
Queen terus saja mondar mandir di depan Puja.
Ada rasa was was yang mulai muncul di diri nya.
Pasal nya, kehamilan nya sudah hampir melewati masa trimester pertama.
Queen sudah kesulitan menyembunyikan kehamilan nya.
Mulai dari memakai baju longgar, juga korset maupun semacam nya demi menyamarkan perut nya yang kian membuncit.
Terakhir kali Romi mengunjungi nya.
Romi marah besar saat melihat sebuah korset melilit perut Queen.
"Bisa duduk gak !", keluh Puja memijat kening nya sendiri.
Ia seakan pusing dengan Queen yang bertingkah aneh akhir akhir ini, dan dialah yang harus kena imbas nya.
"Gimana sih Romi tuh !, amnesia atau gimana dia ?, dia sendiri kan janji mau selesai in masalah ini !", ketus Queen sembari memakan mangga muda yang ia pesan dari Puja pagi itu.
"Enak Queen ?", tanya Puja hanya bisa menggelengkan kepala saat Queen memakan mangga muda yang ia bawa.
"Enak banget !, kamu mau ?", seru Queen sejenak melupakan kekesalan nya pada Romi
"Ih, aku gak hamil kayak kamu ya !", keluh Puja membuat Queen kembali mengingat Romi dan melempar mangga di tangan nya.
Segera ia meraih ponsel nya dan mencoba menelfon seseorang.
"Kamu mau telfon siapa sih ?", tanya Puja.
"Romi !, enak aja dia lepas tanggung jawab !", keluh Queen.
"Lah !, dia udah ngajak kamu nikah berulang ulang kali Queen, sampai putus kali urat malu nya, kamu aja yang terus nolak !, gimana sih !", gerutu Puja.
"Berisik !, kamu bego apa gimana sih ?, maksud aku tanggung jawab bukan buat nikahin aku !, enak aja dia keenakan, aku yang sengsara jadi ibu ibu, gak bisa shopping, gak bisa cuci mata", keluh Queen.
"Terserah deh", ketus Puja.
Tiba tiba, pintu kamar Queen di ketuk dari luar.
"Mami ya?, masuk aja mi !", seru Queen.
Seketika sang mami segera berlari dengan girang nya memeluk sang anak.
__ADS_1
Membuat Queen dan Puja terheran heran.
"Tante baik baik aja kan ?", seru Puja.
"Berisik !", sentak bu Rara masih tak suka dengan Puja.
"Ada apa sih mi ?", tanya Queen heran dengan tingkah mami nya.
"Lihat ini !", seru sang mami menyodorkan sebuah surat yang baru saja ia terima ke arah Queen.
"Ini apa ?", tanya Queen mengeryitkan kening.
"Baca dulu kenapa sih !", pinta bu Rara.
Merasa penasaran, Puja berjalan mendekati Queen dan ikut membaca isi surat itu.
Tak butuh waktu lama, membaca setengah dari isi surat itu sudah berhasil membuat Queen dan Puja menganga tak percaya.
"Kenapa kamu kayak terkejut gitu sih sayang ?", seru bu Rara heran dengan raut wajah anak nya.
"Harus nya kamu bangga dong Queen, lamaran kerja kamu di terima di salah satu perusahaan ternama di Semarang", seru Kiandra berjalan masuk bersama Boy ke arah Queen.
Dia ?, lulus kerja di luar kota, gumam Boy dalam hati merasa ada yang aneh.
"Iya dong !, emang kamu doang yang bisa !", ketus Queen menyombongkan diri.
Sombong !, dia buat dokumen aja belepotan !, gumam Puja dalam hati sudah bisa menebak siapa di balik itu semua.
"Tapi di kontrak kerja kamu tertulis 1 tahun tanpa pulang ke Jakarta", keluh bu Rara.
"Gpp kan mi, kita kan harus patuhi aturan perusahaan", seru Queen.
Sejak kapan Queen patuh aturan ?, ah sudahlah, gumam Kiandra dalam hati mencoba menepis keraguan nya.
"Tapi kan mami bisa sering ke sana, ya kan !", seru bu Rara kegirangan dengan keberhasilan Queen.
"Gak usah mi !, aku bakal pekerjakan Puja buat jadi pembantu ku di sana, mami tenang aja", seru Queen membuat Puja terbelalak.
Tuh kan !, pasti aku lagi !, keluh Puja dalam hati.
"Trus kerjaan Puja di perkebunan ku gimana Queen ?", ucap Boy membuat bu Rara kesal.
"Sudahlah Boy, pegawai satu aja !, kamu gak seneng lihat anak saya seneng !", ketus bu Rara memeluk Queen dengan bangga nya.
__ADS_1
"Udah yuk sayang !, males aku di sini !", keluh Boy menggandeng tangan sang istri keluar dari kamar Queen.
Enak mereka !, gagal total rencana ku !, tuh bayi belum lahir aja udah nyusahin !, keluh Puja dalam hati.
"Emang siapa orang dalem nya Queen ?", bisik bu Rara.
"Mami ah !, kok nanya gitu ?", seru Queen berkacak pinggang.
"Ya iya lah Queen !, kalau gak ada orang dalem ya gak mungkin kali kamu bisa masuk ke perusahaan besar itu ", seru bu Rara membuat Queen makin kehilangan mood nya.
"Udah ah !, aku mau berkemas !, capek dengerin mami !", keluh Queen menarik tangan mami nya untuk keluar dari kamar nya.
"Ya ampun tuh anak !, gpp lah, toh nanti aku juga kecipratan uang nya, akhir nya aku bakal bisa shopping lagi !", seru bu Rara berjalan ke kamar nya dengan riang nya.
"Aku pulang aja ke desa !, capek aku ikutin drama kamu ", keluh Puja.
"Eits !, berani kamu ninggalin aku, aku bongkar niat busuk kamu ke Kiandra dan Boy, biar sekalian kamu kehilangan Boy selama nya", ancam Queen sembari merapikan koper koper nya.
____
Rumah Semarang.
"Selamat datang di rumah baru kita !", seru Romi saat mereka bertiga telah sampai di sebuah rumah di kota semarang.
"Idih !, rumah kita ?", ketus Queen tak suka dengan ucapan Romi.
"Aku akan tunggu kamu Queen, kapan pun kamu siap menikah dengan ku dan membesarkan anak kita sama sama", ucap Romi mengelus perut Queen.
"Jangan pegang pegang !, ngimpi terus kerjaan nya ", seru Queen segera menepis tangan Romi dan berjalan masuk ke dalam rumah baru nya.
"Bagus banget !", seru Puja masih terhipnotis dengan rumah yang sengaja di belikan Romi untuk Queen.
"Gak usah lebay !, kita cuma 9 bulan di sini", seru Queen merebahkan diri nya di sofa.
"Kamu payah Queen !, cowok se tajir itu kamu tolak", bisik Puja.
"Kalau mau ambil aja !, bawel !", sentak Queen berjalan menuju kamar nya.
"Kamu anggap aja rumah sendiri ya, aku titip kamu tolong urus Queen selama di sini", ucap Romi membuat Puja kesal.
"Tenang !, kamu akan aku bayar setiap bulan nya, kamu kirim aja nomer rekening kamu", ucap Romi membuat Puja berubah senang.
"Nah gitu dong, kamu tau aja", ucap Puja berjalan menyusul Queen ke kamar.
__ADS_1