Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Empat belas.


__ADS_3

Di sisi Lain,Kenzo sedang menikmati waktu istirahatnya bersama dengan seorang wanita yang tak lain adalah kekasihnya.


" Sayang..."


" Hmm."


" Minggu depan kamu ada acara nggak?Liburan yuk..." Seru Zura dengan suara yang terkesan di manja manjakan.


Kenzo langsung terkesiap mendengar permintaan zura,pasalnya mana mungkin dia bisa menurutui keinginan kekasihnya itu,sedangkan minggu depan adalah hari resepsi pernikahannya dengan Lula.dia sendiri bingung harus memulai dari mana menjelaskan pada kekasihnya itu,jika dirinya sudah menikah,dan yang menjadi istrinya adalah lula adik kandung Azura.


" Zo..." panggil Zura sambil menyentuh rahang kokoh pria itu untuk menatap ke wajahnya." Kok bengong,kenapa?" tanya Zura dengan raut wajah heran


" Ehmm.." Sesaat kenzo berdehem untuk menetralkan suasana hatinya,yang tiba tiba mendadak cemas


" Kenapa sih Zo,apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku...?" tanya Zura dengan menatap serius kenzo


Kenzo menghela nafas dalam dalam lalu menganggukan kepala." Sebenarnya ada sesuatu yang ingin gue katakan sama Lo ra." ucapnya lirih


Kening Zura mengeryit." Sesuatu? maksudmu Apa Zo.?"


" Tapi gue minta Elo jangan marah dulu oke." Tutur kenzo


Zura mengangguk mantap." Oke,katakan !"


" Sebenarnya gue----.."


" Gue kenapa Zo.." sahut zura tak sabar


" Gue.."


" Ayo katakan kenapa.?" desak Zura


" Gue udah Menikah."


" APA.......!" Pekik Zura


Kedua bola matanya melotot seakan ingin keluar dari tempatnya.membuat Kenzo menghela nafas kasar,sambil menyugar rambut hitamnya ke belakang


" Please Lo tenang dulu Ra."


Buk


Buk


Buk


" Kamu jahat Zo jahat.!" Rancu Zura sambil terus memukul dada bidang kenzo,membuat kenzo sedikit kewalahan.


Zura terus meraung,menangis dan banyak mengumpat dan terus menyalahkan kenzo,yang tiba tiba menikah tanpa memberitahunya terlebih dulu.


" Tenang ra tenang,dengerim dulu penjelasan gue.." Ucap kenzo sambil berusaha mendekap tubuh Zura namun berkali kali ditepis kasar oleh wanita itu yang malah semakin menjadi jadi dengan isak tangisnya.


" Tega kamu Zo..kamu bilang kamu akan tetap mempertahankan hubungan kita,nyatanya kamu sekarang malah menikah dengan perempuan lain." Ujar Zura diantara isak tangisnya


" Maaf.." Lirih kenzo yang kini sudah mampu mengendalikan emosi Zura ke dalam dekapannya.


" Tapi gue berani sumpah Ra,ini semua bukan keinginan gue,gue terpaksa ngelakuin ini semua demi hubungan kita." Ucapnya lagi membuat Zura menarik tubuhnya dan kembali menatap kenzo dengan tatapan tak mengerti


" Maksudnya...?"


" Lo tau kan kalau bokap gue menentang hubungan kita.?"


Zura mengangguk.


" Dia ngancam gue bakal ngelakuin berbagai macam cara supaya gue pisah sama Lo,salah satunya dengan cara nikahin gue dengan anak dari bawahannya dikantor." tutur kenzo


" Lalu gimana nasib kelanjutan hubungan kita?kenapa kamu malah nerima permintaan bokapmu itu.?" tanya zura dengan mata berkaca kaca


Cup


Kenzo mengecup bibir wanita itu sekilas,lalu membelai wajah Zura dan membingkainnya."Lo tenang aja,gue bakal bikin wanita itu tidak betah jadi istri gue." Ujarnya sambil tersenyum penuh arti


" Maksudmu.?"

__ADS_1


" Gue bakal bikin dia nyesel karena udah nerima pinangan dari bokap gue buat jadi istri gue."


" Caranya.?" Tanya Zara dengan memicingkan kedua matanya


" Gue bakal siksa dia lahir dan batinnya !."


Bibir Zura langsung mengembang menampilkan senyum merekah tanda dia senang mendengar pernyataan dari kekasihnya itu.


