Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Enam belas


__ADS_3

Setibanya Lula di masuk ke dalam rumah,dia pun bergegas masuk ke dalam kamarnya.namun langkahnya terhenti ketika dia dikejutkan dengan Sosok pria yang kini sudah berada di atas tempat tidurnya,siapa lagi kalau bukan suaminya.


" Anda sedang apa dikamar saya..?" tanya lula dengan gugup,namun sebisa mungkin dia terlihat kuat supaya tidak gampang di tindas oleh laki laki tersebut.


" Suka suka gue lah,rumah ini kan rumah gue jadi gue bebas lah mau masuk ke kamar yang mana." Ketus Kenzo


" Saya tahu ini rumah anda,tapi kan kamar ini sudah menjadi kamar pribadi saya,seharusnya anda tidak bisa bebas masuk ke kamar ini tanpa seizin saya.!" Ucap Lula menegaskan


Kenzo tersenyum miring menatap Lula." Lo lupa kalau gue punya kunci duplikat kamar yang Lo akui hak milik Lo ini,jadi tanpa izin alo pun bisa bebas keluar masuk kamar ini.!" Ucapnya sambil menatap tajam alula.


Alula menghela nafas kasar,dan mencoba menurunkan emosinya.percuma berdebat dengan Pria ini.pada akhirnya dia yang akan tetap harus mengalah.mengingat hari ini dia juga sangat capek dengan rutinitasnya seharian ini.jadi mau tidak mau dia harus mengalah menghadapi pria bermulut laknat ini.


" Baiklah kalau begitu,ada keperluan apa anda masuk kamar ini.?"


Kenzo tersenyum penuh arti,lalu bangkit dari tempat tidur sambil berjalan perlahan menghampiri Lula yang kini masih diam mematung didekat daun pintu.mengingat pintu kamar pun juga sudah tertutup.


" A anda mau apa.?" tanya lula dengan gugup karena langkah suaminya itu semakin mendekat.mengikis jarak diantara ke duanya hingga hanya berjarak beberapa centi saja.


Tiba tiba saja tangan Lula kembali termor Ketika Kenzo tiba tiba saja sedikit menghimpit tubuhnya hingga ke tembok.memangkas jarak diantara keduanya.bahkan lula bisa menghirup aroma parfum mahal milik suaminya yang begitu maskulin.dan lagi lagi bayangan na'as dimalam kejadian itu sekelebatan melintas di pikirannya.


" Ja jangan dekat dekat." Sentak Lula dengan suara terdengar parau.


Seperti biasa Lula merasat tidak nyaman,lebih tepatnya tidak suka jika harus berdekatan dengan kenzo.Cepat cepat dia merogoh saku yang ada dibagian kiri gamisnya dan mengambil sebuah masker jenis Duckbil berwarna putih,lalu memakainya supaya bisa menghindari bau parfum milik kenzo.yang hanya akan mengingatkan kenangan buruknya waktu itu.


" Ngapain Lo pakek masker?Lo pikir gue bau apa'n.?" Protes Kenzo


Lula mendongakan kepalanya lalu menatap wajah ketus suaminya itu." Maaf ,tapi saya nggak suka dengan bau parfum anda." Cicitnya


" Ckk..." Kenzo berdecak sebal ." Dasar kampungan,udik Lo.Parfum mahal mahal milik brand ternama nggak suka.padahal Di luaran sana banyak cewek cewek yang klepek klepek kalau dekatan sama gue.nggak kayak Lo.udah munafik kampungan lagi.cih.." Dengus kenzo sambil menyombongkan dirinya.


Lula mengulas senyum tipis." Semahal apapun parfumnya bahkan wanginya melebihi wanginya parfum brand ternama pun buat apa kalau hanya untuk mengingatkan pada sebuah kenangan buruk."


" Maksud Lo.?"


Lula terdiam bahkan tak menjawab sepatah katapun pertanyaan Kenzo.


" Eh kenapa diem...?" tanya Kenzo lagi dengan satu alisnya terangkat.


" Bisa nggak mas nggak usah dekatan kayak gini?" Sentak Lula menahan Amarah yang tiba tiba datang.entah dari mana dia mendapat kekuatan sehingga berani berucap dengan nada sedikit meninggi

__ADS_1


" Wehh biasa aja kalau ngomong.nggak usah ngegas.!" balas kenzo tak kalah ketus


" Makanya jauh dikit.." Lirih Lula dengan di sertai penekanan.


" Oke Oke.." Ujarnya memundurkan langkahnya sedikit menjauh melihat wajah lula yang tiba tiba berubah ketakutan." Lagian Gue juga ogah sebenarnya deket deket sama cewek munafik kayak Lo,yang super duper kampungan." Cetusnya lagi


" Langsung saja ada perlu apa anda kemari.?"


" Weh biasa aja nggak usah nyolot.!" Protes Kenzo yang merasa nada suara lula terkesan memburu membuatnya malah semakin meradang


" Iya saya paham.Mas ada perlu apa kesini.?" Tanya Lula dengan meralat ucapanya.membuat sudut bibir Kenzo melengkung sekilas,namun segera dia kembali menahan senyum tipisnya itu dan kembali menampilkan wajah Sengaknya.


" Gue cuma mau ingetin satu hal sama Lo."


