Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Delapan


__ADS_3

Hari ini terlihat bu jizah menenteng keranjang belanjaannya yang terlihat penuh tak seperti biasanya.


" Tumben bu,kok banyak sekali belanjaanya?" tanya Lula yang barusan bangun dari tidurnya lalu keluar dari kamar menuju dapur dan menghampiri sang ibu.


" Oiya ibu mau bilang sama kamu sekaligus kakak kamu,kalau hari ini ada kunjungan dari atasan bapakmu dikantor." seru bu jizah lalu mendekati kearah Lula yang masih sibuk membongkar isi keranjang belanja milik ibunya." Sekaligus calon besannya itu pun salah satu dari kalian jadi nikah sama anaknya si bos itu." Sambung bu jizah


" Hah,kok mendadak gini sih buk.?" tanya Lula dengan mata terbelalak.


" Ayahmu sendiri yang bilang nduk jika si bosnya itu minta dipercepat bertemu keluarga kita." jawab bu jizah dengan bibir yang merekah


Lula pun hanya bisa menghembuskan nafas dalam dalam,ternyata sang ayah memang benar benar ingin mewujudkan keinginannya.


" Hayoo mikirin Apa.?" goda ibu seketika sambil menggoda Lula


" aah ibuk,nggak apa apa kok.kalau begitu lula bantu ibu masak sampai selesai setelah itu lula bakal siap siap berbenah buk." ujar lula dengan perasaan tak enak hati


Setelah kurang lebih berkutat didapur,akhirnya Hidangan makanan pun siap untuk disajikan.


" Ternyata banyak juga ya bu menunya,ada Gulai Daging,Opor Ayam,sambal,ayam goreng,Tahu tempe,Oseng Kacang,sama perkedel." Ujar Lula sambil menata satu persatu makanan tersebut kedalam wadah mangkuk khusus.


" Iya nduk,soalnya kata bapak tamu special." jawab ibu sambil terus mengulas senyum


" Tamu special.?"


" Iya selain bos besar bapakmu dikantor,beliau juga sahabat karib bapakmu nduk." ucap ibu." maka dari itu dengan perjodohan ini mereka berharap hubungan pertemanan mereka semakin erat.


" Dengan cara harus mengorbankan perasaan salah satu dari kalian gitu maksudnya." Ujar Lula membatin dalam hatinya


" Ya sudah semua sudah tertata,sekarang tinggal kamu siap ya nduk,nanti habis dzuhur katanya tamunya datang." Titah ibu


" Iya bu."


" Sekalian kamu bangunin kakak mu juga ya." pinta ibu sebelum lula berlalu keluar dari dapur


" Iya bu..."


 


" Mana minuman gue." Ujar pria bertubuh tegap dan atletis itu.


David sang Asprinya itu menyodorkan Satu botol minuman air meneral padanya.


" Gimana Lo sudah siap belum berangkat sekarang.?" tanya david.


Saat ini mereka masih berada di lokasi tempat syuting.dan baru saja break acara syuting beberapa menit yang lalu.


" Ckkkk.." Kenzo berdecak kesal,karena sejam yanh lalu mendapat telpon dari papa,kalau nanti tepat jam dua belas siang dia harus sudah berada di rumah,karena akan berkunjung di rumah teman papanya.dan Kenzo pun tahu jika sudah dipastikan teman yang dimaksud papanya itu untuk melaksanakan perjodohan yang sudah mereka sepati sebelumnya.


" Sumpah sebenarnya gue males banget dengan acara begituan,jaman udah modern masih aja jodoh jodohan." Cetus Kenzo menggerutu kesal


David hanya menyunggingkan bibirnya." Ya mungkin bokap Lo ingin kamu mendapatkan yang terbaik Zo,ikutin sajalah apa maunya."


" Enteng banget Lo kalau ngomong.!" sahut kenzo sambil melirik tajak ke arah sahabat sekaligus asprinya itu


" Ya kan Lo tau sendiri watak bokap Lo kayak apa,kalau dia emang udah nggak suka sama seseorang ya seterusnya juga bakal begitu,kecuali kalau dia berubah fikiran,dan itu pun kayaknya nggak akan pernah berlaku deh kalau buat si Zura." Ujar David


" Huh.!" Kenzo menghela nafas kasar.


