
Kirana bingung hendak menjawab pertanyaan Daddy Wijaya seperti apa tentang dirinya yang sudah memberikan pelajaran kepada Danu Prakoso, karena bagaimanapun juga Kirana merasa tidak enak telah berlaku kurang ajar kepada orang yang lebih tua.
"Maaf ya Dad, Kirana tidak ada maksud kurang ajar kepada orang yang lebih tua, tapi Om Danu duluan yang sudah bersikap kurang ajar kepada Kirana."
"Tidak apa-apa sayang, jika memang semua itu Kirana lakukan untuk membela harga diri Kirana, karena Daddy tau betul sifat Danu Prakoso," dan Danu Prakoso berubah menjadi seorang casanova setelah Sekar lebih memilihku dibanding dirinya, sampai akhirnya persahabatan kami pun hancur, ucap Daddy Wijaya dalam hati.
"Makasih ya Dad, Daddy memang selalu mengerti Kirana. Ya sudah, sekarang Daddy harus tambah lagi makannya biar kondisi Daddy bisa cepet pulih," ujar Kirana dengan menambah lauk pada piring Daddy Wijaya.
"Kapan Daddy akan membicarakan masalah Yolanda dengan Bang Kenzo?" tanya Kevin.
"Mungkin setelah pulang dari Sukabumi Kak, Abang kalian juga harus berusaha untuk mendekati Danu Prakoso terlebih dahulu," jawab Daddy Wijaya.
Kediaman Wijaya kembali ramai dengan kedatangan Kirana, apalagi sekarang ada Kaisar yang menambah ramai susana di kediaman Wijaya. Semua Asisten rumah tangga dan juga petugas keamanan di kediaman Wijaya menyambut gembira permata keluarga Wijaya yang telah kembali pulang.
Kirana dan Radit memutuskan untuk menginap di kediaman Wijaya sampai mereka pulang ke Sukabumi, meskipun Mama Sarah ingin selalu bersama Kaisar, tapi sekarang giliran Mommy Santi dan Daddy Wijaya yang bermain bersama Cucunya.
"Kaisar sayang, Nenek sama Kakek pulang dulu ya. Sebenarnya Nenek ingin terus dekat sama Kaisar," ujar Mama Sarah dengan memeluk tubuh Cucu kesayangannya.
"Kalau begitu Jeng Sarah menginap saja di sini sampai Kaisar pulang ke Sukabumi."
"Terimakasih Jeng Santi, besok saja kami main lagi ke sini, saya juga kebetulan harus menghadiri arisan," jawab Mama Sarah.
Setelah berpamitan dengan semuanya, Mama Sarah dan Papa Farhan akhirnya pulang dari kediaman Wijaya.
Kirana saat ini mengajak Radit untuk beristirahat di kamarnya, sedangkan Kaisar masih asyik bermain dengan Mommy Santi dan Daddy Wijaya.
Mata Radit melihat ke sekeliling kamar yang sangat terlihat rapi dengan didominasi cat berwarna ping dan ungu serta banyak fhoto keluarga yang terpajang di kamar Kirana. Namun, mata Radit terhenti pada fhoto dua anak kecil yang terlihat bergandengan tangan dengan senyuman yang merekah pada keduanya.
__ADS_1
"Bunda, ini kan fhoto kita waktu kecil, jadi sampai sekarang Bunda masih menyimpannya?" tanya Radit dengan melihat secara seksama fhoto tersebut, dan ternyata di sana terlihat tulisan 'Me and Prince', sehingga Kirana merebut fhoto tersebut karena malu.
"Kenapa fhoto nya di ambil segala? Ayah kan pengen lihat fhoto Pangeran impian Bunda," goda Radit.
"Udah gak usah bikin Bunda malu Yah, lagian Pangeran impian Bunda sekarang sudah Bunda miliki," ujar Kirana dengan memeluk tubuh Radit, begitu juga Radit yang mengeratkan pelukannya terhadap Kirana.
"Seandainya saja Daddy bisa berubah pikiran untuk tidak mengirimkan Ayah melanjutkan kuliah di luar negeri."
"Kita berdo'a saja Yah, semoga Daddy berubah pikiran," ujar Kirana yang di Amini oleh Radit, kemudian Kirana membawa Radit untuk duduk di atas ranjang.
"Kalau kamar perempuan beda sekali ya dengan kamar lelaki," ujar Radit.
"Apa bedanya Yah?" tanya Kirana.
"Jelas beda lah, dari warna, rapi, dan juga wangi, terlebih lagi kasurnya juga empuk dan besar. Jadi pengen nyobain," ujar Radit dengan tersenyum nakal.
