
Kirana terlihat berpikir sebelum akhirnya mengatakan permintaannya kepada Radit.
"Bunda berharap Ayah bisa menjaga hati Ayah untuk Bunda," ujar Kirana dengan mencoba untuk tersenyum, meskipun saat ini hatinya terasa sesak.
"Ayah kira permintaan Bunda apa, Ayah janji akan menjaga mata, hati, dan cinta ini hanya untuk Kirana Putri Wijaya seorang," ujar Radit dengan menghapus airmata yang terus saja menetes pada pipi Kirana, begitu juga Kirana yang menghapus airmata pada pipi Radit.
"Ya sudah, sebaiknya sekarang kita ke kamar perawatan Daddy lagi, kalau kita lama-lama di sini, nanti kita dikiranya ngapa-ngapain," ujar Radit, sehingga Kirana memutar malas bola matanya.
mereka melangkahkan kaki ditemani dengan keheningan di antara keduanya, karena saat ini Radit dan Kirana hanyut dalam pikiran masing-masing, sampai akhirnya mereka berdua sampai di depan kamar perawatan Daddy Wijaya.
Kirana dan Radit sama-sama enggan untuk membuka pintu, sampai akhirnya Kevin keluar untuk mengangkat telpon dari Kenzo.
"Kirana, Radit, kenapa kalian berdua malah berdiri di sini?" tanya Kevin.
Kirana dan Radit kini sama-sama tersadar dari lamunannya.
"Enggak Kak, kita baru sampai kok. Kakak mau kemana?" tanya Kirana.
"Kakak mau ngangkat telpon dari Bang Kenzo," jawab Kevin.
"Ya sudah, kalau begitu kami ke dalam dulu ya Vin," ujar Radit kemudian menggandeng Kirana untuk masuk ke dalam kamar perawatan Daddy Wijaya.
Daddy Wijaya tersenyum melihat kedatangan Kirana dan Radit. Beliau sebenarnya tidak tega untuk memisahkan Kirana dan Radit, tapi semua ini untuk kebaikan mereka juga, karena dengan begitu kesetiaan cinta Kirana dan Radit bisa kembali di uji.
__ADS_1
Kirana kini menghampiri Daddy Wijaya, lalu duduk di samping ranjang pesakitan nya, sedangkan Radit menghampiri Mommy Santi dan Papa Farhan yang terlihat duduk di sofa.
Papa Farhan memegang tangan Radit yang saat ini duduk di sampingnya, dan mencoba untuk memberikan kekuatan kepada Anak semata wayangnya, karena Papa Farhan merasa Iba terhadap Radit dan Kirana, apalagi mata mereka berdua terlihat bengkak karena menangis.
"Sayang, Tuan Putri baik-baik saja kan?" tanya Daddy Wijaya.
"Alhamdulillah Dad, Kirana akan berusaha melepas kepergian Radit dan akan selalu mendukung karier nya," jawab Kirana dengan memaksakan diri untuk tersenyum.
"Daddy bahagia karena kembali bisa berkumpul dengan kamu sayang."
"Kirana juga bahagia Dad, tapi Kirana tidak mungkin bisa meninggalkan Bu Arum di Sukabumi sendirian."
Degg
"Si_siapa Arum itu?" tanya Daddy Wijaya.
"Bu Arum adalah orang yang telah menolong Kirana, makanya Kirana bisa bertahan hidup sampai saat ini. Saat itu Kirana pingsan dan semua barang-barang Kirana di rampok, dan sosok Bu Arum lah yang selalu berada di samping Kirana selama ini. Kirana tidak tega meninggalkannya hidup sebatang kara, karena Bu Arum sudah tidak punya siapa pun di dunia ini."
"Kalau begitu ajak saja Bu Arum tinggal bersama kita," ujar Daddy Wijaya.
"Kirana juga mempunyai usaha di Sukabumi Dad, jadi Kirana tidak mungkin meninggalkannya."
Daddy Wijaya merasa terkejut mendengar penuturan Kirana yang mempunyai usaha.
__ADS_1
"Usaha apa Nak?" tanya Daddy Wijaya.
