Kiandra

Kiandra
Puja dan Fitnahnya


__ADS_3

Dari sekian banyak gadis desa yang iri terhadap kecantikan dan ketenaran Nurma di desa mereka.


Ada satu nama yang paling merasa tersaingi di sana.


Puja, anak kepala desa serta kembang desa bahkan pujaan para lelaki, sebelum akhirnya popularitasnya di kalangan para lelaki hilang saat Nurma datang ke desanya.


Wanita yang pernah menatap tajam ke arah Kiandra saat pertama kali Kiandra datang ke desa dan diperkenalkan di hadapan warga.


Yang lebih membuatnya kesal ialah tentang Boy, lelaki incarannya sejak dulu malah lebih dekat terhadap gadis baru di desa mereka yang tak lain ialah Nurma.


Segala upaya ia lakukan untuk menjatuhkan Nurma alias Kiandra.


Tujuannya agar Nurma tak betah tinggal lagi di desanya.


Tapi semua usahanya malah membuat Boy dan Nurma seakan makin dekat saja.


Karna beragam cara tak berhasil mengusir Nurma dari desanya, itu semua malah membuat Puja semakin nekat.


Berbekal hasutan dan fitnahan untuk Nurma ke seluruh penduduk desa, ia berharap itu bisa membuat citra Nurma rusak, padahal saat itu Nurma sedang mulai mencoba membaur semakin dekat dengan masyarakat.


"Mbak, gimana nih..!!, si Boy kayaknya makin dekat aja deh sama si Nurma", ucap seorang gadis yang merupakan salah satu anggota geng dari Puja.


"Iya mbak, masak mbak kalah sih ...!!", ucap seorang gadis lain saat mereka tengah berteduh setelah mereka selesai memanen daun teh.


"Apa istimewanya sih dia...!!", ketus Puja kesal.


"Ya dia cantik mbak, baik, sopan", ucap seorang gadis yang tak lain ialah adik dari Puja, yaitu Sila.


"Kamu tuh adik siapa sih..!!", seru Puja mengetok dahi Sila cukup keras dengan tangannya.


"Aduh mbak, sakit tau...!!", seru Sila beranjak pergi dari samping Puja.


"Ehh, tapi aku jadi punya ide nih denger perkataan adikmu..", ucap seorang gadis yang lain.


"Apa...??", tanya Puja, bersedia melakukan berbagai cara untuk menyingkirkan Nurma.


"Kita rusak aja citranya, kita fitnah kalau perlu", ucap gadis itu lagi.

__ADS_1


"Ide bagus tuh...!!, kita sebar hal buruk tentang Nurma ke warga desa", ucap Puja bersemangat.


Setelah itu, mereka bergegas pergi berkeliling desa hanya untuk menyebarkan hal yang tidak benar pada semua warga desa.


"Eh, buk...!!, tunggu buk, tunggu...!!", seru Puja menghentikan laju seorang warga yang sedang mengairi sawahnya.


"Ada apa Puja..??, ayo cepat...!!, saya sibuk..!!", ucap ibu Surti sambil terus mengairi sawahnya.


"Ibuk mau denger gosip enggak...??", seru Puja sangat yakin para warga akan tertarik mendengarnya, terlebih kaum ibuk ibuk.


"Ehhh, gosip apa...??, masih seger gak...??", seru ibu Surti langsung meninggalkan sawahnya dan segera mendekat ke arah Puja.


"Itu tuh si Nurma", ucap Puja memancing ingatan bu Surti.


"Bentar, bentar..!!, Nurma warga baru itu kan..??, anak angkatnya bu Sri..??, kenapa dia...??", seru bu Surti penasaran.


"Aku dengar dia tuh perempuan gak benar buk, dia gak berasal dari panti asuhan", ucap Puja memulai fitnahnya.


"Ihhh, gak mungkin...!!, masak mau bu Sri bawa orang kayak gitu kerumahnya..??", ucap bu Surti masih berpihak pada Nurma.


