Kiandra

Kiandra
Wanita gila.


__ADS_3

Pukul 9 pagi, mobil Boy telah sampai di sebuah area perkebunan kopi milik nya.


Tanpa berkata apapun, ia segera turun dari mobil bahkan tanpa menoleh ke arah Puja.


Seakan tak ada siapapun lagi di samping nya.


"Tanpa memandang aku sama sekali !, emang aku hantu apa !", ketus Puja turun dari mobil dan bergegas menyusul Boy yang sudah berada jauh di depan.


"Selamat pagi bos !", sapa seorang pegawai yang juga merupakan kaki tangan Boy.


Ia berjalan beriringan dengan sang bos sembari menyerahkan beberapa dokumen pada Boy.


"Pagi Gio, gimana laporan minggu ini ?", tanya Boy membaca berkas yang di bawa oleh Gio.


"Progres kita meningkat minggu ini bos, dan kita juga sudah berhasil menjual semua hasil panen kita yang pertama", seru Gio menjelaskan.


Sementara Puja merasa kesal karna kehadiran nya di sana tidak di anggap sama sekali.


"Boy !, apa aku harus di sini hanya untuk kamu kacangi !", ketus Puja membuat Gio terheran heran menatap nya.


"Sudahlah jangan di hiraukan !, untuk pegawai baru ", ucap Boy belum sempat menyelesaikan ucapan nya.


"Dia belum datang bos, mungkin dia mengundurkan diri", sahut Gio.


"Itu pegawai baru kita", ucap Boy menunjuk ke arah Puja.


Gio hanya terdiam menatap Puja.


Ia terheran heran kenapa pegawai baru bisa datang bersama bos dan seakan sudah saling kenal cukup lama.


"Puja", ucap Puja memperkenal kan diri.


"Puja ?", seru Gio heran dan kembali melihat biodata pengawai baru yang ia pegang.


"Eh maksud ku Laras, nama lengkap ku Puja Larasati", seru Puja.


"Tapi kau hanya menulis Larasati", seru Gio melihat ada kesengajaan pemalsuan data di biodata Puja.


"Sudahlah Gio !, tak usah diperpanjang, pekerjakan saja dia, kamu letakkan dia di bagian B", perintah Boy.


"Bos yakin di bagian B ?", tanya Gio lagi.


Saat itu juga, Gio mendapat tatapan tajam dari Boy, yang membuat nya tak lagi mempertanyakan keputusan sang bos.


"Puja, ikut saya !", seru Gio berjalan mengajak Puja masuk ke perkebunan.


Saat telah sampai di bagian B yang di maksud.

__ADS_1


Puja merasa heran di buat nya.


Pasal nya, ia di ajak ke lahan kosong yang berdampingan dengan perkebunan kopi milik Boy.


"Kenapa aku di bawa ke sini ?", seru Puja menatap banyak wanita yang terlihat bersiap siap akan bekerja.


"Karna perkebunan ini masih baru, dan belum di pakai seluruh nya, jadi kamu ditugaskan untuk menanam bibit kopi di sini", ucap Gio menjelaskan.


"Apa !, gak salah !, cantik cantik gini harus kerja panas panasan", keluh Puja.


"Tugas para wanita itu juga sama seperti mu, cepat kerjakan !", sentak Gio berlalu meninggalkan Puja.


Meskipun Puja berasal dari desa yang sama dengan Boy.


Tapi pengetahuan Puja tentang kopi sangatlah minim.


Apalagi tentang tanam menanam, ia hanya sekedar tahu tentang cara memetik teh saja, itupun jarang ia lakukan, karna sejati nya ia adalah anak manja dan seorang putri kepala desa.


"Lihatlah bos !, dia tak mengerti apapun tentang menanam bibit kopi", seru Gio saat diri nya sampai di sisi Boy yang masih mengamati kinerja Puja.


"Biarkan dia bekerja semampu nya, syukur syukur dia gak betah dan segera pergi dari sini, kalau kita meladeni dia bisa gila kita !", ujar Boy membuat Gio semakin penasaran dengan hubungan antara bos dan pegawai baru mereka.


"Maaf maaf nih bos, sebenar nya hubungan bos dengan dia apa ?, kenapa bos kayak gak suka gitu dengan nya.?", tanya Gio.


