
" Silahkan Duduk pak Imran."
" Terima kasih Pak Roy."
Terlihat Dua paruh baya itu sedang Mengobrol disalah satu Cafe tempat dimana Mereka janjian untuk mengadakan Pertemuan.
Mereka adalah Papa Roy dan Pak imran,ayahnya Lula dan Zura.
" Pak Imran mau pesan Apa?" Tanya papa Roy
" Samain aja dengan Pak Roy." Jawan pak Imran
" Kalau begitu Vanilla latte nya Dua Ya." ujar Papa Roy pada Pelayan Cafe
" Tambah apa lagi tuan.?"
" Sementara itu aja dulu." jawab papa Roy
Lalu pelayan cafe pun pamit untuk menyiapkan pesanannya,sedangkan Mereka melanjutkan Perbincangan mereka kembali.
" begini pak Imran,maksud keinginan saya bertemu dengan Pak imran,karena Ada Hal penting yang ingin saya bicarakan pada Pak imran." Papa Roy mulai angkat bicara
" Maaf Hal penting apa ya pak,kalau boleh saya tahu?" tanya pak Imran dengan Raut wajah penasaran
Ya Pak Imran Adalah Salah Satu Staf pegawai dikantor Papa Roy,Dan hubungan mereka terbilang cukup Akrab tidak seperti layaknya Bawahan dan Atasan,karena Pak imran beberapa waktu lalu pernah menyelamatkan Papa Roy dari tragedi kecelakaan saat Papa Roy mengunjungi salah satu proyek dimakasar.Pak imran Rela mengorbankan Dirinya demi menyelamatkan Papa roy ketika akan Tertimpa reruntuhan Kayu,yang hampir merenggut nyawanya,hal itu membuat papa Roy merasa berhutang Nyawa dan menjadikan Pak Imran sahabat,dan Hubungan mereka menjadi sangat akrab sampai saat ini.
Meski sudah dianggap orang terdekat Atasannya,hal itu tetap membuat pak imran merasa sungkan karena Pak Roy sudah begitu baik padanya,bahkan biaya pengobatan Pak imran pun,Papa Roy yang membiayai semua hingga sembuh.
Namun Papa Roy Belum Pernah Bertemu dengan keluarga Pak imran termasuk istri pak imran dan kedua Anak pak imran,cuma dia sempat mendengar kabar Jika pak Imran mempunyai Dua putri Cantik cantik,hal itu membuat Papa Roy berniat menjodohkan salah satu Putri pak imran dengan Putranya,supaya hubungan pertemanan mereka tetap bisa terjalin satu sama lain.
" Begini pak Imran,saya dengar Anda Mempunyai Dua Anak gadis yang sangat cantik cantik." Ucap Papa Roy disertai senyum mengembang khas miliknya
" Pak Roy bisa saja." jawab Pak imran dengan sungkan" Saya memang punya dua Anak gadis pak Roy,yang satunya berusia Dua puluh lima tahun,satunya lagi Dua puluh satu tahun itu yang bungsu." jawab Pak Imran
" Emm bagaimana kalau kita berbesanan saja pak Imran?" tanya Papa Roy diiringi dengan tersenyum membuat Pak imran sedikit terkejut
" Besan?maksud pak Roy.?"
" Saya ingin menjodohkan Putra semata wayang saya dengan salah satu Putri Anda pak,bagaimana apa pak imran bersedia.?" tanya Papa Roy
Pak Imran Pun terkejut bukan main,bagaimana mungkin seorang Bos meminta Berbesanan dengan bawahannya,rasanya sungguh seperti mimpi.
" Apa Pak Roy tidak salah pak,saya disini hanya seorang Staff pegawai dikantor bapak,apa kata Orang nanti pak,saya sungguh tidak pantas berbesanan dengan pak Roy yang merupakan Atasan saya." jawab Pak imran dengan nada bicara bergetar
Papa Roy pun dengan santai menepuk pundak Pak imran,diiringi dengan Mengulas senyum wibawanya." Pak Imran jangan bicara seperti itu dimata Tuhan kita semua adalah sama,sama sama makhluk ciptaannya, yang Membedakan Hanyalah Akhlak dan budi pekertinya pak imran." Ujarnya penuh bijak
" Tapi Pak Roy,saya dan keluarga merasa tak pantas jika Harus bersanding dengan keluarga Anda." jawab pak imran dengan lirih,ya dirinya benar benar minder dan Merasa tak pantas,dengan menjalin kedekatan dirinya pada Bos utama saja sudah menjadi bahan gunjingan teman temannya dikantor apalagi sekarang Papa Roy sendiri yang meminta untuk berbesanan dengannya,sungguh beliau merasa minder dan tak percaya diri.