"Udah gak usah mikir macem-macem, ini masih siang," ujar Kirana mencoba menghindari Radit dengan hendak melangkahkan kaki menuju kamar mandi, tapi Radit memegang pergelangan tangan Kirana, dan menariknya hingga Kirana jatuh terlentang di atas kasur, Radit tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, sampai akhirnya mereka berdua terhanyut dengan suasana siang yang semakin panas.
Tiga hari sudah Kirana tinggal di kediaman Wijaya, dan rencananya besok mereka akan pulang ke Sukabumi.
Saat ini semuanya sedang berkumpul untuk makan malam, Mama Sarah dan Papa Farhan juga menginap di kediaman Wijaya supaya bisa melepas kepergian Kirana dan yang lainnya esok hari, begitu juga Yolanda yang pertama kali datang ke kediaman Wijaya, karena Daddy Wijaya menyuruh Kenzo untuk membawa Yolanda menginap di kediaman Wijaya, tentunya Danu Prakoso tidak curiga jika Yolanda tidak ada di rumah, karena Danu Prakoso mengira jika Yolanda menginap di rumah Mertuanya yaitu orangtua Radit, padahal kenyataannya Radit dan Yolanda sudah resmi bercerai.
Yolanda masih terlihat malu kepada keluarga Wijaya, tapi Kirana berusaha untuk mendekati Yolanda serta membuat Yolanda merasa nyaman, sehingga Yolanda tidak merasa canggung lagi.
"Kak, nanti Kak Yolanda tidur di kamar tamu yang sebelah kamar Kirana ya," ujar Kirana kepada Yolanda.
"Kok gitu sih De?" tanya Kenzo yang terlihat sewot sehingga semuanya menatap Kenzo, terutama Daddy Wijaya yang menatap tajam Anak Sulungnya, sehingga Kenzo menjadi salah tingkah.
__ADS_1
"Bang, kalian kan belum resmi menikah, masa Abang mau satu kamar sama Yolanda," ujar Mommy Santi, dan akhirnya Kenzo diam tak berkutik setelah mendapatkan petuah dan nasehat dari para orangtua.
"Abang pernah denger kan kalau lelaki dan perempuan yang hanya berduaan maka akan menghasilkan orang ketiga, yaitu Aurora," ujar Kevin dengan terkekeh sehingga Kenzo menimpuk nya dengan serbet.
"Kalian ini masih saja seperti Anak kecil. Abang sabar dulu, satu bulan lagi Yolanda beres masa iddah, dan kalian akan langsung menikah," ujar Mommy Santi, sehingga membuat Kenzo tersenyum bahagia, sedangkan Yolanda terlihat tersenyum malu.
"Oh iya Kak, apa Kakak sekalian mau ngelamar Tita mungpung Daddy berangkat ke Sukabumi?" tanya Mommy Santi, sehingga Kevin yang mendengarnya langsung tersedak makanan.
"Mom, jangan bercanda, Kakak masih muda, jadi belum mikirin pernikahan, masalah Bang Kenzo saja belum selesai," jawab Kevin.
"Nanti kamu nyesel lho Vin kalau Tita sudah di ambil orang," ujar Kenzo.
"Mana ada yang mau sama Tita yang spesial," ujar Kevin.
"Itu, kamu mau," ledek Kenzo.
"Maksudnya kecuali Kevin."
"Kamu tau gak Vin, saking spesialnya, saat Abang ke Sukabumi, Tita malah mengira jika Abang adalah kamu," ujar Kenzo dengan tertawa.
"Masa sih Bang, kok bisa Tita gak bisa bedain kita, padahal jelas-jelas Kevin lebih ganteng dari Abang."
"Abang yang lebih ganteng dari kamu, makanya Tita sampai terpesona," ujar Kenzo, dan sekarang giliran Kevin yang membalas menimpuk Kenzo dengan serbet.
"Mommy jadi penasaran sama sosok perempuan yang sudah berhasil meluluh lantahkan hati seorang Kevin," ujar Mommy Santi.
"Mommy pokoknya bakalan suka sama Tita, karena kelakuan Tita lebih lucu dari pelawak," ujar Kirana.
__ADS_1
Acara makan malam berlangsung dengan suasana yang ramai karena Kevin dan Kenzo terus saja saling meledek, terlebih lagi mereka selalu memperebutkan perhatian dari Kirana.
"Kakak, Abang, sekarang kalian harus berubah, jangan menganggap Tuan Putri keluarga Wijaya sebagai seorang Anak kecil lagi, karena saat ini Kirana sudah mempunyai Suami, jangan sampai Radit merasa cemburu kepada kalian," ujar Mommy Santi, tapi Kenzo dan Kevin malah sengaja memeluk Adik kesayangan mereka di depan Radit, sehingga membuat semua yang berada di sana menggelengkan kepalanya melihat tingkah tiga saudara yang masih seperti Anak kecil.