Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Episode.65


__ADS_3

Hoek hoek


Nirmala buru-buru turun dari atas kasur. Dia merasa sangat mual. Nirmala pergi ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


Alvin terusik sehingga dia bangun dari tidurnya. Alvin memicingkan matanya saat mendengar suara dari arah kamar mandi. Dia paham sekali jika itu suara istrinya.


''Sayang, kamu kenapa?'' tanya Alvin smabil turun dari atas tempat tidur.


''Tidak tahu nih, Mala merasa sangat mual,'' ucapnya.


Alvin menghampiri istrinya. Dia melihat istrinya yang masih saja memuntahkan isi perutnya.


''Biar Mas bantu pijat,'' Alvin mendekatkan tangannya ke tengkuk istrinya lalu mulai memijatnya.


''Mas, pakaikan minyak angin dong,'' pintanya.


''Sebentar, sayang. Mas Ambilkan dulu,'' Alvin kembali keluar dari kamar mandi. Dia akan pergi ke kamar untuk mengambilkan minyak kayu putih.


Alvin memijat-mijat tengkuk istrinya. Nirmala merasa lebih mendingan. Rasa mualnya mulai berkurang. Alvin memapah istrinya sampai ke kamar. Kebetulan Nirmala hanya menggunakan jubah mandi. Sebenarnya semalam mereka tidur tak berbusana karena habis melakukan ritual rutin.


''Mas, sepertinya Mala masuk angin deh. Semalam kan kita tidur lupa bersih-bersih dulu. Mala kecapean jadi langsung tidur saja.''


''Maafkan Mas ya, sayang. Mas sangat bersemangat jadi membuat kamu kelelahan.''


''Tidak apa-apa, Mas. Lagian kita sama-sama menginginkannya,'' ucapnya.


''Bagimana jika kita pergi ke dokter saja?''


''Tidak usah, Mas. Nanti juga Mala minum teh hangat pasti akan sembuh kok.''


''Baiklah, biar Mas minta bibi buatkan teh hangat sama bubur. Kamu istirahat saja ya.''

__ADS_1


''Tapi Mala ingin ke kamar Arga, Mas.''


''Jangan! Biar nanti Mas yang ajak Arga kesini,'' ucapnya.


''Baiklah,'' Nirmala menurut dengan suaminya.


Alvin keluar dari kamarnya. Dia pergi untuk meminta pembantunya membuatkan teh manis hangat dan juga bubur.


Alvin melihat Sela yang sedang menyuapi Arga.


''Sel, Arga masih belum selesai ya itu makannya?'' tanya Alvin yang saat ini berdiri tak jauh dari Sela.


''Belum, Tuan.''


''Nanti kalau sudah selesai, kamu antar Arga ke kamar saya ya. Istri saya ingin bersamanya.''


''Baik, Tuan.'' jawabnya.


Setelah mengatakan itu kepada Sela, Alvin berlalu pergi menuju ke kamarnya.


''Sayang, tadi Arga masih makan. Nanti dia di antar oleh Sela kesini. Sepertinya kamu jangan kasih ASI dulu jika masih sakit. Takutnya Arga ketularan sakit,'' ucapnya.


''Tapi nanti Arga kalau ingin ASI gimana?''


''Nanti Mas beli susu formula saja untuknya.''


Tak lama, mereka mendengar ada yang mengetuk pintu kamar. Ternyata itu Sela yang datang. Alvin mengambil Alih Arga yang ada di gendongan Sela, lalu dia mengajaknya masuk ke kamar. Sedangkan Sela pergi untuk mengerjakan pekerjaan lain.


Alvin asyik bermain dengan anaknya. Sedangkan Nirmala memperhatikan kekompakan ayah dan anak sambil tersenyum senang.


Tak lama, Bi Marni datang untuk mengantar pesanan yang di minta oleh Alvin. Alvin menyuruh Bi Marni meletakan nampan yang di bawa ke atas meja. Setelah kepergian Bi Marni, kini Alvin duduk di pinggiran ranjang. Dia mengambil mangkuk berisi bubur dan mulai menyuapi istrinya.

__ADS_1


''Sayang, buka mulutnya dong!'' ucap Alvin.


''Mala mau minum dulu, Mas.''


''Biaklah,'' Alvin meletakan kembali sendok berisi bubur ke dalam mangkuk. Lalu dia mengambil gelas berisi teh hangat manis. Alvin membantu istrinya untuk minum.


Alvin menyuapi istrinya sambil sesekali mengawasi anaknya yang sedang main sendirian di atas lantai. Mereka membiarkan Arga mengacak-ngacak mainan di lantai asal Arga tak rewel.


Alvin memegang kening istrinya namun tak panas.


''Sayang, apa kamu sudah baikan?''


''Sedikit sih, tapi kepala Mala pusing.''


''Biar Mas bantu pijat kamu ya,'' tawarnya.


''Boleh, Mas.''


Alvin mulai memijat kening istrinya. Tak lama Nirmala tertidur karena merasakan pijatan suaminya yang begitu enak sehingga membuatnya mengantuk.


Setelah melihat istrinya tertidur, Alvin membenarkan posisi tidur istrinya. Lalu dia mengajak anaknya keluar dari kamar. Dia membiarkan istrinya beristirahat dan akan mengajak anaknya main di luar.


Pak Sanjaya melihat Alvin yang sedang menuruni tangga dengan menggendong anaknya.


''Wah cucu kakek habis ngapain nih dari kamar atas?'' Pak Sanjaya mendekati mereka saat Alvin sudah menuruni tangga terakhir. Lalu Pak Sanjaya mencium ke dua pipi anaknya.


''Tadi habis bermain di kamar atas, Pah. Tapi hanya sebentar karena tadi Mala sudah tidur,'' ucap Alvin.


''Loh kok jam segini istrimu tidur?''


''Iya, Pah. Mala sepertinya masuk angin.''

__ADS_1


''Lebih baik kamu panggil dokter saja, Vin. Papah khawatir sama Mala.''


''Nanti saja kalau Mala sudah bangun, Pah.''


__ADS_2