Drrrt drrtt drrrrt


Tiba tiba ponsel milik Kenzo bergetar,dilayar ponsel tertera nama papanya sedang memanggil.dengan malas akhirnya kenzo menekan tombol hijau tersebut


" Ya Pa..." Sahut kenzo ketika sambungan telepon papanya terhubung


" Dimana kamu.?" tanya papa dari seberang


" Lokasi syuting."


" Cepat pulang ! papa tunggu kamu di rumah ! awas jangan sampai mangkir kamu !"


" Pah ------"


Tutttttt


" Arghh Bangsadt.!" Umpat Kenzo dengan sangat frustasi


" Sabar bro,ingat Lo adalah satu satunya pewaris diperusahaan bokap Lo."

__ADS_1


" Gue sama sekali nggak minat dan nggak butuh harta dia !"


" Tapi bokap Lo butuh Lo Zo,Lo satu satunya Harapan beliau setelah kepergian abang Lo dan juga nyokap Lo,jangan sampai Lo bakal nyesel untuk kedua kalinya."


Kali ini Kata kata yang keluar dari david benar,Hanya dia harapan sang papa setelah kepergian sang mama dan juga kakaknya,karena insiden kecelakaan Dua tahun silam.


Dengan langkah gontai Akhirnya Kenzo pun menuju mobilnya terparkir tak jauh darinya,diiringi langkah david yang mengikutinya dari belakang.


 


Sebuah Mobil Alpard berwarna Hitam kini sudah Sampai di halaman sebuah Rumah minimalis yang mempunyai halaman yang cukup luas.Kini Kenzo ,David beserta sang papa pun bergegas turun dari dalam mobil tersebut,terlihat didepan rumah pak imran berjalan sedang menghampiri mereka dan menyambut mereka.


" Ingat jaga sikapmu,jangan bikin papa malu !" Bisik papa memperingati Kenzo,namun kenzo tak menanggapinya,dan bersikap seolah acuh tak mengindahkan sang papa.hal itu membuat papa menggelengkan kepala menghadapi sikap putranya itu


Namun belum sempat menegur putranya kembali,niatnya pun urung karena pak imran sudah berada didepan mereka dan mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumah


" Assalamualaikum Pak Imran." Seru Papa Roy mengucap salam diikuti oleh David dan kenzo putranya


" Walaikumsalam pak Roy,ayo mari silahkan masuk." Pak imran menyambut kedatangan mereka dengan sangat ramah


Papa Roy pun membalas dengan senyum ramah sambil berjalan beriringan bersama pak imran diikuti langkah ogah ogahan dari kenzo,sedangkan David mengikuti bos nya itu dengan langkah santai


" Maaf ya pak Roy,Gubuk kami terlalu kecil." Ujar pak imran dengan rasa sungkan


" Tidak usah bicara seperti pak imran,kami semua sangat nyaman disini." timpal papa roy sambil merangkul pundak Pak imran dengan bersahabat membuat pak imran menjadi sungkan


" Bu..ibu..Tamu kita sudah datang." panggil pak imran pada istrinya


" Sebentar pak." Ucap bu jizah yang baru saja keluar dari dalak kamar sambil merapikan jilbab instan yang terlihat lebar itu.


dia pun menyusul ke ruang tamu


" perkenalkan ini istri saya pak roy,namanya Ajijah biasa dipanggil jijah." ucap pak imran memperkenalkan istrinya


"Salam kenal pak Roy."


" Salam kenal Bu jizah saya Roy Smith.dan ini kenalkan putra saya namanya Kenzo,satunya lagi Teman putra saya,namanya david pak imran dan bu jizah." Jawab papa roy


Pak Roy dan bu jizah tidak saling jabat tangan hanya sekedar sapaan saja,sedangkan kenzo dan david saling menyalami pak imran dan bu jizah secara bergantian.lalu duduk kembali.


" Permisi...."


Tanpa sengaja pandangan mata Alula dan Kenzo pun bertemu,namun detik berikutnya mereka saling membuang muka satu sama lain.