"Bener lah buk..!!", seru teman Puja.


Seketika teman Puja langsung bingung dan berusaha mengode Puja untuk mencari akal lagi untuk membuat bu Surti percaya akan ceritanya.


"Emmmm, coba ibu tanya deh surat adopsinya, pasti dia gak punya, aku dah pastiin sendiri, dia itu gadis malam", seru Puja lagi.


"Beneran...??", seru seorang ibu ibu lain yang ikut nimbrung di sana.


"Gak bisa dibiarin nih..!!", seru seorang warga langsung bergegas bersama sama menuju rumah mbak Sri.


"Yes..!!, kita berhasil..!!", ucap Puja senang lalu menyusul para warga yang marah.


"Nah lhooo.......!!!, banjir sangat ladangku...!!, duhhh, ibuk kemana sih..??, suruh jaga sawah malah di tinggal, banjir kan....!!, coba kalau jagungnya gak tumbuh, mau makan apa dia..??", seru seorang lelaki tengah mencari istrinya yang kini ternyata sedang menuju rumah mbak Sri beserta ibu ibu lainnya.


Setelah mereka sampai di rumah mbak Sri.


Mereka berteriak dan menggebrak gebrak pintu dengan kerasnya agar mbak Sri dan Nurma keluar.

__ADS_1


"Bukk..!!, keluar buk..!!, kita mau bicara..!!", teriak salah seorang warga dengan bengisnya.


"Masyaallah..!!, itu suara apa buk..??", seru Nurma kaget saat berada di dapur bersama mbak Sri.


"Kita coba lihat", ucap mbak Sri mencoba mengintip dari jendela dan kemudian bergegas membuka pintu depan.


"Akhirnya keluar juga...!!", seru seorang warga.


"Maaf buk, ini ada apa ya...??", ucap Nurma bingung kenapa warga tiba tiba seakan marah dan mendatangi mereka.


"Heh Nurma..!!, kami tau sebenarnya siapa kamu...??", seru seorang wanita di hadapan Nurma.


Nurma dan mbak Sri seketika itu juga langsung terkejut.


"Maksud ibuk apa...??", tanya Nurma masih tak percaya kalau semua warga mengetahui identitas aslinya.


"Gak usah pura pura deh Nurma...!!!, kamu gak berasal dari panti asuhan kan...??, dan kamu juga seorang wanita malam kan..??", seru seorang warga lainnya.


"Jangan asal bicara ya buk..!!, siapa yang berani menyebar fitnah semacam ini..??", seru mbak Sri tak tega melihat raut wajah Nurma alias Kiandra yang berubah terpuruk saat di sebut sebut sebagai seorang wanita malam.


Baru kali ini aku direndahkan serendah ini.., gumam Kiandra dalam hati.


"Kalau omongan kami salah, coba kalian tunjukkan surat adopsinya..!!", seru seorang warga membuat mbak Sri kebingungan.


"Duhhh mbak, gimana kalau surat adopsi itu ada..??, bisa mampus kita.!!", seru seorang teman Puja.


"Diam ah...!!", seru Puja tetap bersembunyi di balik semak semak dengan perasaan was was takut rencananya gagal.


"Nah gak bisa jawab kan..??, berarti bener dong..!!", seru seorang warga melempar Nurma dengan apapun yang ada di sampingnya.


"Ih, gak nyangka ya...!!", seru seorang warga lainnya ikut melempari Nurma dan mbak Sri dengan batu.


Puja yang melihatnya kembali tersenyum.


"Yes, ternyata keberuntungan masih berpihak padaku", ucap Puja tak mau melewatkan tontonan dihadapannya.


Langsung saja, mbak Sri dan Nurma menutup pintu depan demi menghalau serangan para warga.

__ADS_1


"Kenapa kita bisa ceroboh sih buk..!!, aku harus secepatnya selesaikan ini", ucap Nurma.


__ADS_2