
Hari itu.
Hari yang baru bagi Kiandra.
Pasal nya, hari itu ia memutuskan berdamai dengan dendam nya terhadap sang paman dan mencoba menatap masa depan yang lebih baik.
Beberapa minggu ini, sang paman juga mulai lunak hati nya.
Ia mulai tersenyum kepada Kiandra saat diri nya berkunjung ke lapas.
Dari mulut sang paman sendiri, ia juga sudah mendengar kata maaf tulus dari hati.
Itu sudah cukup bagi Kiandra untuk melupakan semua yang sudah terjadi.
Bagaimana pun, orang tuanya sudah tenang di alam nya, dan kini..., pak Hatta lah keluarga nya yang tersisa.
Hari itu, ia menyambut awal yang baru bagi hidup nya.
Ya..!, hari itu hari pernikahan cucu keluarga Soedipjo akan di gelar.
Pesta meriah yang dihadiri oleh semua kolega dan para mitra dari Kiandra selama ia merintis karir di dalam maupun dari luar negeri.
Bahkan wali yang duduk di depan penghulu saat itu ialah pak Hatta sendiri.
Namun, sampai saat itu.
Pak Hatta belum bisa menyadarkan kekeliruan istri dan anak nya.
Mereka masih tetap mempertahan kan ego nya masing masing.
Dalam acara pernikahan malam itu, ada beberapa hal yang membuat semua di buat menganga tak percaya.
Terlebih untuk Queen dan bu Rara.
Pasal nya, hari itu juga mereka baru tahu kesuksesan Kiandra selama menempuh sekolah di luar negeri.
Bahkan identitas desaigner K terbuka di pesta itu.
"Muka ku taruh mana nih mi...!", ucap lirih Queen saat mendengar percakapan diantara para tamu tentang siapa itu desainer K.
"Bener bener ya..!!, udah di bikin miskin, di tipu abis abisan lagi.., tau gitu mami gak mau ya ikut ikutan kamu buat muja muja si desainer K itu", ketus sang mami meneguk segelas air soda di kursi tamu.
"Kalau gini aja nyalahin aku", seru Queen cemberut.
"Masih untung kita di sini jadi tuan rumah, bukan nya jadi pelayan..!", ketus bu Rara kesal.
Para tamu mulai banyak berdatangan, bersamaan dengan itu.
Kiandra dan Boy muncul dari lantai 2 dengan gaun dan jas yang selaras.
__ADS_1
Semua bertepuk tangan menyambut mereka.
Kecuali Queen dan bu Rara yang nampak tak suka melihat kebahagiaan mereka.
"Lihat mi..!, supir sama si kuper", ketus Queen mulai meneguk anggur yang tersaji di samping nya.
Entah sudah berapa gelas yang ia teguk malam itu.
Queen tiba tiba mengeryitkan mata nya saat melihat beberapa gadis yang ia kenal tengah asyik berbaur dengan tamu yang lain.
"Rere..??, kamu di undang juga", ucap Queen mendekati teman sekampus nya itu.
"Eh, iya Queen, aku gak sendiri kok, semua temen kita ikut", ucap Rere agak sedikit menghindar dari Queen.
"Kok bisa...??, sejak kapan kalian akrab sama si kuper itu...??", seru Queen heran.
"Bukan si kuper lagi Queen, tapi Kiandra", ucap Puspa salah satu sahabat Queen.
"Aku gak salah denger nih..??", seru Queen sedikit menahan emosi.
"Well, sekarang semua udah berubah Queen, kamu gak ada apa apa nya di banding dia, harta aja sekarang kamu numpang, anak narapidana lagi..!!, mendingan temenan sama Kiandra, desaigner K gitu lho, ngomong ngomong dia suruh kita kesini buat temenin kamu, tapi males ah....", ucap Puspa dengan nada meledek.
"Keterlaluan ya kalian...!!, awas aja kalau posisi ku udah di atas lagi", geram Queen berlalu dari para mantan sahabat nya itu.
Di saat suasana hati nya yang panas karna pernikahan Kiandra dan Boy, di tambah ejekan dari para sahabat nya membuat Queen malam itu terus meneguk sebotol anggur sampai habis tak tersisa.