" Sudahlah pak Imran,jangan bicara seperti itu,Saya dan Pak Imran Diciptakan sama,jangan merasa Merendah,karena kesempurnaan hanya milik Allah." ucap Papa Roy dan Pak imran Hanya bisa menunduk dengan sungkan
" Bagaimana pak Imran,apa Anda setuju.?" tanya Papa Roy
Dengan Ragu ragu Akhirnya Pak imran menganggukan kepalanya tanda dia menyetujui keinginan papa Roy." Baiklah kalau begitu pak Roy,saya Bersedia ."jawabnya
" Alhamdulilah." Ujar Papa Roy dengan penuh Kelegaan.
__ADS_1
( jangan Lupa Anterin barang pesanan Gue sekarang,gue sharelok alamatnya sekarang)
Lagi lagi Lula hanya bisa menghela nafasnya ketika mendapat pesan dari sang kakak yang meminta pesanan Makanan,dan diminta langsung mengantarkan dimana sekarang dia berada.
Tingg
( Jalan Pemuda nomor 17,nama Hotel Four seasons Hotel Nomor kamar 707)
" Ada Apa Lul.?" tanya Rika saat melihat Lula hanya terdiam sambil memandangi layar ponselnya.
" Ini Mbak Lula minta aku buat anterin makanan ke tempatnya sekarang." jawab Lula dengan suara lirih
" Dimana.?" tanya Rika penasaran
" Nih." Lula menunjukan isi pesan dari kakaknya pada Rika,yang langsung membuat kedua mata Rika melotot
" Gila ini mah Restoran Mewah dan Mahal Lul,masa' iya Buat Pesen makanan Aja harus minta dari Luar,ngaco tuh mbakmu." Cetus Rika
" Lah tapi Pesannya kayak gitu Rik,terus gimana dong." ujar Lula dengan wajah polosnya
" Memangnya mbakmu itu pesen makanan apa sih?" tanya Rika penasaran
" Dua box Pizza Sama burger." jawab Lula
" Yaelah,masa beli Makanan itu aja mesti kudu kamu sih lul yang beliin,kalau dia sekarang lagi Ngamar dihotel mewah,masa iya Gebetannya nggak mampu beliin makanan yo begonoan,yang pasti gebetannya tajir dong.aku yakin Ini cuma akal akalan dia aja deh." Rika menggerutu akan permintaan Kakaknya Lula yang dirasa cukup tidak masuk akal
" Ya sudah Lah Rik,dari pada urusannya tambah panjang mending Aku anterin pesenannya aja sekarang." jawab lula sambil mengembungkan Pipinya dengan pasrah
" Terus belinya pakai Uang kamu gitu.?" tanya Rika dan Mendapat Anggukan kepala dari sahabatnya itu
" Iya."
" Udah nggak apa apa,lagian aku ini adiknya masa' iya harus ngelawan sama kakak sendiri." Tukas Lula dengan senyum yang dipaksakan
" Tau deh terserah kamu aja,capek aku ngingetin kamu tau nggak." ujar Rika dengan muka masam karena sahabatnya itu terlalu bebal untuk dinasehati
" Ya sudah aku nitip Toko bentar ya,nanti istirahatnya gantian." Ujar Lula yang bersiap siap untuk segera bergegas Pergi
" Hmm jangan lama lama."
"Iya iya bawel." dengan gemas Lula mencubit pipi Rika yang cemberut." Aku tinggal bentar ya Assalamualaikum." Ucapnya lagi
" Walaikum salam,hati hati."
" Iya." jawab Lula setengah berteriak karena sudah berlari kecil keluar dari Toko butik tersebut.
Lalu dia pun segera bergegas menyalakan mesin motornya menuju Restoran Siap saji dan membeli pesanan Dari kakaknya itu.setelah mendapatkan Dua box pizza lengkap dengan Dua Burger dan Minumannya Lula pun kembali bergegas menuju Hotel dimana kakaknya berada.setelah sampai Lula pun segera masuk dan Bertanya pada Pihak resepsionis Kamar Hotel tersebut
" Maaf Ada yang bisa kami bantu.?" tanya seorang resepsionis berpenampilan cantik tersebut
" Iya Mbak saya mau tanya Kamar Nomor 707 itu dimana ya."
" Atas nama siapa.?"
__ADS_1
" Emmm Azura Larasati." jawab Lula
" Silahkan Anda Naik ke lantai sepuluh nona."
