
Radit dan Kenzo merasa penasaran dengan perkataan Kirana yang menyebutkan kalau Dokter Ana mempunyai target baru.
"Dokter Ana pasti mengincar Kak Kevin karena Abang sudah pasti tidak bisa dia dapatkan, apalagi sikap Abang sama Dokter Ana selalu ketus."
"Ternyata Tuan Putri keluarga Wijaya semakin pintar saja ya," puji Kenzo.
"Siapa dulu dong Suaminya," celetuk Radit dan lagi-lagi Kenzo dan Radit mulai memanas.
"Tapi Kirana lebih setuju Kak Kevin sama Tita sih. Meskipun polos tapi Tita baik dan gak banyak tingkah, dan pastinya dia akan tulus mencintai Kak Kevin."
"Iya benar, Abang juga setuju, meskipun Tita sedikit Oon, tapi setidaknya dia selalu membawa Kevin menuju jalan kebenaran. Buktinya Kevin bisa jinak kan sama si Tita," ujar Kenzo dengan terkekeh.
"Iya bener Bang, Radit juga setuju tuh kalau Kevin sama Tita."
Mereka bertiga kini telah sampai di Parkiran, dan Radit kini membukakan pintu penumpang untuk Kirana. Saat Radit hendak ikut masuk juga, Kenzo langsung menarik tubuh Radit.
"Enak aja kamu mau jadiin Abang Supir, terus kalian mau mesra-mesraan gitu di jok penumpang? gak ada akhlak banget jadi Adik ipar. Nih nyetir," ujar Kenzo dengan melempar kunci kepada Radit, kemudian Kenzo duduk di sebelah kursi kemudi, dan Radit hanya nyengir kuda dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Radit melajukan mobilnya menuju kediaman Prawira, dan setengah jam kemudian mereka bertiga pun sampai.
Mama Sarah dan Mommy Santi saat ini sedang mengajak main Kaisar di halaman rumah, dan kedua Nenek tersebut terlihat bahagia melihat Kaisar yang sudah mulai lancar berjalan, meskipun perasaan Mommy Santi saat ini sedang tidak menentu karena terus saja memikirkan keadaan Daddy Wijaya.
"Sayang, bagaimana keadaan Daddy saat ini?" tanya Mommy Santi saat melihat Kirana dan yang lain menghampirinya.
"Daddy sudah berhasil melewati masa kritisnya Mom, tapi saat ini Daddy masih belum sadar dari pingsannya, dan Daddy juga harus segera mendapatkan donor jantung," jawab Kirana.
"Innalillahi, ternyata penyakit Daddy sudah separah itu. Mommy tau kalau ini berat untuk kita semua, tapi sekarang yang bisa kita lakukan hanya mendo'akan kesembuhan Daddy dan semoga saja Daddy segera mendapatkan donor jantung yang cocok," ujar Mommy Santi yang di Amini oleh semuanya.
"Iya Mom, dan sekarang Daddy akan dipasang ring terlebih dahulu."
__ADS_1
"Apa di sana hanya Kevin saja yang menunggu Daddy?" tanya Mommy Santi.
"Di sana ada Papa Farhan juga Mom, dan Papa yang menyuruh kami untuk pulang, karena Papa takut keadaan Daddy semakin parah kalau melihat kami," jawab Kirana.
Sesaat kemudian handphone Kirana berbunyi, dan itu adalah telpon dari Kevin.
📞"Assalamu'alaikum Kak," ucap Kirana.
📞"Wa'alaikumsalam De. Ada yang bisa temenin Kakak di sini gak? soalnya Papa Farhan sedang membantu memeriksa Pasien, dan Kakak merasa risih karena ada seorang Dokter bernama Ana yang berusaha untuk terus mendekati Kakak," ujar Kevin.
📞"Tuh kan benar dugaan Kirana kalau target Dokter Ana adalah Kak Kevin."
"Iya sayang, ternyata perempuan songong itu nekad juga," ujar Kenzo.
"Ya sudah, kalau begitu biar Mommy saja yang menyusul ke Rumah Sakit."
"Tidak perlu Nak, kasihan Aurora pasti kangen sama Papa nya, biar Mommy di antar Supir saja. Kaisar sayang, Oma berangkat dulu ya. Sebenarnya Oma masih kangen pengen main sama Kaisar, tapi kasihan Om Kevin gak ada temen. Kalau begitu mommy berangkat dulu ya semuanya," ujar Mommy Santi, kemudian memeluk Kaisar dan Kirana sebelum masuk ke dalam mobil.
