Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Bab 89 ( Hamil lagi )


__ADS_3

Mommy Santi yang melihat Tita, langsung saja menghampirinya.


"Kak, ini Tita kan calon Menantu Mommy?" tanya Mommy Santi kepada Kevin.


Tita yang malah melihat Kenzo kini menghampiri Kenzo yang terlihat menggendong Aurora.


"Kenapa atuh Aa Kevin teh bohong sama Tita, katanya Aa Kevin belum menikah, tapi kenapa sekarang tiba-tiba menggendong bayi?" tanya Tita, sehingga membuat semuanya geleng-geleng kepala melihat Tita yang sudah salah mengenali orang.


"Apa kamu pikir Bang Kenzo adalah Aku?" tanya Kevin yang saat ini menghampiri Tita, kemudian menyentil dahi Tita karena merasa kesal.


"Lho, kenapa Aa Kevin nya jadi ada dua?" tanya Tita, dan Kevin sampai menepuk Dahinya sendiri mendengar perkataan polos Tita.


"Apa kamu tidak bisa membedakan antara Aku dengan Bang Kenzo? padahal jelas-jelas gantengan aku jika dibandingkan dengan Bang Kenzo," ujar Kevin.


"Oh, jadi yang sudah punya bayi ini namanya Akang Kenzo," ujar Tita.


"Dulu kita kan sudah pernah bertemu Tita," ujar Kenzo.


"Tita Teh lupa atuh Akang."


"Ternyata benar perkataan Kirana, kalau Tita lebih lucu dari pelawak," ujar Mommy Santi dengan menggandeng Tita untuk duduk, sedangkan Rahma yang melihat Kevin kini menggandeng tangan Kevin, sehingga membuat Tita merasa cemburu.


"Rahma, kenapa atuh kamu ikutan pegangin tangan Aa Kevin?" tanya Tita.


"Rahma kan udah bilang sama Bibi kalau Om Kevin adalah Pangeran berkuda putih Rahma, sedangkan Bibi juga lebih memilih Pahlawan bertopeng, jadi Bibi cari saja Pahlawan bertopeng, Om Kevin kan tidak memakai topeng," jawab Rahma sehingga membuat semuanya tertawa.


Saat ini Papi Danu, Daddy Wijaya, dan juga Kenzo sedang membicarakan masalah bisnis, dan Papi Danu sudah berniat akan bekerjasama dengan perusahaan Daddy Wijaya.


"Wijaya aku akan menyerahkan perusahaan kepada Kenzo setelah Kenzo dan Yolanda menikah, karena aku tidak mempunyai penerus untuk mengelola perusahaan," ujar Papi Danu.

__ADS_1


"Kalau aku terserah Abang saja, karena aku juga masih mempunyai Kevin yang bisa mengelola perusahaan, sedangkan untuk mengelola Rumah Sakit, aku akan menyerahkannya kepada Radit."


"Bagaimana Nak, kamu bersedia kan menjadi penerus Papi?"


"Tentu saja Pi, kita juga bisa bekerjasama dengan Perusahaan Daddy, dan kita akan mengembangkan Perusahaan tanpa bersaing lagi," ujar Kenzo dengan terkekeh, sehingga Daddy Wijaya dan Papi Danu ikut tertawa mengingat kekonyolan mereka selama ini, karena mereka selalu saja bersaing dalam memperebutkan proyek.


"Dulu kita terlalu egois untuk mengakui kalau kita salah, tapi sekarang keegoisan itu hilang setelah kehadiran Cucu kita," ujar Papi Danu.


"Iya Danu, seharusnya kita memberikan contoh kepada Anak-anak kita supaya mereka hidup rukun, dan tidak memperebutkan sesuatu yang bisa menghancurkan segalanya. Semoga saja Tita juga tidak mengira Abang Kenzo sebagai Kevin terus, bisa bahaya kalau Kevin sampai marah," ujar Daddy Wijaya.


"Mana mungkin Kevin marah sama Bang Kenzo, mana berani Dad, bisa-bisa Kevin habis tuh sama Abang," celetuk Kevin yang baru ikut bergabung.


"Syukurlah kalau kamu sadar Vin, kamu tidak mau kan jadi Adik durhaka," ujar Kenzo dengan menepuk bahu Kevin yang saat ini duduk di sebelahnya.