Boy lalu menceritakan semua tentang Puja dan asal usul mereka yang kebetulan satu desa yang sama.


Dan kemungkinan niat terselubung Puja datang ke kota dan bekerja di perkebunan nya.


"Istri ku memang baik orang nya", ucap Boy menghela nafas panjang.


"Tenang bos !, aku pastikan dia dapat pelajaran bekerja di sini", ucap Gio dengan nada meyakinkan.


"Oh ya !, apa kamu bisa mengatasi nya ?, kamu belum tahu tentang dia", seru Boy ragu.


"Cuma menghadapi wanita bos !, kecil !", seru Gio lagi lagi berhasil membuat Boy tertawa.


"Kamu aja belum nikah nikah sampai sekarang !, sok sok an", seru Boy semakin terpingkal pingkal.


"Ya elah bos !, itu urusan lain", ketus Gio.


"Ya sudah, kita buktikan aja ya nanti", ucap Boy sembari berjalan memasuki ruang kerja nya.


3 jam kemudian.


Puja nampak kesal sembari masuk ke sebuah pabrik yang berukuran sedang di samping perkebunan, di situlah tempat kopi di proses dan juga sebagian bangunan difungsikan sebagai ruang staff serta ruangan bos.


"Boy !, keterlaluan !, lihat lah, kulit ku memerah karna panas !, badan ku kotor !", seru Puja langsung masuk ke ruang kerja Boy dan membuat Boy amat terkejut di buat nya.

__ADS_1


"Mau mu apa sih ?, jika kamu mengeluh, kamu bisa berhenti bekerja", seru Boy menggebrak meja kerja nya.


Enak kamu !, bisa adem ayem sama Kiandra, gumam Puja dalam hati.


"Aku mau mandi !", seru Puja mencari kamar mandi pribadi di ruangan Boy.


"Hei !, toilet karyawan ada di luar !", seru Boy tapi tak di hiraukan oleh Puja.


Tanpa bergeming, Puja masuk ke dalam kamar mandi dan mulai menyalakan kran air.


"Harus bagaimana mengusir dia dari sini ?", keluh Boy.


"Ada apa bos ?, seperti nya aku melihat Puja masuk kemari tadi, kemana dia ?", tanya Gio saat ia memasuki ruangan sang bos.


"Tuh !", ucap Boy menunjuk ke arah kamar mandi.


"Gila dia !", seru Gio tak habis pikir.


"Sudah ku bilang kan dari awal ", seru Boy memijat kening nya.


"Lupakan dia lah bos, bos ada tamu di luar", ucap Gio.


"Oke", ucap Boy berjalan ke luar dari ruangan nya.


Saat Gio ingin keluar dari ruangan Boy, tiba tiba telfon ruangan sang bos berbunyi.


Gio mau tak mau harus mengangkat nya.


" Siapa tau penting", ucap Gio duduk dan mengangkat panggilan telfon itu.


Sementara di dalam kamar mandi, ada akal kotor terbesit di pikiran Puja.


"Kalau lihat aku basah setelah mandi dan hanya memakai handuk mungkin Boy akan tertarik", ucap Puja mematikan kran air dan memakai handuk nya.


Ia biarkan rambut nya terurai dan basah.


Ia keluar dari kamar mandi dan berjalan mendekati kursi kerja Boy yang posisi nya saat itu menghadap membelakangi nya.


"Boy !, kurang apa sih aku ke kamu ?, kita pulang ke desa yuk, kamu ceraikan Kiandra dan nikah sama aku", ucap Puja mencoba membalik kursi di hadapan nya.


Begitu terkejut nya ia saat melihat Gio lah yang ada di sana.


Mereka berteriak secara bersamaan.


Puja segera berlari masuk kembali ke kamar mandi bersamaan dengan Gio yang berlari keluar dari ruangan sang bos.


"Ada apa Gio ?", tanya Boy saat melihat Gio yang gelagapan.

__ADS_1


"Bos benar, dia wanita gila !, bahkan biang nya gila, aku tak sanggup menghadapi dia", keluh Gio bergegas keluar dari pabrik.


"Aneh, katanya sanggup, belum juga sehari", ucap Boy merasa heran dengan tingkah Gio.


__ADS_2