Ketulusan Hati 2

Ketulusan Hati 2
Bab 18. Siapa Sebenarnya Diriku? (Dio)


__ADS_3

Bunga yang selalu bermekaran di taman kini mulai layu. Sejak penolakan itu, hidupku seakan mati. Bunga yang selalu aku lihat setiap pagi, siang dan sore kini sudah terlebih dahulu di petik orang lain. Aku terlambat. Semua mimpiku sudah hancur. Sejalan dengan hatiku yang sudah remuk. Entah lah, aku tidak tahu apakah aku bisa mengembalikan hatiku seperti dulu lagi. Aku hanya mencintainya. Sejak pandangan pertama aku sudah jatuh hati pada gadis cantik yang selalu ceria, begitu tulus dengan aura kecantikan yang tak dimiliki oleh gadis lainnya.


Pertama kali aku bertemu dengannya yaitu disebuah panti asuhan. Saat itu aku sedang mengadakan satunan anak yatim. Disana aku melihat seorang gadis cantik tengah bermain ria dengan anak-anak panti. Dia benar-benar sangat cantik. Wajahnya yang polos semakin membuatku terpana. Senyuman indah bak bulan sabit kian menyeruak masuk kedalam ingatanku. Saat ini aku berfikir untuk kembali ketempat itu. Namun keesokan harinya aku sama sekali tidak menemukan dirinya.


Hingga beberapa hari kemudian, aku melihat seorang gadis yang begitu mirip denganya sedang berjalan di depan kampus, yang tepat nya di depan kantor tempatku bekerja. Ya, itu dia gadis cantik yang sudah berhasil merebut hatiku.


Lagi-lagi aku dibuat terperangah. Kini dia sedang berbicara dengan sang kakek yang biasa berjualan di depan kampus. Lalu tak lama ia pun mulai berteriak untuk mencari pelanggan. Ah, betapa cantiknya dia. Lihat senyumnya begitu mempesona.


Pada akhirnya aku tahu dimana bisa terus melihat Gadis itu. Ya setiap menjelang siang ia akan membantu sang kakek berjualan. Setiap hari aku tak pernah meninggalkan tempat itu. Semakin lama perasaanku tak bisa lagi aku kontrol. Aku ingin memilikinya, aku ingin menjadikan dia sebagai pendamping hidupku. Mulai saat itu aku mulai mencari tahu siapa dia sebenarnya. Dillara Chalista Putri Pratama. Nama yang sangat indah, sama indahnya dengan paras yang ia miliki. Aku sudah bulat dengan tekadku. Aku akan melamarnya secepat mungkin.


Tapi takdir berkata lain, dia sudah memiliki pilihan hidupnya. Kini gadis itu sudah milik orang lain. Beberapa hari yang lalu, tak sengaja aku melihat dia sedang duduk sendirian di taman. Aku menghampirinya dan berniat untuk berkenalan. Tapi sayang, untuk yang kedua kalinya aku ditolak. Dia menatapku seperti orang ketakutan. Padahal aku hanya ingin mengungkapkan isi hatiku.


Aku sadar itu salah. Tapi aku hanya ingin dia tahu dan mengingat diriku bahwa aku sangat mencintainya. Walaupun aku tak bisa memilikinya.


"Dio...Andio Raheshwari!" teriak seseorang yang berhasil membuatku sangat terkejut.


"Ya tuhan Dio, sudah hampir 100 kali aku memanggilmu. Apa kau sakit?"


Ck, wanita ini kenapa selalu mengganggu hidupku. Dia menyetuh keningku. Aku menatapnya lekat.


"Singkirkan tanganmu Anita, jika tidak aku akan mematahkan tanganmu." ancamku sambil menatapnya tajam. Wanita ini sama sekali tak pernah merasa takut padaku. Aku sendiri tidak mengerti, kenapa mama membiarkan dia terus berada diperusahan ini.


"Ck, kau masih saja galak padaku Dio. Aku hanya khawatir padamu." ucapnya sedikit menjauh dariku.


"Setengah jam lagi kita akan ada meeting di perusahaan DGR group. Aku hanya ingin mengingatkanmu Dio. Jangan kebanyakan melamun, banyak ayam mati di rumahku." ujarnya yang langsung beranjak pergi. Dasar wanita aneh, dia selalu membuatku sakit kepala. Anita Paramita adalah sekretarisku. Sudah hampir 5 tahun dia bekerja denganku. Tapi dia tetap saja tidak pernah berubah, selalu membuatku jengah karena sifat angkuhnya. Dia sangat jauh berbeda dengan Ara yang begitu lembut dan penuh perhatian pada setiap orang. Ck, kenapa aku terus mengingatnya. Come on Dio, kau harus melupakannya. Dia sudah menjadi milik orang lain.


***


Saat ini aku sudah berada di perusahaan ternama, yaitu DGR Group. Sebuah perusahaan yang hampir menguasai semua pemasaran di seluruh Indonesia dan beberapa negara luar. Aku dengar pemilik perusahaan ini sangat hebat dan sangat tegas. Aku semakin penasaran seperti apa orang itu. Mungkin aku bisa belajar darinya.