"Oh iya Kak, Radit mana? ada yang ingin Daddy bicarakan sama Radit," tanya Daddy Wijaya.


"Radit sepertinya takut berpisah dengan Kirana, makanya Dia terus saja menempel sama istrinya. Daddy sih pake nyuruh Radit nerusin kuliah di luar Negeri segala,," jawab Kevin.


"Gitu dong Dad, kasihan Kirana kalau sampai jauh dari Radit, apalagi Kirana saat ini sedang hamil," ujar Kevin.


"Apa? jadi Daddy akan punya Cucu lagi? kenapa Kirana belum ngasih tau Daddy?"


"Kirana juga baru diperiksa barusan sama Kakak Ipar," jawab Kevin.


"Duh, aku kalah star nih sama Radit, padahal aku tadinya mau balapan buat bikin bayi," celetuk Kenzo.


"Bang, ingat, kamu sama Yolanda belum menikah, Princess Aurora saja masih kecil," ujar Papi Danu, dan Kenzo hanya nyengir kuda menanggapinya.


Daddy Wijaya yang mendengar perkataan Kevin kalau dirinya akan menjadi Kakek lagi, langsung menelpon Dokter Farhan untuk memberitahukan kabar gembira tersebut, dan kebetulan saat ini Dokter Farhan, Mama Sarah dan beberapa Dokter baru saja tiba di Sukabumi untuk mengantarkan peralatan medis, juga mengecek persiapan peresmian Rumah Sakit.

__ADS_1


Mama Sarah yang mendengar kalau dirinya akan menjadi Nenek lagi, sudah tidak sabar untuk pergi menemui Kirana.


Setelah selesai menelpon Dokter Farhan, Daddy Wijaya saat ini berlari untuk menghampiri Kirana.


"Sayang, apa benar kalau Daddy akan jadi Opa lagi?" tanya Daddy Wijaya dengan memeluk tubuh Kirana yang saat ini sedang bersandar di bahu Radit.


"Astagfirullah Dad, untung kami gak lagi ngapa-ngapain," ujar Radit yang terkejut dengan kedatangan Daddy Wijaya yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Memangnya siang-siang gini kalian mau ngapain?" tanya Daddy Wijaya dengan tatapan tajam.


"Mau tidur siang Dad," jawab Radit cengengesan dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Daddy Wijaya berniat untuk mengatakan tentang keputusannya kepada Radit dan Kirana.


"Radit, Daddy sekarang berubah pikiran dan tidak akan mengirim kamu untuk melanjutkan kuliah S2 di luar Negeri, tapi Daddy harap kamu akan melanjutkan kembali kuliah di Universitas terbaik di Indonesia, supaya kamu tetap bisa menjaga Putri dan Cucu-cucu kesayangan Daddy."


Radit dan Kirana yang mendengar kabar gembira tersebut langsung saja berpelukan, karena mereka tidak pernah menyangka kalau Daddy Wijaya yang keras kepala akan berubah pikiran.


"Ekhem, Dunia terasa milik berdua saja, apa kalian tidak melihat kalau Daddy masih ada di sini?" sindir Daddy Wijaya, sehingga Radit dan Kirana memeluk tubuh Daddy Wijaya.


"Makasih banyak ya Dad, Radit pasti akan selalu menjaga Kirana dan Anak-anak kami."


"Daddy percaya sama kamu Nak. Jangan pernah menyakiti Kirana ya, maaf jika sebelumnya Daddy sudah memberikan contoh yang tidak baik kepada kalian karena telah berniat menikahi Sekar Arum."


"Dad, manusia adalah tempatnya salah dan dosa, dan Kirana yakin kalau Daddy hanya khilaf saja, karena Kirana tau kalau Daddy tidak akan benar-benar melakukan Poligami. Daddy juga pasti tidak mau kan kalau Kirana terkena Karma dan mengalami hal yang sama. Semoga dijauhkan ya, karena tidak akan ada wanita yang rela dipoligami, dan tidak akan ada lelaki yang bisa adil dalam membagi cintanya."


"Iya sayang, maaf karena Daddy sudah egois dan hanya memikirkan perasaan Daddy saja."


Kirana, Daddy Wijaya dan Radit yang masih berbincang di dalam kamar Kirana, merasa terkejut karena tiba-tiba mendengar teriakan dari luar rumah, yang menyebut nama Kaisar.

__ADS_1


"Kaisar, Awas"


__ADS_2