" Ayo sini nduk." panggil Pak Imran pads putrinya,terlihat sekali dibalik sorot mata Alula terlihat kaget bercampur resah,bagaimana bisa pria yang akhir akhir ini dia hindari kini bisa berada dihadapannya.


Terlebih lagi jika pria tersebut datang dengan seorang pria parubaya yang kemungkinan besar adalah sahabat karib bapaknya.mungkinkah Kenzo ....?


" Mana mbakmu nduk.?" tanya pak imran ketika Lula sudah sampai dihadapan mereka,dia sendiri duduk tepat dihadapan kenzo


" Masih mandi pak." jawab Lula Dan bapak pun hanya mengangguk paham.


" Perkenalkan Pak roy,nak kenzo nak david ini putri bungsu saya,namanya Alula." Ucap pak imran


"Assalamualikum pak,perkenalkan saya Alulam." Ucap Lula sambil mengatupkan telapak tangannya diatas dada dengan penuh hormat pada papa roy


" Walaikumsalam Alula,perkenalkan saya Roy smith,dan ini Kenzo putra saya,sebelahnya namanya david teman saya." ucap papa roy


Lula dan David sama sama mengulas senyum samar,sedangkan Kenzo sama sekali tak menunjukan sikap ramahnya.


" Lula."


" David." ujar kenzo lalu menyenggol bahu kenzo.


" Kenzo."


" Sudah tau.!" Sahut Lula


" Kalau udah tahu kenapa masih nanyak.!"


" Nggak nanyak.!"


" Kenzo."


" Lula."


Pak imran dan papa roy sama sama saling menegur putra putri mereka.membuat para orang tua tersebut saling menggelengkan kepala.

__ADS_1


di iringi dengan perbincangan kecil.


" Bu,Zura mana.?" tanya pak imran dengan nada berbisik.


" tadi dikamar pak." jawab ibu


" Ya sudah bu,kalau begitu kamu panggil Zura dulu." balas pak imran setengah berbisik.


bu jizah pun beranjak dari tempat duduknya ,lalu pamit ke belakang untuk memanggil Azura.


Papa roy pun mulai menelisik ruang tamu tersebut,yang membuatnya heran kenapa tidak ada foto keluarga sama sekalipun,yang ada cuma foto Alula dan juga Ayah ibunya saja,lalu kenapa tidak ada satupun foto putri pertama mereka


" Em pak imran." panggil papa roy


" Iya pak,kenapa?"


" Kalau boleh tau itu foto Nak Alula.?" tanya papa roy sambil mengedarkan pandangannya pada sebuah foto figura yang menempel di dinding berwarna hijau muda itu


" Oh itu iya pak,itu foto Alula waktu wisuda SMA." ujar pak imran


" Kalau foto putri sulung bapak.?" tanya papa Roy


Hal itu membuat pak imran sedikit terkejut,pasalnya kenap di dinding tidak ada satupun foto keluarga mereka,bahkan foto waktu Zura wisuda pun tidak ada terpampang disana.lalu siapa yang menurunkan foto zura,tidak mungkin Lula yang melakukanny,karena pak imran tau persis bagaimana sifat putri sulungnya itu.


Pak imran terlihat menghela nafas panjang,karena dia pikir ulah siapa lagi kalau bukan putri sulungnya sendiri yang melakukannya,jelas dia sangat paham kenapa Zura melakukan itu karena mungkin membatalkan perjodohan ini.karena memang jujur niat pertama pak imran memang Zura lah yang akan dijodohkan terlebih dulu,selapas nanti siapa yang akan terpilih menjadi menantu bosnya itu.


" Itu..foto putri sulung saya masih disimpan ,karena habis jatuh jadi belum sempat ganti figuranya." jawab pak imran yang sengaja berbohong


Sedangkan papa roy hanya manggut manggut saja,tanda mengangguk paham.


Tak lama bu jizah pun datang dengan langkah tergopoh gopoh,sambil menarik lengan pak imran untuk pamit kebelakang sebentar,setelah itu mereka berdua pun membahas tentang zura yang sudah kabur dari kamarnya,dengan meninggalkan secarik surat.