Setelah kepergian Mommy Santi, semuanya masuk ke dalam rumah, dan di sana terlihat Yolanda yang sedang menyusui Aurora, sehingga Kenzo menutup mata Radit.
"Apaan sih Bang, kenapa mata Radit pake ditutup segala?" tanya Radit yang merasa kesal.
"Kamu gak boleh lihat Yolanda yang lagi menyusui Aurora," ujar Kenzo.
"Siapa juga yang mau lihatin, meskipun Yolanda gak pakai sehelai benang pun juga Radit gak bakalan tergoda," ujar Radit, sehingga Kenzo langsung melepas tangannya yang menutupi mata Radit, dan semua itu membuat Kirana, Yolanda, dan Mama Sarah menggelengkan kepalanya melihat tingkah Kenzo dan Radit.
Kirana kini duduk di samping Yolanda untuk berkenalan, karena ini adalah pertemuan pertama mereka, apalagi tadi pada saat Yolanda dan Kenzo datang, mereka panik dengan Daddy Wijaya yang pingsan.
"Kakak ipar, kenalin namaku Kirana," ujar Kirana dengan mengulurkan tangannya, dan Yolanda langsung memeluk tubuh Kirana.
__ADS_1
"Pantas saja Radit begitu tergila-gila sama kamu, ternyata Kirana lebih cantik dari yang Kakak lihat di fhoto," ujar Yolanda.
"Kak Yolanda juga cantik banget, buktinya cowok kulkas dua pintu seperti Bang Kenzo bisa mencair oleh Kak Yolanda," ujar Kirana dengan terkekeh, sehingga Kenzo langsung saja menyentil dahi Adiknya.
"Terus aja ketawain Abangnya, pake ngatain kulkas dua pintu segala, mau ngatain Abang apalagi hemm," ujar Kenzo, kemudian menggelitik pinggang Kirana.
"Ampun Bang ampun, Kirana gak lagi-lagi ngatain Abang kulkas dua pintu, Kirana ngatain Abang es batu nya aja," ujar Kirana dengan masih tertawa, sehingga Radit dan Yolanda ikut tersenyum melihat tingkah Kakak beradik tersebut.
Mama Sarah kini menyuruh semuanya untuk istirahat terlebih dahulu, dan Kenzo juga menemani Aurora dan Yolanda untuk istirahat di kamar tamu.
"Awas lho Bang, jangan macem-macem, kalian masih belum nikah," ujar Kirana, sehingga membuat Yolanda dan Kenzo salah tingkah, kemudian Kirana berlari dengan menarik tangan Radit ke dalam kamar mereka sebelum Kenzo marah, sedangkan Kaisar sudah tidur di dalam kamar Mama Sarah.
......................
Kevin semakin merasa risih karena Dokter Ana terus saja mendekatinya, makanya tadi Kevin berpura-pura pergi ke toilet supaya bisa menelpon Kirana.
"Kok bisa sih ada makhluk jadi-jadian seperti Dokter Ana," gumam Kevin saat keluar dari kamar mandi, dan Kevin semakin terkejut karena Ana sudah ada di depan toilet Pria.
"Tuan muda Kevin baik-baik saja kan?" tanya Dokter Ana, sehingga Kevin merasa kaget dan reflek berbicara.
"Eh makhluk jadi-jadian," teriak Kevin yang kaget.
"Siapa yang Tuan muda panggil makhluk jadi-jadian?" tanya Dokter Ana.
"Eng_enggak, maksud saya ngapain Anda ada di depan toilet Pria?" tanya Kevin dengan tergagap.
"Saya baru dari kamar mandi juga, jadi sengaja nunggu Tuan muda Kevin supaya bisa barengan ke IGD lagi," ujar Dokter Ana yang hendak menggandeng Kevin, tapi Kevin langsung menghindar dan berjalan lebih dulu.
Pokoknya aku harus bisa mendapatkan salah satu Tuan muda keluarga Wijaya, ucap Dokter Ana dalam hati, kemudian bergegas mengejar Kevin, sampai akhirnya Dokter Ana bertabrakan dengan seseorang sehingga menyebabkannya terjatuh dengan posisi duduk di atas lantai.
__ADS_1