"Baiklah kalau itu niatmu aku pasti akan mendukungmu,asal kamu tidak akan pernah mengingkari ucapan mu itu." Cetus Zura


Kenzo mengangguk." Percayalah,aku pastikan wanita itu akan masuk ke dalam permainanku yang bakal membuatnya menyesal seumur hidup."


" Emm tapi minggu depan tetap bisa kan berlibur bersama.?" tanya Zura kembali


Kenzo menggelengkan kepalanya.


" Lhoh kenapa?" Protes Zura


" Minggu depan bokap gue ngadain Acara resepsi pernikahan gue ra,sekaligus mengumumkan pernikahan gue di kalangan rekan bisnisnya.bahkan Acara resepsi pun Akan live di salah satu stasiun televisi." Ujar Kenzo dengan nada lirih


Membuat Air mata Zura jatuh lolos di pipi putih mulusnya,segera Kenzo mendekap tubuh wanita yang menjadi kekasihnya itu.


" Maafin gue Ra..." Lirih kenzo sambil terus mengecup pucuk kepala kekasihnya itu.


" Kamu tau nggak sih Zo,hatiku sakit mendengarnya."


" Iya gue tahu.." Seru Kenzo dengan suara serak menahan Amarah


" Mendengar kamu nikah aja udah bikin hatiku hancur,apa lagi sekarang aku harus dengan suka rela melihatmu bersanding di pelaminan bersama wanita lain dan disaksikan banyak orang.." Rancau Zura sambil menepuk nepuk dadanya yang terasa sesak." Hahh.....hiks hiks hiks.sakit.."


" Hentikan Ra,jangan sakitin tubuh Lo."


" Hati aku sakit Zo, sakit.!" Pekik Zura


" Tenang sayang tenang." Lirih kenzo yang tetap berusaha menenangkan kekasihnya..


" Ka kalau boleh tau si siapa wanita itu ..?" tanya Zura yang kini sudah menarik tubuhnya kembali dan menatap lekat lekat mata elang milik kenzo


" Kenzo julian..." panggil Zura dengan suara lirih namun terdengar bergetar


" Hmm."


" Katakan siapa wanita itu?"


Kenzo kembali diam namun pandangannya tetap lurus menatap wajah Zura yang sudah bersimbah air mata.


" Nanti Lo bakal tau sendiri."


" Aku maunya kamu beritahu aku sekarang Zo." Pinta Zura


" Sudahlah yang penting gue udah kasih tau Lo tentang pernikahan gue dan tujuan gue menikahi wanita itu.!" jawab Kenzo dengan tegas


" Tapi aku ingin tahu siapa wanita rendahan yang sudah berani merebutmu dariku?aku hanya ingin memastikan siapa dia." Cerca Zura


" Dia..." kenzo sejenak diam dan berpikir."


" Dia siapa..?" tanya Zura


" Dia tidak lebih baik darimu....!"


 


Sedang di tempat dimana Lula sedang bekerja,kali ini tempatnya menjadi salah satu cabang butik yang di kunjungi oleh Owner atau pemilik butik tersebut.


" Assalamualaikum,selamat pagi umi selamat datang di Butik Umamah store." Sapa Dua karyawati cantik berhijab sambil berdiri diambang pintu masuk Butik


Lula dan Rika memberi sapaan hangat penuh dengan rasa hormat pada pemilik toko butik tempat mereka bekerja.


Terlihat ada dua orang wanita beda generasi dan juga dua orang pria generasi yang kini tengah mengadakan kunjungan di butik seperti yang di bicarakan Lula dan rika tadi.


" Walaikum salam,selamat pagi juga.terimakasih atas penyambutannya." Jawab seorang Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan bertubuh langsing yang juga menggunakan pakaian berhijab,di susul beberapa orang di belakangnya.


" Silahkan masuk umi." ujar mbak mega selaku supervisor Lula dan Rika di toko butik muslimah tersebut

__ADS_1


Dan pintu pun terbuka lebar membuat ke empat pasang langkah kaki milik petinggi toko tersebut melenggang masuk menyusuri ke dalam butik yang lumayan cukup luas karena bangunannya terdiri dari dua lantai.


lantai bawah di isi beberapa pakaian muslim dewasa lengkap dengan Aksesoris dan beberapa makanan khas arab,dan juga kosmetik.sedangkan lantai atas diisi dengan berbagai pakaian muslim anak kecil hingga pakaian muslim remaja baik pria maupun wanita.