" Kenapa bu.?" tanya pak imran ketika mereka berdua sudah berada di belakang,tepatnya di kamar milik putri sulungnya


" Zura kabur pak,dan ninggalin surat ini." ujar ibu dengan panik sambil menyerahkan secarik surat pada suaminya itu.


Maaf pak buk,Zura kabur nggak pamit ibu dan bapak,Zura bukan anak kecil yang harus di atur sama kalian,zura sudah besar,dan asal bapak dan ibu tahu,zura sudah punya kekasih jadi jangan suruh zura untuk terlibat dengan perjodohan ini,lebih baik anak kesayangan kalian saja yang kaliaj jodohkan dengan pilihan kalian.jangan cari zura.!


" Astagfirullah....anak ini benar benar sudah keterlaluan bu." Geram pak imran dengan memegangi dadanya yang tiba tiba terasa sesak namun masih bisa teratasi


" Sabar pak,tahan emosi bapak."


" Bagaimana ini bu,apa yang harus kita katakan sama pak Roy.?" tanya pak imran dengan wajah gusar


" Terpaksa kita harus pilih Lula untuk menerima perjodohan ini pak.saya yakin pak roy pasti mengerti." usul ibu


Pak imran pun menganggukan kepalanya,dan berjalan keluar diiringi oleh bu jizah dengan langkah gontai.


" Begini pak roy sebelumnya saya minta maaf ,kalau sebenarnya putri sulung saya kabur karena tidak menginginkan perjodohan ini."


" Kabur....?" Ujar pak roy dengan wajah terperangah,sedangkan Kenzo yang sedari tadi hanya menundukan kepala pun kini mengangkat wajahnya dengan ekspresi wajah dinginnya.


Begitupun dengan Lula dan juga David tampak sekali dari raut wajah mereka pun juga ikut terkejut,namun lula memilih untuk diam terlebih dahulu.


" Benar pak,saya benar benar minta maaf karena semua diluar dugaan saya." ucap pak imran dengan raut wajah kecewa


" Sayang sekali kami belum sempat melihat wajah putri sulung bapak." ujar papa roy yang terlihat tenang meski dalam hatinya juga kecewa tapi menurutnya tak masalah karena masih ada putri bungsu pak imran yang jelas akan menjadi pilihannya terakhir." Emm kalau begitu gimana kalau nak Alula saja yang menggantikan putri sulung pak imran." Sambung papa roy.


Seketika langsung membuat Alula terbelalak dengan pernyataan papa roy.


" Hah?sa saya.?" pekik Lula dengan keterkejutannya,sedangkan pria yang berada dihadapannya pun diam dengan wajah tanpa ekspresi sedikitpun


" Iya Nak Lula,bagaimana kalau perjodohan ini tetap berjalan,saya yakin jika memang nak lula lah yang lebih pantas untuk bersandin dengan putra saya." jawab Papa roy dengan mengulas senyum


Bu jizah dan pak imran pun saling pandang satu sama lain,sudah mereka duga bakal seperti ini tapi hal itu tetap saja membuat mereka terkejut


" Bagaimana pak imran bu jizah,apa kalian setuju dengan pilihan saya,jika nak lula lah yang menggantikan posisi untuk saya jodohkan dengan putra saya kenzo.?" tanya ulang papa roy pada bu jizah dan pak imran


" Kalau menurut kami keputusan saya serahkan pada putri kami,Alula dan juga Mas Kenzo,karena bagaimana pun juga yang akan menjalani mereka berdua pak roy." jawab pak imran dengan bijak


" Bagaiman nak Lula,bapak anda sudah menyerahkan keputusannya ditangan nak lula,apa nak lula bersedia.?" tanya papa roy yang kini sudah beralih pada Lula


" Maaf pak saya tidak bisa menerima perjodohan ini ! " Ucap Lula dengan Jelas dan tegas


beberapa pasang mata disana pun terkejut karena mendengar pengakuan dari lula jika menolak perjodohan ini.


" Maaf,Tapi saya terima perjodohan ini,dan jika diizinkan Malam ini juga saya akan Menikahi putri Anda,Pak." Ujar Kenzo dengan tegas dan mantap namun kedua sorot matanya masih tertuju pada sosok gadis dihadapannya yang juga menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


_ Bersambung _


Happy reading


__ADS_2