Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Episode.49


__ADS_3

Alvin sedikit menghindari istrinya setelah istrinya keguguran. Jujur Alvin sangat kecewa. Dengan kekecewaannya itu dia mendiami istrinya tanpa memedulikan perasaan istrinya yang tak kalah kecewanya.


Nirmala sedang menghidangkan masakannya di atas meja makan. Sudah beberapa hari ini dia kembali menjalani hari-harinya seperti biasanya. Terkadang dia memang sedih saat mengingat anaknya, namun dia mencoba untuk bersikap tenang seolah lupa dengan rasa kehilangannya. Nirmala tidak mau terus terpuruk. Mungkin ini memang sudah jalan takdir yang harus dia jalani. Untuk sekarang dia mencoba ikhlas, dan ke depannya akan berhati-hati lagi. Jangan sampai kejadian itu terulang kembali.


Nirmala melihat suaminya yang baru menuruni tangga. Dengan membawa tas kerja di tangan kanan.


''Mas, sarapannya sudah matang. Ayo kita sarapan bersama!'' Nirmala berlari kecil menghampiri suaminya.


''Aku tak lapar,'' Alvin hanya menatap sekilas ke arah istrinya. Lalu dia melanjutkan langkahnya keluar dari rumah.


Nirmala kecewa melihat sikap suaminya. Entah dengan cara apa lagi dia bisa membuat suaminya seperti dulu. Begitu perhatian dan sangat baik kepadanya, bukan bersikap dingin seperti ini.


''Mas, bisakah kamu memaafkanku? Aku juga tidak ingin kehilangan anak kita. Ini ujian untuk kita, Mas. Bukan hanya kamu saja yang merasa sedih, tapi aku yang mengandung sangat sangatlah sedih. Namun aku tak mau terus terlihat sedih, karena aku yakin suatu saat kita kembali di berikan kepercayaan,'' Nirmala berucap dengan sedikit menahan air matanya.


Alvin diam mematung memejamkan kedua matanya. Posisinya saat ini membelakangi istrinya. Sebenarnya dia juga tak mau terus mendiami istrinya. Namun setiap dia melihat wajah istrinya itu mengingatkannya dengan anaknya yang telah tiada.


Alvin pergi begitu saja tanpa menimpali perkataan istrinya sedikit pun.


Air mata yang di tahan sejak tadi kini tumpah seketika. Nirmala merasa sakit di diamkan seperti ini oleh suaminya. Jujur, dia rindu keharmonisan rumah tangganya seperti sebelumnya.


Dari kejauhan terlihat Pak Sanjaya yang sedang memperhatikan menantunya. Kebetulan tadi Pak Sanjaya menyaksikan semuanya. Sebenarnya Pak Sanjaya merasa kasihan kepada menantunya, namun sulit untuk membujuk Alvin agar kembali bersikap baik kepada istrinya. Terlebih, Alvin masih menyimpan kekecewaan.

__ADS_1


'Maafkan aku, Mas. Maafkan aku,' batin Nirmala.


Nirmala langsung pergi ke kamarnya. Dia tak memikirkan lagi perutnya yang keroncongan.


.....


....


Alvin sudah pulang kerja. Namun dia bersama seorang wanita. Nirmala yang sedang berdiri di depan pintu, dia bertanya-tanya dalam hatinya karena rasa penasarannya. Jujur dia merasa tak suka melihat suaminya bersama dengan wanita lain.


''Mas, biar aku bawakan tas kamu,'' Nirmala hendak menyambar tas yang suaminya bawa, namun suaminya tak memberikannya.


''Tidak usah, aku bisa bawa sendiri,'' Alvin menerobos masuk begitu saja ke dalam rumah, membiarkan istrinya sendirian disana.


Nirmala mencooba menguatkan hatinya. Kini dia kembali masuk ke dalam rumah. Dia melihat suaminya yang sedang duduk bersama dengan wanita tadi.


''Mas, mau minum apa? Biar aku buatkan,'' ucap Nirmala yang saat ini berdiri tak jauh dari mereka.


''Buatkan orange jus saja untuk kita,'' pinta Alvin.


''Baik, Mas.'' Nirmala berlalu pergi menuju ke dapur.

__ADS_1


Nirmala membawa nampan berisi minuman pesanan suaminya. Dia menaruh dua gelas orange jus di atas meja. Sesekali dia mendengarkan Alvin dan teman wanitanya saling mengobrol, dan itu sangat akrab.


''Silakan di nikmati! Saya permisi dulu,'' ucap Nirmala. Namun tidak ada sahutan apa pun dari suaminya.


Pak Sanjaya yang baru keluar dari kamar mendengar suara anaknya yang terdengar sedang mengobrol asyik. Karena penasaran Pak Sanjaya pergi ke sumber suara. Pak Sanjaya melihat anaknya sedang mengobrol bersama dengan seorang wanita. Namun belum jelas wajah wanita itu karena Pak Sanjaya baru melihatnya dari arah samping.


''Al, sepertinya kalian asyik sekali mengobrolnya,'' Pak Sanjaya mendudukan dirinya di depan anaknya, dan betapa terkejutnya melihat wanita di hadapannya yang ternyata Renita, anak dari mantan kekasihnya sekaligus Renita itu teman masa kecil Alvin.


''Hai, Om. Apa kabar?'' Renita terlihat sangat ramah menyapa Pak Sanjaya.


''Kabar saya baik, bagaimana kabar kamu, dan ibumu, Ren?''


''Kabar kami juga baik, Om. Kebetulan saya pindah ke kota ini karena ibu saya menikah lagi satu minggu yang lalu dengan pengusaha di kota ini.''


''Saya senang mendengarnya. Akhirnya setelah sekian lama menjanda ibumu menikah lagi.''


''Iya, Om. Saya juga merasa senang karena sekarang ada sosok pelindung yang menjaga ibuku.''


Mereka asyik mengobrol, dari kejauhan Nirmala tampak memperhatikan. Andai saja yang ada di posisi wanita itu dirinya, pasti dia akan merasa senang sekali mengobrol asyik bersama suami dan mertua. 


.....

__ADS_1


....


__ADS_2