Mami nya sendiri yang melihat itu bahkan tak peduli dengan anak nya yang mulai berbicara ngelantur.
Ia mencoba bangun dan berjalan menuju teras depan.
Sembari sempoyongan dan menutup kuping nya, ia tak sengaja menabrak seorang tamu lelaki.
"Sorry..!", seru lelaki itu mencoba menopang tubuh Queen yang hampir ambruk.
"Bawa aku kemanapun, terserah..!!, aku muak ada di sini..!!", seru Queen berbicara tak karuan dan kemudian pingsan di dada lelaki itu.
"Queen ....??", gumam lelaki itu sembari membenarkan kaca mata nya.
Ia tatap lekat lekat wanita di pelukan nya itu.
Ada perasaan bahagia dan takut dalam diri nya saat itu.
"Kamu sangat cantik dilihat dari dekat", ucap lelaki itu lalu melihat situasi sekitar nya.
Semua orang nampak sedang berpesta di dalam.
Hanya ada diri nya dan Queen di sana.
Tanpa berpikir panjang.
__ADS_1
Lelaki itu segera memapah Queen masuk ke dalam mobil nya dan dengan cepat melajukan mobil nya meninggalkan halaman rumah keluarga Soedipjo.
Di sepanjang perjalanan, lelaki itu terus memandang Queen yang tengah tak sadarkan diri di samping nya.
Hingga mobil nya beberapa kali kehilangan kendali dan hampir menabrak pengguna jalan lain.
Lelaki itu segera menghentikan mobil nya dengan gugup.
Tangan nya gemetar dan keringat dingin mengucur di kening nya.
Sesekali ia mengusap peluh itu.
Lalu fikiran nya terlintas bayangan saat diri nya di masa lalu tak pernah berhenti mengagumi kecantikan Queen dari kejauhan saat mereka masih kuliah dulu.
Terlintas masa lalu saat Queen berulang kali mengejek diri nya karna diri nya yang seorang kutu buku dan culun.
"Kali ini kamu hanya berdua dengan ku Queen..", ucap lelaki itu sedikit bimbang dengan apa yang ingin ia lakukan.
Terbesit pikiran kotor dalam diri lelaki itu saat diri nya melihat gaun Queen tak sengaja terbuka memperlihatkan paha nya yang putih bersih.
Sesekali lelaki itu menelan ludah nya.
"Kalau aku gak memiliki mu sekarang, mungkin esok kamu akan terus mengejek ku setiap kita berpapasan di jalan", ucap nya kembali menginjak gas dan melajukan mobil nya menuju ke arah puncak.
Butuh beberapa jam untuk sampai ke tempat yang ia tuju.
Tapi lelaki itu cukup tenang karna Queen sangat mabuk kala itu.
Dan mungkin diri nya akan sadar esok hari.
"Maafkan aku Kiandra, tapi aku sudah menyukai sepupu mu ini sejak lama, tapi ia selalu menolak ku, jangan salahkan aku kalau kali ini aku meminta nya secara diam diam", ucap lelaki itu terus melajukan mobil nya secepat yang ia bisa.
Sementara di rumah keluarga Soedipjo.
Acara pernikahan sudah berada di akhir nya.
Semua tamu mulai meninggalkan tempat acara karna jam sudah menunjukkan tengah malam.
"Ini waktu nya kita", bisik Boy membuat muka Kiandra memerah.
"Apa sih Boy..!!, aku mau cari Queen dulu, dari tadi aku tak melihat nya", ucap Kiandra merasa khawatir.
Boy hanya menghela nafas sembari melepas jas nya dan berbaring di sofa menunggu Kiandra hingga tak sadar ia tertidur di sana.
Kiandra berinisiatif mencari Queen di kamar nya.
Saat ia masuk, nampak kamar Queen terlihat kosong.
"Dia gak ada di sini, apa mungkin di kamar mami nya..?", seru Kiandra mengecek ke kamar bu Rara.
__ADS_1
Ia mulai merasa khawatir saat tak menemukan Queen di kamar manapun.
"Kenapa perasaan ku gak enak ya..?, gak biasa nya aku khawatir sama dia", ucap Kiandra duduk di samping suami nya yang sudah tidur lelap di atas sofa.