Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Episode.46


__ADS_3

Nirmala sangat menjaga kehamilannya. Bahkan dia juga sudah jarang melakukan pekerjaan rumah, karena suaminya memang melarangnya.


Nirmala baru bangun dari tidurnya. Dia meraba kasur sebelahnya, ternyata suaminya sudah tidak ada.


''Kemana Mas Alvin?'' Nirmala mengerjapkan kedua matanya, lalu beranjak dari atas tempat tidur. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar. Dia juga melihat pintu kamar mandi terbuka.


''Kalu bukan di kamar mandi, dimana Mas Alvin?'' gumam Nirmala.


Nirmala melirik jam yang ada di dinding, teryata sudah pukul tujuh pagi. Pantas saja suaminya tidak ada di kamar, pastinya sudah berangkat ke kantor. Nirmala berniat untuk pergi ke kantor suaminya. Dia langsung saja bersiap.


Beberapa menit kemudian, dia sudah selesai membersihkan diri dan juga berdandan cantik. Dia keluar kamar karena akan langsung pergi.


Pak Sanjaya yang sedang membaca koran, spontan mengalihkan arah pandangnya saat mendengar langkah kaki. Ternyata itu menantunya yang sudah terlihat rapi seperti hendak pergi.


''Mala, kamu mau kemana, Nak?'' tanya Pak Sanjaya.


''Mala mau ke kantor. Tadi bangun-bangun Mas Alvin tidak ada di sampingku. Tidak biasanya dia seperti itu.''


''Tadi suamimu juga mau membangunkan kamu, namun kamu tidurnya nyenyak sekali,'' ucap Pak Sanjaya.


''Sepertinya tidurku terlalu lelap. Sekarang Mala mau menyusul Mas Alvin dulu, Pah.'' Nirmala mendekati Pak Sanjaya lalu menjabat tangannya.


''Sarapan dulu, isi perut kamu. Masa kamu mau pergi dalam keadaan belum mendapat asupan apa pun sih.''


''Mala tidak lapar, Pah. Nanti bisa sarapan di luar saja atau di kantor Mas ALvin.''


''Baiklah jika itu maumu. Hati-hati ya, Nak.''

__ADS_1


''Siap,'' Nirmala mengacungkan kedua jempolnya.


Setelah berpamitan dengan Pak Sanjaya, dia langsung saja pergi.


Di dalam mobil, Nirmala mencoba menghubungi nomor suaminya. Ternyata nomornya aktif, namun tidak juga mengangkat panggilan teleponnya.


''Mas Alvin kemana sih?'' Nirmala menyudahi untuk menghubungi suaminya.


Sesampainya di depan kamtor suaminya, dia meminta sopir yang mengantarmya untuk langsung pulang saja. Karena dia berniat untuk pulang nanti sore bersama suminya.


Terlihat Nirmala yang melangkah memasuki kantor. Semua karyawan yang melihatnya langsung menyapanya. Mereka terlihat ramah kepadanya yang merupakan istri dari atasnya.


Nirmala sudah berada di depan ruang kerja suaminya. Dia sengaja membuka pintu ruang kerja itu tanpa permisi terlebih dahulu.


''Tarraaa ... '' Nirmala yang mencoba untuk memberikan surprise, namun malah dirinya yang terkejut karena tidak mendapati suaminya berada di ruangan itu.


Nirmala melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu. Dia mencari suaaminya di kamar pribadi yang ada di dalam. Tapi suaminya tidak ada disana. Nirmala mencoba untuk mencoba menghubungi nomor suaminya. Nirmala mendengar dering ponsel suaminya. Dia melihat ponsel suaminya tergeletak di atas meja.


''Eh tunggu!" perkataan Nirmala tentu menghentikan langkahnya.


''Ada apa, Nona?'' tanya wanita itu.


''Kamu lihat suami saya tidak? Kok tidak ada di ruangan?'' tanya Nirmala.


''Kebetulan tadi saya juga habis mengantar minum untuk Pak Alvin dan karyawan lainnya. Mereka berada di ruang meeting,'' jawabnya.


''Terima kasih infonya,'' Nirmala segera pergi ke ruang meeting. Kebetulan ruang meting juga ada di lantai yang sama dengan ruangan suaminya.

__ADS_1


Nirmala sudah berada di depan ruang meeting. Ternyata pintu ruangan itu tertutup rapat. Mungkin saja yang di dalam memang sedang sibuk.


Tok tok


Nirmala mengetuk pintu ruangan itu. Biar bagaimana pun dia tidak boleh asal masuk saja walaupun dia istri dari pemilik perusahaan.


Terlihat seorang karyawan membukakan pintu.


''Eh Bu Nirmala, silakan masuk!'' ucapnya ramah.


''Terima kasih,'' Nirmala membalas dengan senyuman manisnya.


Melihat kedatangan istrinya, tentu Alvin berhenti berbicara. Kebetulan tadi dia sedang menjelaskan apa yang di bahas di dalam meeting itu.


Nirmala mendekati suaminya. Dia menatap sekitarnya mencari kursi yang kosong. Dia melihat ada kursi yang kosong dan langsung mengambilnya. Lalu dia taruh di dekat kursi tempat suaminya duduk.


''Sayang, kok kamu datang tidak bilang-bilang?'' tanya Alvin.


''Maaf, Mas. Aku sengaja tidak memberitahu kamu. Oh iya, apa meetingnya sudah selesai?''


''Belum, sayang. Memangnya kenapa?''


''Aku mau ngajakin Mas Alvin untuk membeli sarapan,'' ucapnya.


''Memangnya kamu belum sarapan, sayang?''


''Belum. tadi aku buru-buru pergi kesini karena ingin sarapan di temani oleh Mas Alvin.''

__ADS_1


''Ya sudah, ayo kita pergi. Kamu harus cepat isi perut loh. Kasihan debaynya,'' ucap Alvin.


Alvin meminta asistennya untuk menggantikan memimpin meeting. Sedangkan dia pergi bersama istrinya.


__ADS_2