"Maaf kami sedikit terlambat." ucap seorang paruh baya dan seorang pria muda di belakangnya.


Tunggu! Bukankah dia suami Ara? Kenapa dia ada disini? Yang aku tahu suami dari gadis itu adalah seorang mahasiswa. Apa mungkin dia adalah anak pemilik perusahaan ini? Bodoh, kenapa aku bisa ketinggalan informasi.


"Terimakasih atas kehadiran anda semua. Untuk menghemat waktu, kita akan langsung memulai meeting dalam jangka waktu 3 jam kedepan. Waktu adalah uang. Sebelumnya, sekali lagi saya minta maaf atas keterlambatan saya."


"Perkenalkan ini adalah putraku. Arlan Digantara. Dia adalah pewaris DGR Group. Dia juga yang akan memimpin meeting kita kali ini."


Ah, ternyata benar. Dia adalah anak dari tuan Arnold Digantara. Cukup menarik, aku ingin lihat seperti apa kemampuannya. Seorang mahasiswa yang sudah berani menikahi gadisku. Seberapa hebat dirimu anak muda.


"Terimakasih tuan Arnold yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya. Untuk semuanya, saya harap kalian juga memberikan izin dan kepercayaan untuk saya berbicara. Dalam satu jam kedepan saya akan memaparkan ide saya untuk dapat bekerja sama dengan perusahaan-perushaan hebat seperti kalian."


Lumayan, dia memiliki kosa kata yang bagus. Sebagai pemula.

__ADS_1


Tiga jam berlalu begitu cepat. Aku sangat takjub denan anak muda ini. Dia benar-benar memiliki IQ yang cukup tinggi. Status mahasiswa mungkin tak akan belaku disini. Aku bisa melihat semua orang menatapnya takjub. Bahkan apa yang dia sampaikan lebih bagus dari prestasiku. Hah, ternyata gadis itu tak salah memilih seorang suami. Suara tepuk tangan memenuhi ruangan, itu artinya meeting sudah selesai.


"Selamat tuan Arlan, kami sangat puas dengan ide anda. Semoga kedepannya kita bisa bekerja sama dengan baik." ucapku dengan tulus. Aku bisa melihat keterkejutan di matanya.


"Ya, terimakasih." ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dariku.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"


Ternyata dia masih mengingatku, padahal pertemuan itu sudah lama.


"Ya, di rumah istrimu." ucapku tersenyum. Dia kembali tersentak.


"Ah iya, maaf saya sudah hampir lupa." ucapnya.


"Tidak jadi masalah." ucapku. Lalu aku berlalih untuk menyapa pemilik perusahaan, yaitu tuan Arnold Digantara. Dia terlihat begitu tampan dan sangat berkarisma walaupun usianya hampir setengah abad.


Setelah berbincang-bincang mengenai kontrak kerja sama kami. Aku dan beberapa anggotaku berpamitan untuk pulang. Masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan.


"Anita, tolong sampaikan pada klien. Untuk siang ini meeting kita geser satu jam. Ada yang harus aku urus." ucapku memberikan dokumen pada Anita.


"Ok, apa kau perlu aku temani?" tanyanya yang langsung aku jawab dengan gelengan. Jika dia ikut semuanya akan berantakan.


"Satu lagi jangan...


Aku menghentikan ucapanku saat melihat seseorang berjalan kearahku. Ya tuhan, dia tidak pernah berubah. Masih secantik dulu dan lihat, senyuman dibibirnya begitu indah.


Jantungku berdebar kencang saat tiba-tiba mata kami bertemu. Ck, dia menunduk. Aku sangat kecewa. Ku tatap dirinya yang mulai melewati diriku. Aku terus mengikuti kemana dirinya pergi.


"Honey, kamu disini?" tiba-tiba seorang pria menghampirinya dan memeluknya. Jleb! Bagai beribu panah menusuk jantungku. Gadis itu membalas pelukkannya dengan begitu bahagia.


"Aku bawakan makanan, maaf ini terlalu cepat. Apa sudah selesai?" suara merdu itu semakin membuat hatiku tertusuk.


"Alhamdulillah sudah, aku berhasil sayang. Terimakasih, ini semua atas doa dan dukungan kamu." ucap pria itu kembali memeluknya. Ah, ingin sekali aku menghajarnya. Tapi aku kembali teringat, dia adalah suaminya. Aku tidak ada hak untuk melarangnya.


"Dio, apa itu gadis yang menolakmu? Lumayan. Tapi masih kekanak-kanakan. Kau tidak cocok dengannya."


Aku menatap Anita tajam. Atas dasar apa dia mengatakan hal itu. Dia tidak tahu apa-apa tentang gadis itu.


"Bukan urusanmu!" ucapku langsung beranjak pergi dari sana. Jika aku terus bertahan, aku tidak akan bisa mengontrol emosiku.


