
Alvin dan Nirmala sudah sampai di rumah sakit. Alvin mengajukan pemeriksaan istrinya di dahulukan. Tentu pengajuannya itu di setujui karena memang Alvin mempunyai koneksi di rumah sakit itu.
Alvin menemani istrinya masuk ke ruang pemeriksaan. Kini keduanya duduk bersebelahan. Sedangkan di depannya itu dokter yang akan memeriksa Nirmala.
''Jadi apa keluhannya, Bu?'' tanya dokter.
''Tadi pagi saya merasa sangat mual, Dok. Kepala saya juga pusing,'' ucap Nirmala.
''Apa bulan ini Ibu sudah datang bulan?"'
Sejenak Nirmala mengingat-ingat. Bulan ini dia belum datang bulan.
''Belum, Dok. Saya belum datang bulan,'' ucap Nirmala.
Dokter itu membuka laci mejanya lalu mengambil testpack.
''Ini ada testpack, silakan Ibu ke toilet yang ada di sebelah sana untuk mengeceknya. Karena menurut dugaan saya, saat ini ibu sedang hamil.''
''Hamil, Dok?" ucap Nirmala dan Alvin bersamaan. Mereka terlihat begitu senang setelah mendengar penuturan dari dokter.
''Itu baru dugaan saya.''
Nirmala mengambil testpack yang ada di atas meja, lalu dia pergi ke toilet yang ada disebelah kiri ruangan itu. Alvin menemani istrinya, namun dia hanya menunggu di depan pintu toilet.
Terlihat pintu toilet terbuka. Nirmala keluar dari toilet dengan menggenggam testpack yang dia sendiri juga belum melihat hasilnya. Nirmala sengaja tidak melihatnya karena dia ingin melihatnya bersama dengan suaminya.
''Sayang, bagaimana hasilnya?'' tanya Alvin.
''Aku belum melihatnya, Mas. Nanti saja melihatnya bareng sama kamu.''
''Coba lihat!''
Perlahan Nirmala membuka tangannya yang menggenggam tespack. Dia melihat garis dua di tespack miliknya.
''Garis dua, Mas.''
__ADS_1
''Itu tandanya kamu hamil, sayang.''
''Benarkah?'' Nirmala terlihat sangat senang.
''Coba saja tanya sama dokternya,'' pinta Alvin.
Kini keduanya kembali menghampiri dokter. Mereka duduk di kursi yang tadi mereka duduki. Nirmala memperlihatkan hasil pemeriksaannya kepada dokter.
''Ini hasilnya, Dok.''
''Ternyata ibu benar hamil. Selamat ya, dan untuk pemeriksaan lanjutan biar saya rekomendasikan ke dokter kandungan yang ada di rumah sakit ini. Sebentar, saya mau menghubunginya dulu,'' dokter itu langsung meraih ponselnya yang ada di atas meja, lalu mulai menghubungi dokter Lisa.
''Terima kasih, Dok.''
''Sama-sama, kalau begitu ayo ikut saya. Kita pergi ke ruang pemeriksaan kehamilan.''
''Baik, Dok.'' kata Nirmala.
Nirmala dan Alvin mengikuti kemana dokter itu pergi.
Kini mereka sampai di depan ruangan itu. Kebetulan bertepatan dengan Dokter Lisa yang membuka pintu.
''Selamat pagi, Bu. Mari masuk!'' ucapnya dengn ramah.
''Pagi juga, Dok.'' Nirmala melangkah masuk bersamaan dengan suaminya. Sedangkan dokter yang tadi mengantarnya, kembali ke ruang kerjanya.
Nirmala dan Alvin duduk bersebelahan dan di depan mereka dokter Lisa
''Ayo berbaring disana, Bu.'' pinta Dokter Lisa dan Nirmala langsung saja berpindah untuk berbaring di atas brankar pasien.
Dokter Lisa mulai memeriksa Nirmala. Alvin yang ada di ruangan itu, dia hanya menatap istrinya yang sedang di periksa.
Nirmala kembali pindah duduk di samping suaminya setelah selesai melakukan pemeriksaan.
"Selamat atas kehamilannya, Bu. Saya akan meresepkan vitamin untuk ibu," ucapnya, lalu mulai menuliskan beberapa obat yang harus di tebus oleh Nirmala.
__ADS_1
"Terima kasih, Dok."
"Sama-sama, Bu."
Setelah melakukan pemeriksaan, Nirmala langsung berpamitan untuk pergi. Dia dan Alvin keluar dari ruangan itu. Mereka akan menebus resep obat itu, lalu langsung pulang.
Nirmala dan Alvin sangat bahagia dengan kehadiran anak itu. Mereka sama-sama tak menyangka jika ternyata Nirmala sedang hamil.
Alvin berharap agar istrinya dan juga calon anaknya selalu dalam keadaan sehat.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil. Alvin melirik istrinya yang duduk di sebelahnya.
"Sayang, kita jadi beli buah tidak?"
"Jadi dong, Mas. Aku dan calon anak kita itu ingin makan buah-buahan biar sehat," ucapnya.
"Baiklah, mari kita belanja buah yang banyak," Alvin menyalakan mesin mobilnya. Dia mengendarai mobilnya keluar dari halaman rumah sakit.
Setelah mereka mampir ke toko buah, kini mereka langsung saja pulang. Untung saja jalanan tidak macet, jadi mereka bisa sampai lebih cepat.
Alvin dam Nirmala turun dari mobil. Mereka berjalan berdampingan sambil bergandengan tangan memasuki rumah.
Pak Sanjaya melihat kedatangan anak dan menantunya. Mereka terlihat sedang berbahagia.
"Kalian sudah pulang, Nak. Sepertinya kalian sedang bahagia nih?" Pak Sanjaya memperhatikan raut wajah keduanya.
Alvin dan Nirmala saling pandang, lalu mereka tersenyum.
"Iya, Pah. Kami sedang bahagia karena saat ini Mala sedang hamil," ucap Alvin.
"Benarkah?" Pak Sanjaya terkejut sekaligus bahagia.
"Benar, Pah." sahut Nirmala.
"Selamat ya, Nak. Akhirnya pernikahan kalian telah sempurna. Papah sudah tidak sabar menunggu anak itu lahir."
__ADS_1
"Sabar dong, Pah. Perut Mala juga masih rata," ucap Alvin.
Pak Sanjaya hanya tertawa kecil. Lalu dia mengajak anak dan menantunya untuk duduk bersama sambil mengobrol.