Kiandra

Kiandra
Kata maaf.


__ADS_3

Malam itu.


Entah Puja, sang suster, Boy, bahkan Kiandra, mereka sama sama menghabiskan malam di kamar bayi Ema.


Sesekali Kiandra terbangun untuk memantau kondisi bayi Ema sembari menunggu kedatangan dokter ke rumah mereka.


"Alhamdulillah, cepat sehat ya sayang," ucap lirih Kiandra bernafas lega saat demam bayi Ema berangsur angsur menurun.


Berbeda dengan Puja dan sang suster yang tertidur nyenyak, Kiandra terus saja terbangun setiap jam nya di malam itu sampai adzan subuh berkumandang.


Sementara Boy, terus memperhatikan Kiandra dari kejauhan.


Ia akan pura pura tertidur saat Kiandra menatap ke arah nya.


"Pasti kamu kedinginan," ucap lirih Kiandra mencoba menyelimuti sang suami bahkan setelah sikap sang suami yang buruk pada nya dalam beberapa terakhir ini.


Harus nya aku ingat, bagaimana aku mengenal mu?, kenapa aku bisa mengagumi mu?, dan kenapa aku bisa menjadikan mu istri ku, batin Boy amat menyesal dengan sikap kekanak kanak kan nya dalam beberapa terakhir.


 


Cahaya matahari mulai masuk ke dalam kamar bayi Ema.


Yang menandakan bahwa hari yang melelahkan kembali di mulai.


"Mbak!, bangun!, ayo pergi!," bisik sang suster membuat Puja jengkel.

__ADS_1


"Kamu gak lihat apa aku masih tidur!," sentak Puja segera di bekap oleh sang suster dan di bawa keluar dari kamar bayi Ema.


Sementara Boy sudah tak ada di dalam kamar bayi Ema, ia meninggalkan kamar itu lebih dahulu sebelum mereka.


"Emm," perlahan Kiandra mulai terbangun dari tidur nya.


Satu hal yang langsung ia lakukan saat terbangun adalah mengecek kondisi sang putri.


"Syukurlah sayang," ucap Kiandra mengecup kening bayi Ema.


Saat ia akan keluar kamar, tak sengaja ia berpapasan dengan Boy.


Nampak kedua nya masih terlihat canggung untuk saling bertegur sapa.


"Gimana keadaan Ema?," tanya Boy memecah keheningan.


"Aku cuma mau bilang kalau dokter udah datang," ucap Boy membuat Kiandra bergegas menemui dokter dan meninggalkan Boy begitu saja.


 


"Gimana kondisi anak saya dok?," tanya Kiandra khawatir.


"Ema sudah melewati masa demam nya, ia hanya perlu banyak makan makanan sehat untuk memulihkan kondisi nya," ucap sang dokter menjelaskan.


"Syukurlah," sahut Boy lega.

__ADS_1


"Beruntung bagi mas memiliki istri yang cekatan seperti mbak Kiandra, kalau tidak, mungkin Ema berada di rumah sakit sekarang," seru sang dokter membuat Boy memandang ke arah Kiandra.


"Dokter terlalu berlebihan, mari saya antar ke depan, kami sudah siapkan teh untuk dokter," sahut Kiandra berjalan keluar dari kamar bayi Ema bersama dengan sang dokter.


"Kata maaf mungkin tak cukup untuk menebus kesalahan ku pada bunda mu Ema," ucap Boy sembari menatap lekat lekat sang putri yang masih tertidur pulas.


----


"Jangan lupa obat nya ya, saya permisi dulu," seru sang dokter bergegas meninggalkan kediaman pak Hatta.


"Terima kasih dok," ucap Kiandra lalu kembali masuk ke dalam rumah saat mobil sang dokter benar benar telah keluar dari gerbang rumah mereka.


Saat ia berbalik badan, ia di kejutkan dengan Boy yang sudah berada di hadapan nya.


"Maafkan aku," ucap Boy seketika menghadang jalan Kiandra.


Namun Kiandra terus saja diam tanpa berucap apapun juga.


Ia terus berjalan kembali menuju kamar bayi Ema.


"Aku akan lakukan apapun untuk menebus semua kesalahan ku," seru Boy masih berusaha meyakinkan Kiandra.


"Sayang!," seru Boy kembali menghadang jalan Kiandra, berharap Kiandra mau memaafkan semua kekhilafan nya.


"Semua tak bisa selesai hanya dengan kata maaf Boy, kamu pasti sudah memikirkan itu terlebih dulu bukan?," seru Kiandra.

__ADS_1


"Aku tahu itu!, tapi aku juga tak tahu harus melakukan apa untuk bisa menebus kesalahan ku," ucap Boy dengan penuh penyesalan.


"Sebelum kamu ucapkan kata maaf lagi, belajar lah menilai dengan baik semua yang ada Boy, aku akan memaafkan mu jika memang kamu telah pantas mendapatkan maaf itu, yang terpenting untuk sekarang, kita harus fokus dengan kesehatan Ema," ucap Kiandra kembali masuk ke kamar bayi Ema, meninggalkan Boy yang masih merasa begitu bodoh telah berhasil di perdaya oleh drama Puja.


__ADS_2