
Kebetulan hari ini hari libur. Nirmala bisa sedikit bersantai karena tidak harus melayani semua kebutuhan suaminya seperti jika hendak pergi ke kantor.
Nirmala beranjak dari atas tempat tidur. Dia pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah itu dia keluar kamar. Pagi ini dia berniat akan memasak untuk sarapan pagi.
Nirmala pergi ke dapur, dia menghampiri pembantunya yang berada disana.
''Bi, biar aku saja yang memasak pagi ini,'' ucap Nirmala.
''Baik, Non. Kalu begitu saya kerjakan pekerjaan lain,'' ucapnya.
Nirmala mulai menyiapkan bahan-bahan yang dia butuhkan. Dia berniat untuk memasak ayam kecap kesukaan mertuanya. Semoga saja dengan masakannya, dia bisa membuat mertuanya tidak bersikap dingin lagi kepadanya. Selain Ayam kecap, dia juga akan memasak sup dan ada juga sambal dan lalapan.
Cukup lama Nirmala berkutat di dapur. Akhirnya dia sudah menyelesaikan semua masakan itu. Dia menata semua menu yang dia masak ke atas meja makan. Setelah itu dia pergi ke kamar untuk membersihkan diri sekaligus membangunkan suaminya.
Nirmala tampak keluar dari kamar mandi. Namun dia sedikit merasa tak enak karena ternyata pagi ini dia mendapat tamu bulanan. Padahal baru dua kali dia dan suaminya melakukan hubungan.
Nirmala mendekati ranjang, dia membangunkan suaminya dengan cara menepuk pelan punggung suaminya.
''Mas, cepat bangun! Sekarang sudah pagi loh,'' ucap Nirmala.
Lama-kelamaan Alvin terbangun dari tidurnya. Dia menatap istrinya yang sedang berdiri di samping ranjang.
''Jam berapa, sayang? Mas masih mengatuk nih,'' kata Alvin, sambil menguap.
''Hampir jam setengah enam. Cepat Mas bangun! Aku sudah memasak enak loh untuk sarapan kita.''
Dengan lesu, Alvin beranjak dari atas tempatĀ tidur. Dia akan membersihkan diri terlebih dahulu. Dia harus bersikap baik kepada istrinya agar selalu diberi jatah. Karena setelah dua kali melakukan itu, dia merasa jika istrinya akan menjadi candunya.
Sambil menunggu suaminya selesai mandi, Nirmala berinisiatif untuk memebereskan kamarnya. Dia mengganti seprei dan selimut dengan yang baru.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Alvin keluar dari kamar mandi. Dia melihat pakaian gantinya yang ada di atas sofa. Saat melirik ke penjuru ruangan, ternyat istrinya sudah tidak berada disana,
''Dimana Mala?'' gumam Alvin.
Nirmala kembali ke kamar. Dia melihat suaminya yang sedang memakai pakaian.
''Sayang, kamu dari mana?"' tanya Alvin.
''Tadi habis menaruh sapu, Mas. Kebetulan tadi aku menyapu dan mengganti seprei.''
''Kok diganti sih? Sepreinya ada keringat kita loh. Lebih tepatnya keringat spesial.''
''Mas Alvin ada-ada saja. Mana ada keringat spesial?''
''Ada, sayang. Keringat pengantin baru itu keringat spesial loh.''
''Aneh semenjak menikah dengan kamu, sayang.''
''Enak saja, bukan aku loh yang membuat Mas Alvin aneh.''
''Memang bukan kamu, sayang. Tapi cinta kita.''
''Dari pada Mas Alvin bicara aneh, lebih baik kita langsung sarapan saja, Mas.''
''Ayo! Mas juga sudah tidak sabar untuk menyantap masakan kamu.''
Alvin dan istrinya pergi menuju ke ruang makan. Saat melewati kamar Pak Sanjaya, mereka melihatnya yang baru keluar dari kamarnya.
''Pah, ayo kita sarapan sama-sama,''' ajak Nirmala.
__ADS_1
''Iya, Nak. Sebentar!''
Nirmal dan Alvin langsung ke ruang makan. Sedangkan Pak Sanjaya memanggil pembantunya karena ingin meminta untuk di buatkan air putih hangat.
Pak Sanjaya duduk di depan anak dan menantunya. Sejak tadi tatapannya tak teralihkan dari menu yang ada di atas meja.
Terlihat Bi Marni membawakan air hangat yang Pak Sanjaya minta.
"Ini minumnya, Tuan." Bi Marni menaruh segelas air hangat di depan Pak Sanjaya.
"Terima kasih, Bi. Oh iya, siapa yang memasak semua ini? Ini terlihat sangat lezat loh," ucap Pak Sanjaya sambil sedikit menelan ludahnya sendiri.
"Semuanya Non Mala yang masak."
"Benarkah?"
"Benar, Tuan."
Pak Sanjaya mulai mencicipi ayam kecap yang ada di atas meja. Ternyata rasanya begitu nikmat. Lebih nikmat dari yang biasa di jual di restoran. Pak Sanjaya menatap menantunya yang duduk di hadapannya.
"Nak, ini enak sekali. Terima kasih ya sudah memasak makanan kesukaan Papah," ucap Pak Sanjaya kepada menantunya.
"Syukurlah jika papah suka masakanku. Nanti biar Mala memasak setiap hari saja kalau begitu."
"Iya, Nak. Papah tunggu menu-menu lainnya nanti."
"Oke, Pah. Nanti Mala akam memasak menu yang berbeda setiap harinya.
Alvin terlihat senang melihat ayahnya yang sepertinya sudah menerima Nirmala sebagai menantunya, dan tidak bersikap dingin lagi kepadanya.
__ADS_1