Kiandra

Kiandra
Ratu atau babu.


__ADS_3

"Mi...?, tolong dong sapu in sebelah sana...!!", seru Queen memberikan sapu pada bu Rara kemudian merebahkan tubuh nya di sofa.


"Enak aja...!!, sapu sendiri...!!, kerjaan mami tuh juga belum beres tau..!!", ketus bu Rara melempar sapu ke arah Queen.


"Awhhh...!!, jahat amat sih..!!", gerutu Queen memungut sapu nya kembali.


"Jahat kamu bilang...!!, mami kerjain semua kerjaan rumah, kamu cuma enak enak kan duduk manis di sofa", seru bu Rara berkacak pinggang.


"Ya udah ya udah...!!, istirahat dulu kenapa, kan aku juga capek", ucap Queen meredam amarah bu Rara.


Bu Rara menyeka keringat nya sembari bersandar di samping Queen.


Ia terlihat nampak lelah akan rutinitas rumah pagi itu.


Sejak rumah di kuasai oleh Kiandra penampilan mereka jauh dari kata glamor saat itu.


Rambut serta tubuh yang selalu wangi dan tak pernah absen dari salon, saat itu nampak kusut dan hanya di ikat asal asalan.


Wajah yang cantik dan fress, kini kusam dan penuh keringat.


"Panas banget mi..", seru Queen menyalakan ac.


"Cepet nyala in dong Queen...!!", seru bu Rara berulang kali menyeka keringat nya.

__ADS_1


"Gak nyala mi...!!", seru Queen memukul mukul tombol ac di tangan nya.


Kiandra yang melihat dari arah dapur mencoba menahan tawa nya.


"Ac nya udah aku cabut, irit lah sedikit", seru Kiandra sengaja mengerjai Queen dan bu Rara.


"Tuh anak bener bener..!!", ucap lirih bu Rara kesal.


"Iya, dia suruh kita irit, nah dia, masak banyak banget..!!, amal kemana sih dia, setiap minggu kok masak kayak beri makan se kompleks..!!", ucap Queen.


"Kalian ngapain lihatin aku gitu, yuk sarapan...!!", seru Kiandra langsung membuat Queen dan bu Rara beranjak dari duduk nya dan bergegas menuju meja makan.


Ajakan sarapan membuat mereka lupa akan rasa kesal yang mereka lontarkan terhadap aturan aturan baru Kiandra di rumah mereka.


Kiandra sangat suka melihat tante dan saudara nya itu makan.


"Oh ya..!!, selesai makan, kalian cuci piring ya, numpuk tuh di dapur", titah Kiandra sembari berjalan menuju kamar nya.


Queen hanya bisa menatap Kiandra dengan kesal, pandangan nya tak teralihkan sampai Kiandra benar benar telah masuk ke dalam kamar nya.


"Kita itu Ratu atau babu sih mi...!!!, makan di sediain, tapi urusan rumah kita yang beresin...!!", ketus Queen cemberut.


"Entah Ratu entah babu, mami gak peduli..!!, yang penting mami gak tidur di kolong jembatan", seru bu Rara terus melahap sarapan nya.

__ADS_1


"Lalu, apa gunanya kita punya pembantu mi....??", seru Queen berkacak pinggang.


"Ngomong mlulu ah...!!, nih kamu udah gak mau..??, biar mami yang habisin", ketus bu Rara mengambil sepotong lauk ayam terakhir di meja makan.


"Eitss...!!!, jangan coba coba..!!", seru Queen mengambil lauk terakhir di atas meja dan bergegas membawa piring nya pergi dan berpindah tempat untuk makan di dapur.


Kiandra yang mendengar kegaduhan mereka dari dalam kamar tak bisa lagi menahan tawa nya.


Hingga membuat bu Sri heran melihat tingkah nya.


"Kamu kenapa nak..??", tanya bu Sri.


"Itu loh buk, tingkah mereka selalu buat aku ketawa", seru Kiandra masih tak bisa menghentikan tawa nya.


Bu Sri langsung menggelengkan kepala saat itu.


"Mau nya kamu sebenar nya apa sih nak..??, pak Hatta kan sudah ada di penjara, dan semua nya juga sudah kamu dapatkan lagi, tapi kok kamu seakan main main dengan mereka, mereka memang salah, tapi kasihan juga ibu lihat nya", ucap bu Sri menasehati.


Seketika Kiandra memeluk bu Sri.


"Ibu tau tidak, aku sekarang berusaha agar tak membalas kejahatan mereka dengan sebuah kejahatan pula, aku memang terluka karna orang tua ku sudah tiada karna mereka, tapi buk...., ayah dan bunda tak akan suka kalau aku juga jadi jahat seperti mereka, jadi...., aku berusaha menyadarkan mereka dengan cara itu, mungkin mereka akan jadi manusia yang lebih baik nanti nya", ucap Kiandra.


"Lalu, kenapa kamu tak cabut laporan pak Hatta sekalian kalau begitu..??", tanya bu Sri penasaran.

__ADS_1


"Aku memang memilih untuk memaafkan buk, tapi aku juga meminta agar hukum juga menghukum nya secara adil, biarkan dia tebus dan renungkan dosa nya di dalam penjara, itu sudah yang terbaik bagi nya", ucap Kiandra.


"Ibu bangga sama kamu, beruntung sekali tuan dan nyonya memiliki anak seperti kamu nak", ucap bu Sri berulang kali mencium kening Kiandra.


__ADS_2