
Setelah Kejadian semalam,baik lula maupun kenzo tak saling tegur sapa.mereka berdua pun sarapan saling diam satu sama lain.hanya suara dentingan sendok garpu dan piring saja yang memecah kesunyian diantara ke duanya.
Kebetulan hari ini hari sabtu,Lula bekerja hanya paruh waktu.pulangnya pun jam empat sore.sedangkan kenzo kebetulan tidak ada jadwal syuting,karena mengingat hari ini hari libur.dia pun memutuskan untuk pergi ke kantor sang papa.karena sudah menjadi rutinitasnya mengunjungi papanya jika sedang berlibur syuting.
Setelah mereka berdua menyelesaikan sarapannya, masing masing keduanya pun beranjak dari tempat duduknya, tanpa tegur sapa apapun.biasanya Lula akan menyalami pria itu kini dia malah nyelonong pergi meninggalkan kenzo yang menatapnya dengan acuh juga.
Lula pun cepat cepat mengeluarkan motor maticnya dari Garansi lalu menstarternya sebelum keluar dari gerbang.
sedangkan tanpa dia sadari ada beberapa pasang mata yang mengawasinya dari dalam mobil.
" Lo lagi fokusin apa'an..?" Tanya david yang barusan saja masuk ke dalam mobil lalu duduk di kursi penumpang bagian depan sedangkan Kenzo duduk di bagian belakang.namun agaknya ucapannya tak didengar oleh sahabat sekaligus atasannya itu,membuatnya ikut mengikuti arah mata kenzo yang menatap tak jauh perempuan yang ia kenali juga.
" Oh.lagi liatin si krudung merah itu..Mm cakep juga ya bini orang. Pepet aja tuh..dijamin 100% halal buat Lo." Goda David sambil mengulum senyumnya
" Bacot Lo.!"
Tawa David pun mulai pecah." Hahaha percuma aja sih Lo pepet,pasti dianya nggak bakal mau."
" Diem begok.!" Seru Kenzo." Jalan pak." Imbuhnya dan pak sopir pun mulai melajukan mobilnya.
***
Sepulang nya kerja Lula sempat bingung dia harus pergi kemana dulu,karena jujur dia masih belum siap jika harus kembali pulang sore ini.mengingat suaminya itu pasti sedang ada dirumah karena weekend.akhirnya dia memutuskan untuk berjalan jalan dulu di sekitaran kompleks. disana terdapat Taman mini yang cukup adem udaranya.cocok buat santai dikala sore hari.sedangkan Rika memutuskan untuk pulang terlebih dulu karena ada kepentingan keluarga,dan tidak bisa menemaninya.
Setibanya di taman,dia pun segera memarkirkan motornya yang juga sebelahnya terdapat bangku taman.ia pun beranjak dari motornya dan memutuskan untuk duduk di bangku kosong tersebut.lalu mengeluarkan ponselnya,dan memutar musik sholawatan tak lupa dia memasang Headset,supaya menambah ketenangannya.
Dengan santai dia menikmati langit yang cerah di sore hari ,terdapat juga suara burung dan suara keramaian anak anak di sekitarnya.suasana yang di rasa pas untuknya menenangkan pikiran diiringi dengan mendengarkan lagu sholawatan kesukaannya dari Penyanyi Nissa sabiyan yang beberapa lalu sempat ngehits.
Ketika dia sudah mendengarkan musik dan menikmatinya,dia tidak akan memperhatikan sekitarnya hingga tanpa dia sadari ada seseorang yang menyentuh bahunya dia pun melepaskan headsetnya lalu beralih menatap sekelilingnya. ternyata sudah ada beberapa anak kecil yang sudah mengelilinginya.
" Tante tante..."
" Ya.ada yang bisa tante bantu.?"tanya Lula
" Bisa minta tolong ambilkan layang layang kami yang nyangkut di pohon itu nggak tante.?" ujar salah satu bocah laki laki yang ada sekitar tiga orang bocah anak kecil
Lula mengangguk kecil lantas menyimpan ponselnya ke dalam Toote back miliknya.dan beralih menghampiri pohon Rindang yang tidak terlalu tinggi namun agaknya juga terlalu sulit untuknya meraih layang layang tersebut mengingat poster tubuhnya yang tak terlalu tinggi dan standart saja.
__ADS_1
"Baiklah tante coba. ya.." kata Lula.
Perlahan dia mulai mencoba meraih ranting pohon kayu tersebut dengan menjinjitkan kakinya.dan tangan kirinya dia ulur sepanjang mungkin supaya bisa mengambil layang layang yang tersangkut di pohon itu.
Tiba tiba saja ada seseorang berjongkok tak jauh darinya.lalu tanpa izin memotret dirinya menggunakan ponsel pintar seseorang tersebut.
