Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Episode.23


__ADS_3

Saat ini Elvan dan Cantika sedang bersiap-siap. Karena mereka akan pergi ke rumah orang tua Cantika untuk makan malam bersama. Keduanya keluar dari kamar, namun Elvan melangkah duluan. Dia meninggalkan istrinya yang tertinggal di belakang.


''Mas, pelan-pelan dong!'' Cantika mengejar suaminya.


Alvin terus saja melangkah tanpa menoleh ke belakang. Dia membiarkan istrinya yang terus mengejar langkahnya.


Cantika sedikit menghentak-hentakkan kakinya karena merasa kesal kepada suaminya.


Cantika melihat suaminya yang sudah berada di dalam mobil. Dia juga masuk ke mobil, lalu menutup pintu mobil dengan kasar.


''Pelan-pelan, Canti!'' ucap Alvin.


''Habisnya Mas Alvin ninggalin aku,'' Cantika mengerucutkan bibirnya.


''Kamu ini seperti anak kecil saja,'' Alvin menyindir istrinya.


Cantika hanya menatap malas ke arah suaminya.


Alvin langsung saja mengemudikan mobilnya menuju ke alamat rumah orang tua Cantika.


Untung saja jalanan tidak macet, jadi mereka bisa sampai lebih cepat. Alvin dan Cantika keluar bersamaan dari dalam mobil. Alvin hendak melangkah duluan, namun istrinya memegang tangannya.


''Ada apa, Canti?'' tanya Alvin, sambil menoleh menatap istrinya.


''Kita gandengan tangan saja. Jangan seperti pasangan yang sedang bertengkar,'' ucapnya.


Alvin berpikir jika apa yang dikatakan oleh istrinya itu ada benarnya juga, walaupun dia sedikit malas untuk melakukannya.


Cantika tersenyum melihat suaminya yang mau bergandengan tangan dengannya.


Tok tok


Alvin mengetuk pintu rumah itu. Kebetulan yang membukakan pintunya itu pembantu yang ada di rumah itu.


''Selamat datang Non Canti, Tuan Alvin. Silakan masuk!'' ucapnya dengan ramah.


Keduanya melangkah memasuki rumah itu dengan masih bergandengan tangan. Saat sampai di ruang keluarga, mereka melihat Pak Sanjaya, Pak Dirga, dan Bu Rinda sedang duduk bersama.


''Wah akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga,'' ucap Pak Sanjaya, sambil tersenyum menatap keduanya. 


''Kalian terlihat serasi sekali, Nak.'' Bu Rinda memuji Cantika dan Alvin yang menurutnya terlihat sangat serasi.


Alvin hanya pura-pura bahagia dengan memperlihatkan senyumnya. Alvin dan Cantika duduk di sofa depan orang tua mereka. Alvin buru-buru melepaskan tangannya yang memegang tangan istrinya.


''Canti, kamu kan menolak membuat acara empat bulanan. Nanti kalau acara tujuh bulanan jangan sampai menolak lagi ya,'' ucap Bu Rinda.


''Em itu, Mah.'' Cantika tampak ragu untuk berbicara.

__ADS_1


''Kenapa, Nak? Kamu mau menolak lagi?'' Bu Rinda menunggu penjelasan dari anaknya.


Sebelum berbicara, Cantika menatap suaminya yang duduk di sebelahnya.


''Sebenarnya tujuh bulannya itu satu bulan lagi, Mah. Aku sudah hamil disaat sebelum menikah.''


Kedua orang tuanya terlihat terkejut mendengar perkataannya itu. Kecuali Pak Sanjaya yang tampak biasa saja. Karena Pak Sanjaya sudah tahu jika menantunya itu hamil anak orang lain.


''Jadi kamu dan Alvin sudah mel;akukan itu sebelum kalian menikah?" Bu Rinda bertanya kepada anaknya.


''Benar, Mah. Aku dan Mas Alvin melakukan itu dari sebelum kami menikah,'' ucap Cantika.


Alvin mengerutkan keningnya saat mendengar istrinya berkata seperti itu. Dengan percaya diri istrinya berkata jika dirinya yang sudah menghamilinya dari sebelum menikah.


''Yang penting sekarang Alvin sudah bertanggung jawab, Nak.'' ucap Pak Dirga yang tak mempermasalahkannya.


''Kenapa tidak bicara saja sama Mamah, Nak? Mamah tidak akan marah kok, lagian Alvin juga sudah bertanggung jawab,'' ucap Bu Rinda.