***


"Assalamualaikum ma." ucapku mencium tangan mama yang tengah menyiram tanaman. Mama tersenyum dan seperti biasa mengecup keningku dengan hangat. Salah satu yang aku sukai dari Ara adalah kelembutan yang sama persis dengan ibuku.

__ADS_1


"Sudah makan?" tanya mama mengelus pipiku. Aku mengangguk. Mama menatapku lekat.


"Ada apa? Mama melihat kesedihan diamatamu. Apa masalah gadis itu lagi?"


Huh, kenapa mama selalu tahu apa yang terjadi pada diriku.


"Tidak ma, Dio hanya lelah. Ayo masuk." ucapku membawa mama masuk kedalam.


"Ma Dio kekamar sebentar."


"Tunggu Dio! Ada yang ingin mama sampaikan." Aku menghentikan langkahku dan kembali menatap mama.


"Ada apa Ma?" tanyaku bingung. Mama menarikku untuk duduk di sofa.


"Dengarkan cerita mama sampai habis." ucap mama menatapku lekat. Aku mengangguk.


"Ini tentang gadis yang kamu sukai. Dia adalah anak dari pria yang mama cintai dulu. Dia adalah pria yang sudah memberikan kebahagiaan untuk mama. Saat itu kami memutuskan untuk menikah. Dia melamar mama, mama sangat bahagia. Tapi sayang, malam itu sesuatu terjadi pada mama...


Aku memeluk mama saat ia mulai menangis. Aku sendiri bingung dengan apa yang mama ceritakan.


"Tidak perlu dilanjutkan ma. Jika itu membuat hati mama sakit." ku kecup pucuk kepala mama dengan lembut.


"Kamu harus tahu semuanya."


"Malam itu, saat mama hendak pergi membeli obat untuk nenek kamu. Tiba-tiba seseorang membekap mama. Dia membawa mama kesebuah tempat yang sangat gelap. Mama juga tidak bisa melihat dengan jelas pria itu. Hingga kejadian malang itu menimpa mama. Pria itu merenggut kesucian mama. Mama benar-benar sangat hancur.


Mama menyembunyikan semua itu. Tidak ada yang tahu dengan malam itu. Termasuk pria yang mama cintai. Lalu satu hari sebelum hari pernikahan. Mama jatuh sakit, mama sering mual dan sakit kepala. Disitu mama sudah sangat takut sesuatu akan terjadi. Benar saja, mama mengandung kamu Dio. Mama benar-benar hancur.


Tidak ada lagi yang mama sembunyikan. Mama mengatakan semuanya pada seluruh keluarga besar. Mereka juga ikut sedih dan merasa kecewa. Mereka memahami keadaan mama.


Tapi tidak pada pria yang mama cintai. Dia tidak boleh tahu. Mama tidak memberi tahu padanya. Mama tidak ingin membuatnya kecewa. Mama mengirimkan surat untuk membatalkan pernikahan itu. Mama mengatakan jika mama sedang mengandung anak orang lain. Saat itu dia datang kerumah dengan amarahnya. Dia meminta penjelasan dari mama. Tapi mama memilih untuk diam. Biar dia membenci mama, asal dia tetap bahagia dengan orang yang lebih pantas. Hati mama sangat sakit. Dia benar-benar membenci mama. Sampai sekarang dia masih membenci mama Dio. Mungkin itu juga salah satu alasan dia menolak kamu Dio. Mama minta maaf."


Aku sangat terkejut. Perasaanku kini berkecamuk. Jadi aku bukan anak kandung papa. Lalu siapa pria brengsek itu? Hatiku juga sangat sakit mendengar penderitaan mama selama ini. Jadi selama ini mama menyimpan lukanya sendirian. Ya tuhan, kenapa kau begitu jahat. Kenapa kau memberikan cobaan yang begitu berat pada ibuku. Apa salahnya?


"Mama tidak perlu minta maaf. Kenapa mama menyembunyikan semuanya sendirian?" ucapku memeluk mama dengan erat. Air mataku juga tak bisa lagi aku tahan.


"Mama hanya takut kamu akan marah dan meninggalkan mama."


Apa yang mama pikirkan? Bagaimana bisa aku meninggalkan mama yang sudah berkorban untukku dan berjuang membesarkan aku. Padahal aku lah sumber penderitaanya.


"Dio tidak akan meninggalkan mama, sampai kapanpun. Dio janji ma, Dio akan selalu ada untuk mama dan menuruti semua keinginan mama. Asal mama selalu bahagia." ujar ku mencium kening mama. Aku akan terus membahagiakan mama. Itu janjiku.


"Kalau begitu, lupakan gadis itu Dio. Kamu harus bahagia, demi mama. Jangan terus tenggelam dalam perasaan kamu. Kamu harus melanjutkan hidup kamu sayang. Tidak selamanya mama akan terus bersama kamu."

__ADS_1


Ku tarik kedua tangan mama. Aku menatap mata teduhnya.


"Dio janji ma, Dio akan berusaha untuk melupakannya. Dio janji." ucapku kembali memeluk mama. Mulai sekarang, apapun kebahagiaan mama. Akan menjadi kebahagiaanku juga.


__ADS_2