" Wah..toko nya bersih ya Kal, Rapi lagi." Ujar wanita cantik yang menjadi owner butik tersebut,beliau biasa di sapa Umi maryam.


" Hmm." Jawab Acuh laki laki berparas cukup tampan dan berpawakan tinggi sambil tetap fokus menatap layar ponsel miliknya.dia adalah Haikal Al ghifari. putra satu satunya Umi Maryam Safanah.


Tuk


Dengan Geram Umi maryam mengetuk kening sang putra,membuat putranya menatapnya dengan tatapan protes


" Aduh bun..." Pekik haikal menggaduh sambil mengangkat wajahnya yang sedari tadi acuh tak acuh selama proses penyambutan


"Makanya, fokus dulu sama kunjungan kita,Simpan dulu ponselnya." Seru Umi maryam


Dan ketika Haikal akan menyimpan ponselnya ke dalam saku celananya,tiba tiba ke dua matanya tak sengaja melihat sosok dua orang gadis yang salah satunya tiba tiba mengusik hatinya.


" Hmmm siapa gadis itu,cantik sekali...." Batin Haikal saat menatap dua gadis yang berdiri tak jauh darinya namun tatapan matanya lebih fokus kearah gadis berhijab warna ungu lilac yang sedari tadi menundukan pandangannya.


" Hei kamu..." Serunya membuat ke dua pasang langkah kaki wanita di depannya berhenti..


Mendengar Suara Haikal sedang mengintrupsi mereka berdua,membuat Lula dan Rika saling melempar pandang,namun kemudian kembali menundukan kepalanya.


" Lhoh kok malah pada bengong." Cetusnya lagi membuat pria paruh baya di belakang Pria muda tersebut berbisik padanya.pria paruh baya tersebut pak samir asisten pribadi umi nya.


" Siapa yang Mas Haikal maksud." Bisik pak samir


" Dia pak.." Cetus Haikal sambi menunjuk kearah salah satu gadis berhijab di hadapannya dengan menggunakan dagunya.


" Oh..dia namanya Alula Mas haikal." Seru Pak samir.


" Ya maksudku Alula."


Sedangkan Rika menyenggol lengan lula ketika mendengar nama sahabatnya di sebut sebut.


" Apa..?" tanya Lula dengan suara pelan namun tetap terdengar oleh Rika


" Namamu di sebut sebut Lul." Bisik Rika


" Ya terus gimana.?" Balas Lula dengan berbisik juga


Membuat Kedua pria beda usia itu saling menggelengkan kepalanya melihat ke dua gadis tersebut saling berbisik dan menyenggol satu sama lain.


Haikal terlihat membisikan Sesuatu pada pak samir hingga akhirnya pak samir memperkenalkan kedua karyawati tersebut.


" Mbak Lula mbak rika mohon ke sini sebentar." Panggil pak samir


membuat kedua gadis tersebut melangkah lebih mendekat.


" Kami pak." Seru Lula dan Rika kompak


" Perkenalkan diri kalian." titah pak samir


" Assalamualaikum pak Haikal,perkenalkan nama saya Rika Syahnaz,bisa dipanggil Rika,sedangkan teman saya ini namanya Alula,----"


" Walaikumsalam.biarkan temanmu memperkenal diri sendiri." Potong Haikal dengan cepat.


Membuat Rika menelan ludahnya lalu menyenggol lengan Lula yang sedari tadi masih menunduk,hingga akhirnya mengangkat wajahnya.


" Sa saya pak..." Ucap Lula dengan gugup


" Ya.coba kamu perkenalkan diri kamu sendiri.!" Seru Haikal dengan tegas namun sorot matanya tetap memindai Tubuh Lula dari atas sampai bawah


Lula pun menganggukan kepalanya,lalu mulai memperkenalkan diri.


" Assalamualaikum Pak Haikal,perkenalkan nama saya Alula Zafira,bapak bisa panggil saya dengan nama Lula.terimakasih." ucap Lula sambil mengatupkan kedua telapak tanganya


" Walaikum salam Alula."Seru Haikal dan tanpa sadar Menyunggingkan bibirnya dan bergumam. "Namanya cantik secantik Orangnya." imbuhnya lagi membuat beberapa pasang mata di sana tersenyum penuh arti sambil menggelengkan kepala salah satunya Umi maryam yang ikut tersenyum mendapati tingkah menggemaskan dari sang putra.


-bersambung-


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2