'Drama macam apa ini,' batin Alvin.


Hanya sebentar mereka mengobrol, Bu Rinda mengajak mereka untuk langsung  pergi ke ruang makan.


.......


Sekarang Alvin dan Nirmala jadi sering bertemu. Karena Alvin selalu datang saat jam makan siang. Bahkan keduanya selalu makan siang bersama.


'Sepertinya itu mobil Mas Alvin,' batin Cantika.


Cantika kembali masuk ke mobilnya dan meminta sopirnya untuk mengikuti mobil suaminya. Cantika mencoba untuk menghubungi suaminya dan bertanya dimana keberadaannya. Suaminya mengatakan jika saat ini berada di kantor. Hanya itu saja yang Cantika tanyakan. Kini keduanya sudah mengakhiri panggilan teleponnya.


Setelah cukup lama mengikuti, Cantika melihat mobil suaminya memasuki pintu gerbang menuju apartemen mewah.


'Mau kemana Mas Alvin? Apartemen siapa yang dia datangi?' batin Cantika.


Cantika meminta sopirnya untuk memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.


Saat melihat suaminya turun dari mobil dan pergi mendekati bangunan mewah di depannya, Cantika juga turun dari mobil, lalu mengikuti kemana suaminya pergi.


Saat melihat suaminya memasuki lift, Cantika bersembunyi. Saat pintu lift itu sudah tertutup, dia keluar dari persembunyiannya. Cantika melihat ke lantai mana suaminya itu pergi. Lalu dia menaiki lift sebelah menuju ke lantai yang di tuju oleh suaminya.


Ting


Pintu lift terbuka. Cantika yang baru keluar dari lift, dia melihat suaminya memasuki sebuah apartemen.


'Siapa yang mau Mas Alvin temui? Apartemen siapa itu?' Cantika bertanya-tanya dalam dirinya.


Cantika memutuskan untuk mendekati apartemen yang tadi dimasuki oleh suaminya. Lalu dia menekan bel yang ada di dekat pintu.

__ADS_1


Alvin yang sedang duduk bersama Nirmala, dia mendengar ada yang memencet bel.


''Siapa yang datang?'' gumam Alvin.


''Mungkin saja Bibi yang mengurus apartemen ini,'' ucap Nirmala.


''Masa sih? Harusnya kan masih satu minggu lagi datangnya,'' Alvin merasa sedikit bingung.


''Biar aku cek saja ke depan,'' Nirmala hendak beranjak dari duduknya, namun Alvin mencegahnya.


''Jangan! Biar aku saja,'' Alvin langsung saja pergi ke depan untuk membukakan pintu.


Alvin yang baru membuka pintu, dia terkejut saat melihat istrinya berdiri disana. Dia tidak menyangka jika yang datang itu istrinya.


''Canti, kenapa ada disini?''


''Harusnya aku yang bertanya, kenapa Mas Alvin ada disini? Kenapa terlihat kaget seperti itu?''


''Ah tidak, aku biasa saja,'' ucapnya.


Cantika hendak menerobos masuk, namun Alvin menghalanginya.


''Mau ngapain kamu?''


''Aku hanya mau masuk saja, memangnya tidak boleh. Lagian apa sih yang Mas Alvin sembunyikan? Jangan-jangan di dalam ada wanita simpananmu,'' Cantika menatap suaminya penuh selidik.


''Jaga bicara kamu, Canti!'' Alvin langsung masuk ke dalam apartemen. Dia buru-buru menutup pintuanya sebelum istrinya menerobos masuk.


'Sialan, sepertinya Mas Alvin punya wanita simpanan,' batin Cantika.


Cantika kembali memencet bel berulang-ulang, namun Alvin tidak juga membuka pintunya.


Nirmala mendengar bel apartemen yang kembali berbunyi.


''Kak, siapa yang datang?'' tanya Nirmala.


''Cantika, mungkin dia mengikutiku. Untung saja dia tidak masuk kesini. Kalau dia melihat kamu, pasti akan menjadi salah paham.''


''Biar aku sembunyi saja, Kak Alvin buka saja pintunya.''


''Tidak perlu, lagian dia pasti sudah curiga jika aku menyembunyikan seseorang disini.''


''Aku takut jika dikira orang ketiga.''


''Kamu jangan pernah membuka pintu untuk siapa pun ya. Nanti jika aku akan datang, aku pasti menghubungimu dulu, jadi kamu tidak sembarang untuk membuka pintu.''


''Baik, Kak.'' 

__ADS_1


__ADS_2