Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Episode.56


__ADS_3

Semua warga sudah tahu bahwa lelaki tampan yang datang ke kampung mereka itu suami Nirmala. Tentu para gadis merasa kecewa mengetahui fakta itu.


Saat ini Nirmala berada di rumah yang di kontrak oleh Alvin. Sejak kemarin Alvin mengajaknya untuk tinggal bersama disana.


''Sayang, terima kasih ya karena kamu menjaga anak kita dengan baik,'' Alvin tampak mengusap perut buncit istrinya.


''Sama-sama, Mas. Dia yang kita ingin-inginkan selama ini. Mala sangat berhati-hati dalam menjaganya.


Dengan posisinya yang sekarang, mereka terlihat begitu romantis. Alvin memeluk istrinya dari belakang. Satu tangannya masih mengusap perut buncit istrinya.


''Terima kasih ya, sayang. Maafkan suamimu ini yang belum bisa menjadi suami yang baik.''


''Setiap orang pasti mempunyai kesalahan di masalalu. Namun setiap orang berhak memiliki kesempatan ke dua. Mala harap Mas Alvin tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Mala ingin kita terus seperti ini selamanya.''


Alvin membalikan tubuh istrinya sehingga kini menghadap ke arahnya.


''Mulai saat ini Mas akan berusaha menjadi suami yang baik untuk kamu, sayang.'' Alvin mendekatkan wajahnya dengan wajah istrinya. Saat hendak menyambar bibir tipis itu, terhenti karena mereka mendengar ketukan pintu dari luar.


''Mas, sepertinya ada yang datang.''


''Biar Mas saja yang membukakan pintu,'' Alvin pergi ke depan untuk melihat siapa yang datang. Ternyata itu Pak RT.


''Selamat pagi, Mas Alvin.''


''Pagi juga Pak RT, ada apa ya?''


''Begini, saya mau menyerahkan rincian material yang di perlukan untuk pembangunan jalan di kampung ini,'' Pak RT memperlihatka buku catatan miliknya kepada Alvin.


''Mari masuk, Pak! Kita bahas sama-sama di dalam.''

__ADS_1


Pak RT mengikuti Alvin masuk ke dalam rumah, lalu mengajakanya untuk duduk bersama.


''Saya senang sekali karena Mas Alvin mau membangun jalan di kampung ini.''


''Itu juga untuk kepentingan saya, Pak. Karena saya ingin membangun tempat wisata di kampung ini. Ya tadinya sih saya ingin membuat penginapan, hanya saja kalau di daerah sini sepertinya lebih menarik membuat tempat wisata. Tapi nanti saya akan membangun satu penginapan pribadi untuk saya dan istri saya.''


''Saya selaku RT di kampung ini sangat mendukung apa yang Mas Alvin rencanakan. Apalagi agar kampung kami lebih maju lagi.''


Terlihat Nirmala membawa nampan berisi minum untuk suaminya dan Pak RT.


''Silakan di minum!'' Nirmala menaruh teh manis hangat ke atas meja.


''Terima kasih, Neng Mala.'' ucap Pak RT sambil tersenyum ke arahnya.


''Sama-sama, Pak.'' setelah mengatakan itu Nirmala kembali ke belakang.


Alvin memang ahli dalam berbisnis. Buktinya mengambil kepercayaan para warga juga bisa dia lakukan dengan mudah. Untuk ke depannya mungkin dia akan lebih sering berkunjung ke kampung itu. Karena istrinya terlihat senang berada disana menikmati udara perkampungan yang begitu sejuk.


....


Beberapa hari kemudian, Alvin dan Nirmala sedang bersiap untuk pergi. Mereka juga sudah berpamitan kepada Pak RT dan warga kampung. Niatnya Alvin akan bolak-balik dari kota ke kampung karena tidak bisa jika terus stay disana. Dia mempunyai perusahaan yang harus di urus.


Saat ini Alvin dan Nirmala sedang berada di perjalanan pulang. Nirmala tampak tertidur karena kelelahan. Sedangkan Alvin fokus mengemudi. Namun sesekali dia memperhatikan istrinya yang duduk di sampingnya.


''Lelap sekali kamu, sayang.'' seutas senyum terukir di sudut bibir Alvin.


Betapa bahagianya hati Alvin saat ini. Istri yang dia cintai sudah kembali lagi ke pelukannya. Sekarang Alvin tinggal memikirkan masa depan mereka bertiga, dia, istrinya, dan juga anaknya.


Nirmala mengerjapkan ke dua matanya. Dia menoleh ke samping menatap suaminya yang sedang mengemudi.

__ADS_1


''Mas, kita sudah sampai mana?'' tanya Nirmala.


''Kita baru setengah perjalanan, sayang.''


''Lama sekali, em aku lapar pengen makan ikan.''


''Nanti kita cari restoran terdekat ya, kamu yang sabar, sayang.''


''Aku selalu sabar menunggumu kok, Mas.''


''Ih gemes sekali sih istriku ini, jadi pengen makan kamu.''


''Aku ini orang masa di makan sih?''


''Jangan pura-pura polos deh.''


Nirmala mengerti maksud perkataan suaminya. Namun dia hanya tersenyum saja tanpa menimpalinya.


Kini mobil yang mereka naiki berhenti di depan restoran. Alvin menyusul istrinya yang sudah turun duluan. Nirmala tampak tak sabaran, bahkan dia mempercepat langkahnya memasuki restoran.


''Sayang, jangan cepat-cpeat dong! Kasihan anak kita.''


Nirmala membalikan badannya menatap suaminya.


''Justru itu, Mas. Anak kita ini yang sudah kelaparan.''


Alvin mempercepat langkahnya sehingga kini dia berada di samping istrinya.


''Duh anak papah lapar, Nak.'' Alvin mengusap gemas perut istrinya.

__ADS_1


Tentu tingkah Alvin terlihat oleh orang sekitarnya. Mereka mengecap keduanya sebagai sepasang suami istri yang terlihat sangat romantis.


''Malu, Mas.'' Nirmala menyingkirkan tangan suaminya dari perutnya.


__ADS_2