Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Bab 85 ( Cinta tidak harus saling memiliki )


__ADS_3

Daddy Wijaya kembali merenungkan kata-kata Bu Arum.


"Apa aku sudah bersikap tidak adil kepada Radit dan Kirana apabila berusaha untuk menguji kesetiaan cinta mereka dengan memisahkan mereka supaya berjauhan terlebih dahulu?" tanya Daddy Wijaya.


"Benar Mas, kamu sudah bersikap tidak adil kepada Radit dan Kirana, karena kamu sudah berusaha untuk memisahkan dua orang yang saling mencintai. Aku rasa Mas tau bagaimana rasanya ketika orangtua Mas dulu berusaha untuk memisahkan cinta kita," ujar Bu Arum dengan menitikkan airmata karena Bu Arum kembali teringat dengan kejadian di masalalu yang menyebabkan dirinya dan Daddy Wijaya terpaksa harus berpisah.


"Kamu benar Sekar, padahal dulu aku tidak bisa hidup tanpa kamu, tapi mereka bersikeras menjodohkan aku dengan Santi."


"Mungkin kita memang tidak berjodoh Mas."


"Tapi rasa cinta itu masih ada di dalam hati ini Sekar, dan akan selalu ada. Aku sebenarnya mempunyai niat baik kepada Radit karena aku melakukan semua itu demi masa depan mereka, tapi tetap saja aku sudah egois karena sudah berusaha untuk menghancurkan kebahagiaan Anakku sendiri. Terimakasih Sekar karena kamu telah menyadarkan kekeliruanku selama ini," ujar Daddy Wijaya.


"Aku hanya tidak ingin sesuatu yang telah kita alami dulu, harus Kirana dan Radit alami Mas. Kalau memang kamu ingin Radit menjadi seorang Dokter yang hebat, kamu bisa menyuruh Radit untuk melanjutkan kuliahnya di Indonesia saja, karena di sini masih banyak Universitas yang bagus juga," ujar Bu Arum.


"Iya Sekar semua perkataan kamu memang selalu benar. Ternyata Kirana berubah menjadi sosok wanita pemberani yang tegar dan mandiri semuanya adalah berkat didikan dari kamu. Terimakasih atas semua yang telah kamu lakukan untuk Putriku, dan sekarang aku tinggal mengumpulkan keberanian untuk mengatakan hubungan Kenzo dan Yolanda kepada Danu Prakoso. Kamu tau sendiri kan karena dulu kamu lebih memilihku daripada Danu Prakoso, jadi sampai sekarang kami menjadi musuh bebuyutan."


"Kenapa bisa seperti itu Mas, aku kira kalian sudah berbaikan setelah kepergianku yang pada akhirnya tidak bisa bersatu denganmu juga," ujar Bu Arum.


"Kamu tau sendiri kan kalau Danu Prakoso selalu terobsesi untuk memilikimu. Apa kamu sudah pernah bertemu dengannya?" tanya Daddy Wijaya.


"Belum Mas, memang beberapa kali aku mendengar namanya di sebut oleh Kirana dan yang lainnya, tapi aku tidak tau kalau itu adalah Danu Prakoso teman kita dulu. Namun, aku dengar Kirana sudah berhasil memberikan pelajaran kepada Danu Prakoso sehingga Danu Prakoso menyadari semua kesalahannya selama ini yang selalu mempermainkan perempuan."


"Iya aku juga dengar semua itu. Padahal dulu Danu Prakoso adalah lelaki baik yang tidak pernah menyakiti hati perempuan, tapi semua itu berubah karena kita. Aku jadi merasa bersalah kepada Danu Prakoso," ujar Daddy Wijaya.

__ADS_1


"Jadi dia berubah karena dulu aku telah menolak cintanya dan lebih memilih kamu Mas?" tanya Bu Arum.


"Iya benar, dan sepertinya Danu Prakoso akan sulit untuk menerima hubungan Anak-anak kami," ujar Daddy Wijaya.


"Mas yang sabar ya, aku juga sangat merasa bersalah kepada Danu Prakoso. Sebaiknya nanti aku harus meminta maaf kepadanya atas kesalahan yang telah aku lakukan kepadanya di masalalu," ujar Bu Arum.


"Tapi aku tidak mau kalau kamu sampai bertemu dengan Danu Prakoso," ujar Daddy Wijaya.