" Terimakasih ya mbak,kalau begitu saya segera kesana." ucap lula dan mendapat anggukan dari Resepsionis
Lula pun segera bergegas menuju lantai Sepuluh dengan menggunakan Lift,tak butuh waktu lama Akhirnya dia pun sampai dilantai sepuluh dan langsung mencari nomor kamar tersebut.
tak butuh waktu lama akhirnya alula menemukan kamar tujuannya dengan Nomor 707
" Itu dia kamarnya." Celetuknya lalu bergegas menuju kamar tersebut Dia pun langsung memencet bel beberapa kali karena cukup lama tak mendapat Respon
Ceklek
Pintu pun Terbuka,dan Betapa terkejutnya Lula saat melihat siapa yang membuka pintu kamar tersebut.kedua matanya membulat dan terbelalak saat mendapati seorang Pria tampan yang sedang berdiri dihadapannya hanya menggunakan Handuk berwarna putih yang melingkar dipinggangnya dan hanya menampilkan dada bidangnya karena bertelanjang Dada.
" Ka kamu." Bibir Lula bergetar saat mendapati Sosok pria yang beberapa akhir ini selalu mengusik pikirannya.ya pria tersebut adalah Kenzo,pria yang kemarin sempat menabrak dirinya bersama dengan temannya
Sedangkan Kenzo Pun tak kalah kagetnya melihat sosok gadis yang Selama ini juga selalu menggangu pikiranya.
" Siapa Sayang." Ucap Lula dengan Mesra yang tiba tiba datang dari belakang dan langsung memeluk punggung Kenzo
" Mbak...." Ucap Lula dengan bibir bergetar melihat sang kakak hanya memakai Piyama Tidur berbentuk baju kimono yang sangat sexy.
" Oh kamu dek,Ayo masuk." ujar Zura dengan suara terkesan Ramah
Hal itu sontak membuat Lula sedikit kaget karena mendapati sikap Kakaknya yang berubah drastis menjadi lebih Ramah dan Lembut tidak seperti biasanya yang selalu berkata kasar.
" Emm e enggak usah mbak,Lula ke sini cuma mau a antar pesanan mbak Zu zura saja." ucap Lula terbata bata karena gugup
Sedangkan Zura terlihat tersenyum puas melihat ekspresi sang Adik yang terlihat menjadi pucat pasi.
" Ayolah dek nggak apa apa." Seru Zura dan mendapat gelengan kepala dari Lula
" Ini mbak pesanan mbak." Lula pun menyodorkam dua box berisi pizza dan satu kantong plastik berisi dua burger pads Zura
" Ya udah deh thanks ya dek." Ujar Zura dengan senyum smirknya sedangkan Kenzo masih terdiam memandangi wajah Lula yang Terlihat gugup karena ditatapnya
" Iya mbak." jawab Lula
Namun pandangannya tak sengaja tertuju pada Lengan Kanan milik Kenzo yang terdapat gambar tato seekor Naga lengkap dengan nama Kenzo julian .hal itu membuat Tubuh Lula bergetar Hebat,wajahnya pun berubah menjadi ketakutan.
" Ti tidak,tidak mungkin." Gumam Lula dengan suara bergetar dan menutup bibirnya dengan Telapal tangannya,kedua matanya mulai mengembun dan berkaca kaca sambil langkahnya pun ikut memundur.
Senyum Zura menyurut mendapati ekspresi sang Adik yang terlihat sangat tertekan,dia pun juga bingung melihat perubahan sikap adiknya,ya memang niat awalnya dia ingin mengerjai sang Adik supaya mau mengantarkan makanan secara gratis sekaligus pamer kalau dia punya cowok cakep Artis papan atas pula.namun ternyata terjadi hal yang terduga baginya.
" Dek kamu kenapa.?" tanya Zura yang ikut bingung dengan sikap Lula
" A aku pergi mbak. A A Assalamualaikum." ujar Lula dengan Langkah tertatih tatih berlari Dari depan mereka
Air matanya terus mengucur Deras sepanjang dia berlari meninggalkan Kamar hotel tersebut,rentetan kejadian Na'as beberapa hari yang lalu pun mulai muncul sekelebatan di wajahnya,dia tidak menduga akan menemukan kakaknya dengan posisi seperti itu,apalagi melihat kakaknya dengan sosok pria yang selama ini terus mengusik pikirannya beberapa hari ini.
" Ya Allah Ada apa ini,siapa dia dan apa hubungannya dengan Kejadian Waktu itu,kenapa aku harus melihatnya dengan kakakku,dan tato itu...ahhh tidak mungkin ." pekiknya menjerit dalam hati.
_Bersambung_
__ADS_1
tinggalkan Like komen dan Fav nya jika suka
Terimakasih