" Mas kenzo.apa yang anda lakukan disiini." pekik lula
Kenzo mengabaikan pertanyaan lula lalu beralih menatap hasil bidikan kamera ponsel pintarnya." Hahaha udah kampungan Jelek lagi."
" Hapus nggak fotonya.!"
" Suka suka gue lah ponsel ponsel gue." Sahut kenzo
" Ya tapi mas nggak bisa ambil foto saya seenaknya dong !. tanpa izin pula." Cetus lula menahan kesal
" Udah diem aja ,Lo,urusin aja barang yang mau Lo ambil."
Kenzo menatap tangan lula yang berusaha mengambil layang layang yang tersangkut di atas pohon tersebut .namun tiba tiba matanya menangkap bekas goresan di pergelangan tangan lula.
Menyadari hal itu lula semakin panik dan menarik kembali tangannya lalu menarik lengan bajunya yang tersingkap.entah mengapa hal itu membuat rasa bersalah Kenzo kembali muncul.
Kenzo pun menganggukan kepalanya,lalu menyimpan ponselnya dibalik saku celananya.lalu dengan mudahnya meraih layang layang tersebut diatas pohon karena memang Kenzo memiliki postur tubuh tinggi tegap.
Namun Perhatian Lula tiba tiba saja tertuju pada pergelengan tangan kanan Kenzo.kedua matanya membulat seketika.
" Nih dek ambil layang layangnya." Ujar kenzo sambil menyerahkan layang layang tersebut pada ketiga bocah tersebut.
" makasih om.tante." Ucap ketiga bocah tersebut lalu meninggalkan Kenzo dan Lula,kenzo hanya membalas dengan acungan jempol pada ketiga bocah tersebut.
" Heh kenapo Lo.?" Kini perhatian kenzo beralih pada lula yang terlihat sedang melamun.
berulang kali dia menjentikkan jari didepan wajah Lula yang masih diam seribu bahasa.
Sebenarnya Lula tidak sedang melamun hanya saja dia sedang menguatkan diri.mendapati sebuah kenyataan pahit yang dia harap ini hanya sebuah mimpi.namun tanpa sadar dia mencubit lengannya dan dia merasa kesakitan.di situ dia yakin jika dia saat ini tidak sedang bermimpi.melainkan ini nyata.
Tiba tiba saja air matanya lolos jatuh di pipi ketika sedang menatap pria di depannya.
__ADS_1
" Lhoh lhoh.Lo ngapain tiba tiba nangis segala. " Seru kenzo kebingungan." Dih kenapa sih Lo.udah gila ya nih cewek." imbuhnya lagi
Namun tangan Kenzo kembali terulur kearah Lula yang berniat menenangkan istrinya yang justru membuat alula bisa dengan jelas melihat gambar tato naga lengkap dengan tulisan nama Kenzo julian disana seperti yang pernah dia lihat beberapa waktu lalu dan sangat persis dengan yang ada di ingatannya.
Dia menangis semakin kencang mengetahui sebuah kenyataan pahit yang kini berada dihadapannya.Ternyata Pria yang menjadi kekasih kakaknya adalah pria yang sudah merenggut kehormatannya dengan paksa.
" Eh please Al.jangan Kayak gini dong.lihat tuh orang orang pada lihat kearah sini.mereka pikir gue sedang ngapa ngapain Lo disini."
Kenzo terlihat panik melihat semua orang menatapnya sinis
" Gawat pasti mereka pikir gue lagi macem macemin nih cewek." Gumamnya menggeram kesal karena lula semakin kencang menangis." Argggggh sial.." umpatnya
Lula kembali menatap suaminya Kenzo yang terlihat sangat panik,mulai detik ini dia benar benar sangat membenci pria didepannya itu gara gara pria ini dia harus kehilangan masa depannya merusak impiannya,menjadikannya harus terlibat pernikahan yang sama sekali tak diharapkannya ini.
Apa dia sedang berpura pura lupa dengan malam kejadian itu.kenapa dia harus melakukan itu padanya,apa salah dia kenapa dia tega jahat sama dirinya.
" Ayolah jangan kayak gini.hapus air matamu Alula.." pinta kenzo
" Apa Salahku ke kamu mas.!"
Kenzo mengeryitkan keningnya menatap heran pada Lula yang menatapnya penuh kebencian. " Apa sih.?"
" Kenapa kamu tega mas.!"
Kenzo semakin bingung dan heran dengan tingkah istrinya itu." Apaan sih Alula Lo ngomong Apa...?"
" APA SALAHKU KE KAMU MAS.!"
" Al..."
" DASAR BAJINGAND.!"
BUK
BUK
BUK
__ADS_1
Bersambung
Happy reading