dengan hair drayer. Setelah rambutnya kering, Nirmala langsung menyisirnya. Nirmala melihat tanda merah di lehernya sangat merusak penampilan.
"Semua ini gara-gara Mas Alvin,'' gumam Nirmala.
Nirmala mengambil foundation dari atas meja rias, lalu dia mengoleskannya ke leher yang ada bercak merahnya.
''Syukurlah. Akhirnya bisa tertutupi juga tanda ini,'' gumam Nirmala.
Nirmala melihat suaminya yang baru keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk saja untuk menutupi tubuhnya. Dia berniat keluar kamar karena malu jika melihat suaminya berganti pakaian.
''Sayang, kamu mau kemana?" tanya Alvin.
Nirmala yang hendak membuka pintu kamarnya, tak jadi karena mendengar suaminya memanggilnya.
''Mau keluar, memangnya kenapa, Mas?'' Nirmala menoleh ke belakang menatap suaminya.
''Keluarnya nanti saja bareng suamimu ini,'' pinta Alvin.
__ADS_1
''Tapi kan kamu mau berganti pakaian, Mas. Jadinya aku keluar saja.''
''Memangnya kenapa kalau berganti pakaian?'' Alvin sengaja mendekati istrinya yang masih berdiri di depan pintu kamar.
Nirmala menutupi wajahnya dengan kedua tangannya saat melihat suaminya berada di hadapannya. Alvin masih memakai handuk saja untuk menutupi tubuh polosnya. Alvin merasa gemas melihat tingkah istrinya.
''Kenapa tutup mata segala? Memangnya tidak mau melihat badan kekar suami sendiri?''
''Mas, cepat deh ganti pakaian! Jangan menggodaku terus.''
''Siapa yang menggodamu, sayang? Mas hanya mau menawarkan diri.''
''Tapi aku malu melihat Mas Alvin yang hendak berganti pakaian,'' Nirmala masih saja menutupi wajahnya dengan tangan.
''Kenapa harus malu? Semua yang ada di tubuh Mas ini milik kamu loh. Apalagi si otong kesayangan.''
Nirmala membuka kedua tangannya yang menutupi wajahnya. Sekarang dia memberanikan diri untuk menatap suaminya yang berdiri dihadapannya.
''Siapa otong? Kenapa adi kesayangan Mas Alvin? Jangan-jangan Mas Alvin berselingkuh di belakangku,'' Nirmala menatap suaminya penuh curiga.
''Kamu jangan menuduh dong, sayang. Otong itu dia,''Alvin menunjuk bagian bawahnya.
Nirmala terbelalak saat melihat suaminya menunjuk bagian bawahnya yang tertutup handuk.
''Kamu me sum sekali sih?''
''Kalu tidak me sum, tidak bisa menidurimu dong, sayang.'' Alvin tetap bisa menjawab apa yang di lontarkan oleh istrinya.
''Aku keluar beneran nih. Mending Mas Alvin gantai pakaian dulu sana!'' dengan cepat Nirmala membuka pintu kamarnya, lalu dia pergi dari hadapan suaminya.
__ADS_1
Alvin tersenyum menatap pintu kamarnya yang sudah kembali tertutup rapat. Ternyata mengusili istrinya merupakan kebahagiaan tersendiri untuk dirinya.