" Tentang apa.?"tanya lula


" Jaga sikap dan tingkah laku Lo selama Lo jadi istri gue,jangan Seenak jidad Lo nyuruh Laki Lo nganterin Lo pulang ke rumah ini.mengingat Rumah ini bukan rumah bokap nyokap Lo,tapi rumah milik mertua Lo.!" Ujar Kenzo dengan pelan namun penuh dengan penekanan.bahkan matanya menatap tajam manik mata Alula.


Alula terdiam mencoba mencerna ucapan suaminya itu,dia paham betul maksud suaminya itu.memang tidak sepantasnya dia diantar oleh seorang pria meskipun memakai kendaraan sendiri sendiri,apalagi dengan status dirinya saat ini yang notabenya istri orang dan juga rumah ini adalah rumah dimana suaminya tinggal.ini yang dia takutkan sebelumnya bakal terjadi kesalah pahaman seperti ini.dan ujung ujungnya dia sangat malas menjelaskan yang akan semakin menambah lelah pikirannya.


" Kenapa diam saja?lagi menikmati dosa Lo?atau mikirin caranya nambah dosa lagi?" Imbuh Kenzo dengan nada sarkasme nya.


" Udah mulai pinter Lo ya cari pembelaan.!" Sentak Kenzo dan kini sudah mendekat lagi ke arah alula.


" Mas." pekik Lula yang mulai panik ketika Kenzo mulai mendekat dan salah satu tangan kokohnya yang terbalut kaos hitam itu terangkat dan menumpu di dinding,dan mengukung tubuh Lula yang sudah menempel di tembok tersebut


" Apa?nggak terima.?"


" I iya nggak usah deket deket."


Kenzo menyeringai dan terus menatap tajam Lula,sedangkan Lula tubuhnya kembali gemetar,dan tangannya pun semakin termor.entah kenapa dia saat ini merasa benar benar terjepit dan rasa takut yang amat besar itu kini mulai menghinggap lagi.


Tiba tiba saja dia merasakan Telapak tangan besar itu menyentuh dagunya.membuatnya mau tak mau mengangkat wajahnya,dan tatapannya kini bertemu dengan tatapan maut milik Suaminya itu.


" Gue ingetin sekali ini aja,ingat jangan sekali kali lagi kau bawa laki laki siapapun ke rumah ini,kalau sampai gue lihat Lo pulang ke rumah ini diantar tuh cowok." Ucap kenzo dengan memburu dan mata menyalang." Gue nggak bakalan segan segan minta HAK gue sebagai seorang suami.! ingat itu...!" imbuhnya lagi dengan penuh penekanan.lalu melepas cengkramannya di dagu Alula.


Alula menggeleng cepat dan menatap nanar pada pria bengis di depannya itu.


membuat Kenzo kembali tersenyum miring dan terlihat menatap lula dengan tatapan merendahkan.

__ADS_1


" Kenapa? Lo takut.?" Tanyanya dengan meledek.


" Sa saya nggak akan biarkan itu terjadi.." Tegas alula


" Kenapa? Lo takut?Atau Jangan jangan Lo takut karena udah nggak Perawan Ya...." Ujar Kenzo di sertai dengan tawa ledeknya.


Deg


Tiba tiba saja hati lula mencelos dan tercengang dengan ucapan kenzo.setengah mati dia mengumpulkan keberanian hidup untuk melanjutkan kehidupannya yang sudah tidak sempurna lagi.namun kini tiba tiba saja seseorang menggalinya lagi dan memunculkan keatas permukaan.


Kenzo memberanikan diri menatap lekat lekat mata Lula yang perlahan mulai mengembun,jelas sekali mulut wanita itu terkatup rapat sambil bibir bawahnya bergetar.namun air matanya sudah lolos tak bisa di bendung lagi.satu persatu air matanya jatuh lolos membasahi pipinya.


" Hahaha.santai aja gue tadi cuma bercanda." Kelakar kenzo yang sebenarnya merasa bersalah dengan ucapannya tadi.


Namun lula masih tetap saja menangis dalam diamnya.dia hanya ingin secepatnya pria itu pergi keluar dari dalam kamarnya.namun lututnya seakan lemas membuat Lula berjongkok dan menenggelamkan wajahnya diantara lengannya.lalu menumpahkan tangisnya yang sempat dia tahan.


Kenzo pun mulai kelimpungan dan terlihat bingung.dia pun mencoba menurunkan egonya dan berjongkok mendekati lula.lalu dengan reflek dia pun memeluk Lula seperti yang biasa dia lakukan ketika sedang main shooting film.


BRUK


PLAK


Dengan keberanian yang muncul tiba tiba.Lula pun mendorong tubuh Kenzo hingga terjengkal kebelakan namun tak sampai merobohkan tubuh kekar tersebut.dan disertai dengan tamparan keras di pipi Kenzo hingga membekaa merah.membuat Kenzo meringis.


" Hahh ishhhhh." Desis kenzo sambil mengusap pipinya yang terasa kebas oleh tamparan lula.


" Jangan pernah samakan saya dengan wanita lain yang bisa seenaknya mas sentuh.!" Tegas alula disertai dengan isak tangisnya


Kenzo masih diam dan tercengang dengan apa yang barusan dilakukan Lula.tanpa banyak bicara lagi.lula pun membuka pintu kamar lalu mendorong tubuh kenzo yang tadi sudah berdiri hingga keluar dari kamarnya.


BRAK.


Kenzo mematung didepan pintu kamar istrinya setelah ditutup dengan keras oleh penghuni didalamnya tersebut.


" Gila...seharusnya kan gue yang marah ke dia.." Gumamnya sambil berlalu meninggalkan kamar tersebut.


-Bersambung-


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2