
"Jadikanlah kegagalan dan kesalahan di masalalu sebagai cermin di masa depan supaya kita tidak melakukan kesalahan yang sama, karena sejatinya Kegagalan adalah Kunci dari Keberhasilan. Kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi di masa mendatang, tapi yang pasti bisa kita lakukan tetaplah berbuat baik terhadap siapa pun juga, karena apa yang kita Tanam itu juga yang akan kita Tuai nantinya."
......................
Satu bulan kemudian..
Daddy Wijaya saat ini telah benar-benar sembuh dari Penyakit jantungnya, dan hari ini rencananya akan di adakan acara peresmian Rumah Sakit yang dibangun di Sukabumi.
Kenzo dan Yolanda sudah melangsungkan acara pernikahan sekaligus resepsi di Jakarta dengan meriah pada minggu lalu, bahkan banyak orang penting yang hadir dalam resepsi pernikahan yang telah menyatukan dua Perusahaan terbesar di Indonesia tersebut. Sedangkan Radit dan Kirana yang tadinya akan mengadakan acara resepsi secara bersamaan dengan Kenzo dan Yolanda, terpaksa harus menundanya karena keadaan Radit yang mengalami morning sicknes yang lebih parah pada kehamilan kedua Kirana, sehingga Radit harus melakukan perawatan intensif di Rumah Sakit karena tubuhnya terasa lemas.
"Apa Ayah yakin akan kuat jika menghadiri acara pembukaan Rumah Sakit? tubuh Ayah masih lemas begini lho?" tanya Kirana dengan menggandeng tangan Radit.
"Gak apa-apa Bunda, Ayah insyaallah kuat. Yang penting Bunda baik-baik saja," ujar Radit dengan mengecup kening Kirana.
"Lagian kenapa sih tiap Bunda hamil selalu Ayah yang mengalami morning sicknes?" ujar Kirana yang merasa heran.
"Itu karena rasa cinta Ayah untuk Bunda sangat besar," jawab Radit dengan memeluk tubuh istri yang sangat dicintainya.
"Terimakasih ya atas semuanya," ucap Kirana.
"Sudah seharusnya Ayah melakukan semua itu, karena Bunda dan Kaisar adalah tanggung jawab Ayah di Dunia dan Akhirat."
Kevin dan Tita sudah terlihat bersiap menunggu Kirana dan Radit untuk berangkat bersama, apalagi kondisi Radit masih belum stabil, sehingga Kevin yang akan menyetir. Sedangkan yang lain, semuanya sudah berkumpul di Rumah Sakit, karena mereka akan memberikan sebuah kejutan juga kepada Radit dan Kirana.
"Dit, kamu baik-baik saja kan?" tanya Kevin karena melihat wajah Radit yang pucat.
"Alhamdulillah Kak, sekarang sudah lebih baik," jawab Radit.
Kirana dan Radit, Kevin suruh untuk duduk di kursi penumpang, sedangkan Tita saat ini sudah duduk di sebelah Kevin.
"Oh iya Kak, kenapa sih kita harus didandani seperti pengantin segala?" tanya Kirana yang merasa heran, karena saat ini Kirana dan Radit sudah terlihat sangat serasi dengan balutan busana pengantin yang terlihat elegan.
Tita yang sering keceplosan langsung saja angkat suara, dan berniat untuk menjawab pertanyaan Kirana dengan jujur.
"Memangnya Teh Putri belum tau ya kalau saat ini acara peresmian Rumah Sakit akan diselenggarakan bersamaan dengan acara Re_" perkataan Tita terputus karena Kevin membungkam mulut Tita menggunakan tangannya, dan Kevin mengedipkan matanya sebagai isyarat kepada Tita.
__ADS_1
"Aa Kevin kenapa atuh mulut Tita pake di tutup segala, Tita kan belum selesai ngomong. Terus mata Aa Kevin kenapa atuh seperti orang cacingan gitu?" tanya Tita.
Kevin kini berbisik kepada Tita, dan Tita baru ingat rencana mereka.
"Kenapa gak dari tadi atuh Aa Kevin ngingetin Tita kalau kita harus merahasiakannya dulu dari Teh Putri dan A Radit," ujar Tita, sehingga membuat Kevin selalu merasa gemas.
"Memangnya kalian menyembunyikan apa sih dari kami?" tanya Kirana yang sudah merasa penasaran.
"Maaf atuh Teh Putri, Tita teh gak dibolehin bocorin rahasianya sama Aa Kevin."
"Udah gak usah dipikirin, nanti juga kalian tau," ujar Kevin.
Sepuluh menit kemudian, mereka berempat akhirnya sampai di halaman Rumah Sakit yang sudah di sulap dengan riasan yang begitu mewah, karena selain peresmian Rumah Sakit, akan ada acara Resepsi pernikahan Kirana dan Radit sekaligus Ulang Tahun Kirana yang ke-22 tahun.
Semuanya kini telah menyambut kedatangan Kirana dan Radit, begitu juga dengan Daddy Wijaya dan Papa Farhan yang langsung saja menghampiri kedua Anak mereka.
"Dad, kenapa acaranya terlihat meriah sekali?" tanya Kirana yang masih belum mengetahui semuanya.
"Apa kamu lupa sayang, kalau hari ini adalah Ulang Tahun Tuan Putri yang ke-22," jawab Daddy Wijaya dengan menggandeng tubuh Kirana, sedangkan Papa Farhan menggandeng tubuh Radit.
Radit dan Kirana kini mereka bawa untuk duduk di depan Penghulu, dan Mommy Santi kemudian menutup kepala Kirana dan Radit menggunakan selendang.