"Kenapa seperti itu mas?" tanya Bu Arum yang merasa heran.


"Aku tidak mau kalau dia mempunyai niat untuk menikahimu Sekar," jawab Daddy Wijaya dengan tertunduk malu.


"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu Mas? sekarang aku sudah tua, bahkan aku tidak ada niat untuk menjalin rumah tangga dengan siapa pun juga," ujar Bu Arum.


"Termasuk denganku?" tanya Daddy Wijaya secara tiba-tiba.


"Tapi kenyataannya rasa cinta untukmu masih tetap ada Sekar. Santi juga pernah menyuruhku untuk mencari dan menikahimu."


"Aku juga masih mempunyai perasaan yang sama Mas, karena melupakan seseorang yang kita cintai tidak semudah membalikan telapak tangan, tapi aku juga seorang wanita yang tidak akan mau cintanya dibagi dua. Seandainya aku jadi Santi, aku tidak akan mungkin sanggup jika Suamiku menikah lagi, apalagi dengan seorang perempuan di masalalunya."


"Tapi aku ingin menghabiskan masa tua ku dengan kamu Sekar."


"Istighfar Mas, kita tidak boleh terjerumus ke dalam bujuk rayu Syetan. Mas Wijaya sudah mempunyai kehidupan yang sempurna, jangan sampai hubungan di antara kita menghancurkan semuanya."

__ADS_1


"Tapi kita saling mencintai Sekar."


"Tapi Cinta tidak harus saling memiliki Mas," ujar Bu Arum, dan Daddy Wijaya terlihat menghela nafas panjang mendengar perkataan Bu Arum.


"Lalu apa yang bisa aku lakukan untukmu? karena mungkin usia ku tidak akan lama lagi Sekar."


"Kenapa Mas berbicara seperti itu?" tanya Bu Arum.


"Aku mempunyai penyakit jantung, bahkan aku baru saja melakukan pemasangan ring karena aku belum mendapatkan donor jantung yang cocok."


"Masalah umur tidak ada yang tau Mas, banyak orang yang bahkan tidak sakit terlebih dahulu, tapi tiba-tiba meninggal Dunia, jadi tidak ada yang perlu kita khawatirkan, yang penting jika memang sudah saatnya kita meninggal dunia, semoga saja amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT," ucap Bu Arum yang di Amini oleh Daddy Wijaya.


"Tapi jika boleh, aku meminta sama Mas Wijaya supaya membiarkan Kirana dan keluarganya menemani hari-hari tua ku di rumah ini, karena jika tidak ada mereka aku akan merasa kesepian," sambung Bu Arum.


"Kalau aku terserah Anak-anak saja, jika memang Kirana menginginkan tinggal di sini, aku tidak akan pernah melarangnya, karena aku ingin tinggal di sini juga, meskipun pada kenyataannya kita tidak akan pernah bisa bersatu," ujar Daddy Wijaya dengan menggenggam erat tangan Bu Arum.


"Tapi tidak bisa begitu Mas, kita bukan muhrim, jadi tidak akan bisa tinggal satu atap."


"Tapi aku adalah Ayah kandung dari Kirana serta Kakeknya Kaisar, jadi aku berhak kan tinggal bersama Anak dan Cucuku," ujar Daddy Wijaya yang masih tetap pada pendiriannya.


"Baiklah kalau memang kamu ingin tinggal di sini, maka Santi juga harus ikut tinggal di sini supaya tidak terjadi kesalahpahaman, dan aku tidak mau disebut Pelakor."


Daddy Wijaya akhirnya tertunduk sedih dengan situasi yang saat ini sedang dihadapinya.

__ADS_1


Saat ini aku sudah bertemu dengan Sekar Arum setelah puluhan tahun lamanya terpisah, dan aku tidak mau berpisah lagi dengannya. Semoga saja Mommy mengijinkan kami untuk menikah, ucap Daddy Wijaya dalam hati.


"Ya sudah kalau begitu sekarang kita istirahat saja, tidak enak kalau sampai ada orang yang melihat kita berdua di sini Mas," ujar Bu Arum dengan melangkahkan kaki menuju kamarnya, dan Daddy Wijaya terus melihat Bu Arum yang akhirnya menutup pintu kamarnya.


__ADS_2