"Daddy tau kan destinasi Pariwisata Curug Putri? itu adalah milik Kirana, dan nama curug Putri di ambil dari nama tengah Kirana, karena selama tinggal di Sukabumi Kirana membuka lembaran baru dengan memakai nama Putri berkat saran dari Bu Arum, yang dulu mengganti panggilan namanya dari Sekar menjadi Arum," ujar Kirana, sehingga Daddy Wijaya semakin merasa terkejut.
Sekar Arum, apa itu kamu? jika memang benar itu adalah kamu, aku akan menebus semua kesalahan yang telah aku lakukan kepadamu dengan cara apa pun juga, ucap Daddy Wijaya dalam hati.
"Daddy bangga sama kamu Nak, Daddy tidak pernah mengira jika seorang Tuan Putri keluarga Wijaya yang lemah lembut, bisa menjadi sosok kuat dan mandiri, apalagi sampai bisa membuat lapangan kerja untuk oranglain," ujar Daddy Wijaya dengan memeluk tubuh Kirana.
"Semuanya berkat Bu Arum Dad, beliau adalah sosok yang kuat dan mandiri dan selama ini Kirana selalu mencontoh sifat beliau yang selalu membantu orang meskipun beliau sendiri berada dalam kesusahan. Meskipun Kirana tidak terlahir dari rahim Bu Arum, tapi Kirana sudah menganggap Bu Arum sebagai Ibu kandung Kirana juga seperti Mommy, gak apa-apa kan Mom," ujar Kirana dengan tersenyum.
"Tidak apa-apa sayang, Mommy justru bahagia karena kamu mempunyai perasaan yang tulus untuk oranglain. Oh iya, memangnya Bu Arum tidak mempunyai Anak ya, kenapa tadi Kirana bilang kalau Bu Arum hidup sebatang kara?" tanya Mommy Santi yang saat ini menghampiri Daddy Wijaya dan Kirana.
"Dulu katanya Bu Arum pernah hamil, tapi Bu Arum tidak mau meminta pertanggungjawaban dari kekasihnya, karena kekasihnya telah menikah dan dijodohkan dengan temannya sendiri, sampai akhirnya Bu Arum di usir dari rumahnya karena telah hamil di luar nikah, tapi sayangnya nasib Bu Arum tidak seberuntung Kirana, karena Bu Arum harus berjuang sendirian tanpa bantuan dari siapa pun, sampai akhirnya bayi yang dilahirkan Bu Arum meninggal dunia," jawab Kirana, dan Daddy Wijaya semakin yakin jika perempuan yang bernama Arum itu adalah Sekar Arum, sehingga Daddy Wijaya semakin bersemangat.
Aku yakin kalau itu adalah kamu Sekar, maafkan aku karena ternyata selama ini kamu telah hidup menderita dan menanggung semuanya sendirian, batin Daddy Wijaya.
"Innalilahi..kasihan sekali ya nasib Bu Arum, semoga lelaki bejat itu mendapatkan karma karena telah membiarkan Bu Arum menanggung semuanya sendirian," umpat Mommy Santi, dan tiba-tiba Daddy Wijaya yang saat ini sedang minum sampai tersedak mendengar perkataan Mommy Santi.
"Daddy pelan-pelan kalau minum. Oh iya maaf ya Dad kalau Kirana gak bisa lama-lama di sini, soalnya kasihan Kaisar kalau ditinggal lama-lama, takutnya rewel."
"Iya sayang gak apa-apa, kondisi Daddy juga sudah lebih baik, dan Daddy hari ini akan melakukan pemasangan ring. Tuan Putri do'akan ya semoga semuanya lancar, nanti Daddy akan ikut Tuan Putri ke Sukabumi untuk mengucapkan terimakasih kepada Bu Arum."
"Iya Dad, semoga semuanya berjalan dengan lancar ya, dan Daddy bisa segera sembuh. Suasana di sana juga cocok untuk masa pemulihan, dan Daddy pasti akan betah tinggal di sana. Ya sudah kalau begitu Kirana pulang sekarang ya Mom, Dad, kalau ada apa-apa kasih kabar Kirana ya," ujar Kirana dengan bergantian memeluk tubuh kedua orangtuanya.
__ADS_1
Setelah Radit dan Kirana pamit untuk pulang, mereka akhirnya keluar dari kamar perawatan Daddy Wijaya, dan ternyata di sana sudah terlihat seseorang yang menunggu Kirana.