"Apa kalian lupa kalau Kirana dan Radit baru menikah siri saja, dan saat itu Bang Kenzo yang menjadi Wali Nikah kalian? dan sekarang giliran Daddy yang akan meresmikan Pernikahan kalian secara Negara," ujar Daddy Wijaya dengan duduk di sebelah Penghulu.
Radit saat ini mengulang ijab kabul pernikahan dengan lantang, dan Kirana merasa terharu karena akhirnya mimpi Kirana melihat Daddy Wijaya menjadi Wali Nikahnya kini menjadi kenyataan.
"Sekarang kalian berdua sudah resmi menikah secara Negara dan Agama, Daddy akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk rumah tangga kalian. Semoga kalian selalu bahagia ya," ujar Daddy Wijaya saat Kirana dan Radit melakukan sungkeman kepada orangtua mereka.
Rumah Sakit di Sukabumi, Daddy Wijaya berikan nama Kaisar Hospital, dan saat ini Daddy Wijaya menggendong Kaisar untuk menggunting pita sebagai acara peresmian Rumah Sakit.
"Radit, Daddy serahkan Rumah Sakit ini kepada kamu sebagai kepala Rumah Sakit, dan nanti setelah Papa Farhan pensiun, kamu yang akan menggantikannya menjadi Kepala Rumah Sakit di Jakarta. Daddy berharap Kaisar Hospital nanti akan dilanjutkan oleh salah satu Anak kalian."
"Terimakasih banyak Dad atas kepercayaannya," ucap Radit.
"Kamu adalah Anak Daddy juga, dan seorang Anak tidak perlu mengucapkan terimakasih kepada orangtuanya."
__ADS_1
Semua yang hadir di sana akhirnya bertepuk tangan setelah Radit mengucapkan kata sambutan untuk pembukaan Kaisar Hospital, dan acara pun dilanjutkan dengan resepsi Pernikahan Kirana dan Radit, serta potong kue dan tiup lilin ulang tahun Kirana.
Kaisar saat ini Radit gendong untuk meniup lilin ulang tahun Bundanya, dan acara pun berlangsung dengan meriah dipenuhi dengan tawa bahagia.
Acara puncak hari ini, mereka tutup dengan do'a bersama serta Kirana dan Radit yang akan melempar buket bunga pernikahan mereka.
Semua perempuan dan lelaki lajang kini telah bersiap untuk berebut menangkap buket bunga, begitu juga dengan Kevin dan Tita yang terlihat ikut berbaris.
Kirana dan Radit saat ini telah memegang buket bunga dengan membelakangi orang-orang yang akan berebut menangkapnya, dan ketika hitungan ketiga, Radit dan Kirana akhirnya melemparnya.
Tita dan Kevin tidak menyangka kalau mereka akan berhasil menangkap buket bunga secara bersamaan, sehingga mereka menjadi bahan candaan orang-orang.
"Sepertinya Wijaya sebentar lagi akan menikahkan Kevin dan Tita," ujar Papi Danu.
"Tentu saja, kalau mereka sudah siap sekarang juga aku akan menikahkannya," ujar Daddy Wijaya dengan merangkul bahu Kevin dan Tita yang saat ini terlihat salah tingkah.
Setelah acara selesai, satu persatu pulang ke rumah masing-masing, kecuali Daddy Wijaya dan Mommy Santi yang untuk sementara waktu akan tinggal di kediaman Kirana di rumah peninggalan Bu Arum.
Malam ini, Kaisar memilih untuk tidur dengan Mommy Santi dan Daddy Wijaya, sehingga Radit dan kirana memutuskan masuk ke dalam kamar mereka untuk beristirahat.
"Alhamdulillah hari ini semuanya berjalan dengan lancar, untung saja hari ini Ayah juga gak mual muntah terus," ujar Kirana.
"Iya sayang, mungkin bayi kita kasihan sama Ayah dan Bundanya," ujar Radit dengan memeluk tubuh Kirana, dan sesaat kemudian Radit berjongkok di depan Kirana dengan memegang kedua tangan Kirana.
"Ayah mau ngapain?" tanya Kirana.
"Dulu kan kita tidak melakukan acara lamaran. Anggap saja ini sebagai lamaran Ayah untuk Bunda," jawab Radit dengan mengeluarkan kotak beludru berbentuk hati yang berisi sepasang cincin berlian dari dalam sakunya.
"Kirana Putri Wijaya, sebagai seorang Suami dan Ayah dari Anak-anak kita, aku Raditya Prawira selalu berdo'a semoga kita berdua selalu bisa hidup bersama dalam suka dan duka dan membesarkan serta mendidik Anak-anak kita dengan baik, sehingga hanya maut yang dapat memisahkan kita," ucap Radit yang di Amini oleh Kirana, kemudian Radit memasukan cincin ke dalam jari manis tangan kiri Kirana, begitu juga dengan Kirana yang memasukan pasangannya ke dalam jari manis tangan Radit.
"Walau pun kita bersatu berawal dari sebuah kesalahan, tapi cinta tak pernah salah karena cinta sejati akan selalu tau kemana tempat untuk dia kembali. Dan inilah takdir cinta Kirana dan Radit," ucap Kirana dengan memeluk tubuh Radit.
*
*
__ADS_1
Ceritanya Author tamatin sampai sini ya, maaf jika Bab nya gak dibikin panjang, soalnya takut ceritanya malah berbelit-belit dan nanti pembaca jadi bosen bacanya.
Terimakasih banyak atas dukungan semuanya yang sudah berkenan membaca Karya receh Author, Sehat dan Sukses selalu untuk semuanya. Semoga berkenan baca Karya receh Author yang lainnya..🤲🙏