Kiandra

Kiandra
Kehidupan baru pak Hatta.


__ADS_3

Seorang lelaki paruh baya yang tak lain ialah pak Hatta tengah duduk termenung di pojok jeruji besi.


Baju orange yang identik dengan para napi sudah nampak terpasang di tubuh nya.


Sidang keputusan untuk hukuman pak Hatta masih berlangsung 1 bulan lagi, tapi ia sudah di tahan untuk masa penyelidikan yang lebih lanjut.


Ia seakan menunggu seseorang, beberapa kali pandangan nya sesekali mencuri pandang ke arah pintu depan arah masuk menuju sel nya.


Tak jarang, setiap polisi yang melewati depan sel nya selalu ia tanyakan akan pertanyaan yang sama.


"Pak, apakah istri dan anak ku sudah datang....??", tanya pak Hatta entah sudah ke berapa kali nya ia bertanya.


"Gak bosan kah kamu...??, bertanya itu itu saja...!!, jika ada yang datang berkunjung, pasti lah aku sudah membawa nya kesini", ketus polisi itu sembari pergi meninggalkan pak Hatta.


Pandangan nya kembali tertunduk seakan tak menyangka dengan keadaan nya kini.


"Mungkin cuma harta yang mereka pandang dari mu...!!, kasihan sekali pak tua ini", seru seorang napi lain nya meledek pak Hatta tiada henti.


Bahkan muka lebam yang ada di wajah dan lengan pak Hatta menunjukkan bahwa ia telah mendapatkan perundungan di dalam sel nya.


"Sarapan...!!, sarapan...!!, jangan berebut atau aku akan isolasi kalian...!!", seru seorang polisi membawa se nampan sarapan pagi untuk para napi.


Semua napi melahap makanan mereka dengan nikmat nya.


Dengan lauk seadanya, tapi ekspresi mereka menunjukkan seakan mereka tengah makan dengan berlauk kan ayam dan ikan.

__ADS_1


Tapi berbeda dengan pak Hatta, ia hanya memandangi makanan di depan nya.


Perut nya lapar, tapi tangan nya tak kuasa meraih nya.


Air mata nya menetes.


Bahkan tubuh nya kini nampak kurus kering.


"Heh pak tua...!!, kalau kau tak mau, biar kami saja yang memakan nya", ucap seorang napi merampas makanan dari tangan pak Hatta.


"Tapi aku lapar", ucap pak Hatta lirih memegangi perut nya.


"Jika kau pandang saja, perut mu tak akan pernah kenyang...!!!, nasi ini tak akan masuk ke perut mu begitu saja...!!", seru seorang napi membuat yang lain nya ikut tertawa.


Tiba tiba seorang polisi mendatangi sel mereka kembali.


"Wah...!!, makanan enak tuh pak, bagi dong", seru seorang napi mengusap liur nya yang menetes.


"Kalian cepat sekali kalau soal makanan.. , ini kiriman seseorang buat salah satu napi di sini", ucap polisi itu.


Semua napi seketika berhamburan ke pintu sel.


"Pasti buat ku itu pak...!!", seru seorang napi mengulurkan tangan nya sembari berdesakan dengan napi lain nya.


"Bukan, ini untuk pak Hatta", seru polisi itu membuat semua napi terdiam dan menoleh ke arah pak Hatta.

__ADS_1


"Untuk saya pak", seru pak Hatta tak percaya.


"Kemarilah, ambil ini...!!", seru polisi itu menyerahkan kotak makan itu pada pak Hatta.


Pak Hatta menatap kotak makan itu dengan berbinar binar.


Sementara para napi lain nya sudah bersiap merampas nya.


Langsung saja, pak Hatta mendekap kotak makan nya dengan sangat erat dan meringkuh di pojok sel.


"Tenang...!!, kalian juga mendapat jatah, bahkan semua polisi juga mendapat bagian dari nya", ucap seorang polisi lain yang datang menenteng dua dus makanan untuk mereka semua.


Pak Hatta segera membuka kotak makan nya dan segera melahap makanan enak yang sudah sebulan tak pernah ia rasakan.


Hanya berlauk kan sepotong ayam goreng saja membuat pak Hatta menangis di buat nya.


"Pasti Queen dan mami", ucap lirih pak Hatta mengusap air mata nya sembari menghabiskan makanan di kotak makan nya.


Sejak saat itu, setiap satu minggu sekali selalu ada makanan yang datang ke kantor polisi dengan jumlah yang banyak.


Bahkan karna kiriman itu, pak Hatta tak pernah mendapat perundungan lagi dari para napi lain nya.


"Biar kan pak tua ini damai di sini, jangan ada yang mengusik nya, jika umur nya panjang kita juga akan dapat makanan enak walaupun cuma sekali dalam seminggu", ucap seorang napi memberi perintah pada yang lain.


Sejak saat itu pula, pak Hatta selalu menunggu kiriman itu dengan wajah sumringah.

__ADS_1


Beban di pikiran nya pun sedikit berkurang karna kiriman rutin itu.


__ADS_2