Kiandra

Kiandra
Gertakan Queen.


__ADS_3

"Aku udah capek kayak gini terus...!!!, seumur umur belum pernah ada yang nyuruh aku pegang sapu...!!", teriak Queen kesal sembari melempar sapu nya ke lantai.


Membuat semua pengunjung butik memandang heran padanya.


"Apa liat liat...!!", seru Queen berkacak pinggang.


"Gak ada..., kita cuma heran aja, kok ada orang gila di sini", seru salah satu pengunjung meledek Queen.


"Kurang a*jar...!!, pergi kalian dari sini..!!", teriak Queen mengambil sapu dan menodongkannya pada para pengunjung.


"Hentikan...!!, kamu di sini kerja bayar hutang...!!, bukan membuat pelanggan ku kabur", seru Nurma menepis sapu di tangan Queen.


"Aku sudah muak ya dengan mu...!!", seru Queen mengangkat tangannya berniat menampar Nurma.


Tapi dengan sigap, tangannya seketika di tepis oleh Nurma.


"Jangan berani berani menyentuhku...!!", seru Nurma tak bergetar sedikitpun menghadapi Queen.


"Awas kamu ya...!!", seru Queen pergi dari hadapan Nurma.


Ia berjalan meninggalkan butik dengan wajah kesal.


Lebih baik aku berhadapan sama Kiandra yang cupu itu dari pada si Nurma sialan itu...!!, setidaknya Kiandra masih bisa aku manfaatkan dengan mudah, gumam Queen dalam hati.


Sesampai di samping rumah bu Sri, Queen tiba tiba menghentikan langkahnya.


Ia seakan mengamati kondisi sekeliling rumah.


"Kayaknya aman...!!", ucap Queen lalu mengendap ngendap masuk ke rumah bu Sri melewati jendela samping.


"Bagus....!!, sepertinya mantan pembantu sialan Kiandra itu gak ada di rumah, dan Nurma masih sibuk di butik depan", ucap Queen mengendap ngendap masuk ke semua ruangan yang ada demi menemukan dokumen kuasa yang di maksud sang ayah.


"Dimana sih...!!", ucap lirih Queen sembari terus mencari dokumen yang ia cari.


Gak ada apapun di rumah ini...!!, ketus Queen.


Tiba tiba pandangannya terarah pada sebuah map merah di almari baju kamar Nurma.


Queen segera mengambilnya dan membaca isi dokumen itu.

__ADS_1


"Ya ampun....!!, kenapa dia bisa punya sertifikat saham ini sih...??", ucap Queen segera menyembunyikan dokumen itu di balik bajunya.


Dan segera keluar dari rumah itu sebelum Nurma dan bu Sri memergoki mereka.


Mungkin ini bisa jadi senjata untuk menggertak Nurma, gumam Queen dalam hati.


___


Keesokan harinya.


Nurma nampak sedang mengacak ngacak kamarnya sendiri.


"Duhh..!!, kenapa bisa hilang sih...??, aku yakin udah simpan dengan benar...", seru Nurma berusaha menemukan dokumen penting milik perusahaannya.


"Kenapa nak...??", tanya bu Sri merasa heran dengan kamar Nurma yang berantakan.


"Ibu tau gak, dokumen di almari ini...??, yang beberapa hari lalu di kirim ke sini oleh pak Yura", seru Nurma.


"Ibu gak tau tuh...!!, mungkin kamu lupa naruh kali...!!", seru bu Sri membantu Nurma mencari dokumen itu.


"Beneran buk aku taruh di sini..!!", seru Nurma terus mencari di setiap sudut kamarnya.


"Sedang apa kamu kesini...!!", seru Nurma terus berusaha mencari dokumen nya yang hilang.


"Iya mbak, hari ini kan butik tutup, memang kamu mau di suruh suruh Nurma bersihin rumahnya, aku sih ogah ", bisik Puja di telinga Queen.


"Berisik..!!", ucap lirih Queen membungkam mulut Puja.


"Kami sedang sibuk, nak Queen bisa kembali lagi nanti", ucap bu Sri.


"Aku tau kok, kalian lagi cari ini kan...??", seru Queen menunjukkan dokumen saham yang berhasil ia curi.


Seketika Nurma geram melihatnya.


Ia segera merebutnya tapi di halangi oleh Puja.


"Eits, woles dong..!!", seru Puja menahan tubuh Nurma yang ingin mendekati Queen.


"Kembalikan, itu milikku..!!", seru Nurma.

__ADS_1


"Milikmu...??, ini itu milik keluarga ku Nurma..!!, aku heran ya, kenapa juga dokumen sepenting ini bisa di tangan kamu", seru Queen.


"Aku bilang kembalikan..!!", seru Nurma berusaha merebut dokumen itu dan akhirnya berhasil.


"Eh...!!, gimana mbak...??", seru Puja tak bisa menghadang Nurma lagi.


"Biarin aja...", seru Queen dengan senyum sinis nya.


"Harusnya kamu yang mikir..!!, kenapa juga almarhumah Kiandra tak memberikan amanah ini pada keluargamu, terutama pada mu Queen...!!, kenapa harus pada aku yang hanya orang lain baginya...!!", seru Nurma membuat Queen geram.


"Lancang kamu...!!, kamu akan menyesal nanti..!!", seru Queen mencoba menyerang Nurma.


"Sudah, sudah...!!, biarkan mereka nak, gak usah kita ladeni", ucap bu Sri melerai mereka.


Saat Nurma dan bu Sri berjalan menjauh, ucapan Queen seketika membuat langkah mereka terhenti dan rasa takut mereka terlihat.


"Itu hanya salinan nya saja Nurma..!!, coba teliti baik baik", ucap Queen merasa selangkah lebih pintar dari Nurma.


Nurma segera memeriksanya dan ternyata itu benar.


Ia kemudian berjalan dan mendekati Queen kembali.


"Jangan main main denganku...!!", seru Nurma menatap tajam ke arah Queen.


"Hahaha...!!, bisa apa kamu...??, kamu dan Kiandra sama sama lemah ....!!!", seru Queen seketika mendapat sebuah tamparan dari Nurma.


"Aku akan ingat semua ini..!!, kamu akan membayar setiap tamparan yang sudah mendarat di pipi ku...!!, jika kamu mau perusahaan itu tak hancur, kamu ikuti perkataan ku", ucap Queen menunjuk muka Nurma.


"Apa kamu tak pernah berfikir dulu sebelum berbicara..??, jika pun perusahaan itu hancur, bukan aku yang rugi, tapi kamu dan keluargamu, dari sifat mu saja aku sudah tau, kamu tak bisa hidup susah sedikitpun", seru Nurma berusaha tetap tegar dan berani menghadapi Queen.


"Kamu jangan pedulikan aku, pedulikan saja amanah Kiandra kepadamu, dia akan sangat sedih melihat perusahaan itu hancur, dengan dokumen yang aku pegang sudah cukup memporak porandakan perusahaan, ingat itu..!!", ucap Queen berjalan pergi dari rumah itu bersama dengan Puja.


Seketika Nurma terduduk di sofa.


Seakan tubuhnya tak kuat lagi berdiri.


Ia menangis di pelukan bu Sri.


"Tenang nak, kita akan selesaikan ini sama sama", ucap bu Sri menenangkan Nurma.

__ADS_1


"Sekali lagi aku kalah buk..!!", ucap Nurma menangis tersedu sedu di pelukan ibu angkatnya itu.


__ADS_2