
Pak Hatta menatap tajam ke arah Nurma.
Ia mengamati Nurma dari ujung kepala sampai kaki.
"Apa yang di lihat Kiandra sampai dia mempercayakan semuanya padamu..??", seru pak Hatta yang kini telah berdiri tepat di hadapan Nurma.
Nurma hanya terdiam, ia pandang wajah yang sekarang ini masih terus menatapnya, tapi pikirannya saat itu tak berfokus pada ucapan yang pak Hatta lontarkan.
Kamu harus membayar kematian orang tua ku..!!, gumam Nurma dalam hati mencoba bersikap setenang mungkin.
"Atau....??, kamu yang mensabotase kecelakaan Kiandra agar kamu bisa menguasai harta teman mu itu...!!", seru pak Hatta menarik kera baju Nurma sembari menunjukkan wajah bengis nya.
Membuat Queen dan bu Rara tersenyum melihat diam nya Nurma, yang mereka anggap sebagai rasa takut Nurma menghadapi gertakan kecil pak Hatta.
Nurma lagi lagi hanya terdiam menatap wajah sang paman.
Seketika ia juga tersenyum kecil.
"Apakah tidak terbalik om...??, mungkin yang memiliki banyak motif untuk melenyapkan Kiandra adalah om, bukan saya..!!", seru Nurma membuat senyum Queen dan bu Rara menghilang dan berubah wajah menjadi pucat pasi.
Sedangkan pak Hatta mencoba untuk tak terpengaruh ucapan Nurma.
"Kami itu orang kaya, gak harus pakai cara kotor seperti itu", ketus pak Hatta memalingkan wajahnya dari Nurma.
"Benarkah...??", tanya Nurma memancing emosi pak Hatta.
"Heh Nurma..!!, kamu aku ajak kesini bukan buat hina keluargaku ya..!!", seru Queen menunjuk muka Nurma.
__ADS_1
"Baik, terserah kamu..!!, berikan saja dokumen itu dan aku akan segera pergi dari sini", ucap Nurma.
"Enak saja..!!, kamu harus menuruti semua perkataan ku jika kamu mau dokumen dan perusahaan itu aman", ucap pak Hatta yang kini telah menunjuk wajah Nurma dengan telunjuknya.
"Cepat katakan saja apa mau mu, karna aku yakin ada alasan di balik keputusan Kiandra tak menganggap kalian saudara, aku bisa saja mengambil semua yang kalian miliki sekarang..!!", gertak Nurma.
Seketika Queen dan bu Rara ketakutan.
Aku gak mau jadi gembel, gumam Queen dalam hati sembari membayangkan jika semua miliknya di ambil oleh Nurma.
Kalau aku gak bisa lagi hidup kaya, aku lebih baik minta cerai pi..!!, gumam bu Rara dalam hati.
"Sombong..!!", teriak pak Hatta mengangkat satu tangannya, satu tamparan hampir mendarat di pipi Nurma, tapi seketika diurungkan oleh pak Hatta sendiri.
"Pi, jangan pakai kekerasan, kita bisa kehilangan semuanya nanti", bisik sang istri.
Ia tak mau kehilangan semuanya karna sikap nya pada Nurma.
Hasil kerjanya selama ini tak ada apa apanya di banding kekayaan yang ditinggalkan orang tua Kiandra.
Hasil kerjaku mana cukup untuk menunjang hidup keluarga ku satu tahun ke depan.., bahkan saat kak Sam masih hidup, dialah alat ku untuk hidup mewah seperti ini, gumam pak Hatta dalam hati memikirkan perkataan sang istri.
"Maafkan kesalahan saya, saya hanya gak mau kekayaan kakak saya jatuh ke tangan yang salah", ucap pak Hatta seketika berubah sikap serta perkataan pada Nurma.
Membuat semuanya terkejut mendengarnya.
"Gak salah pi...!!", ucap Queen mendekat ke arah papi nya.
__ADS_1
"Diam lah Queen...!!", seru pak Hatta mencoba berbicara serius dengan Nurma yang saat itu seakan merasa kaget dengan ucapan yang pak Hatta lontarkan.
"Kamu ternyata gadis baik, buktinya kamu tak meminta harta itu dengan paksa, malah saya gertak pun kamu tetap memegang amanah Kiandra dengan kuat", ucap pak Hatta seketika memeluk Nurma.
A, a, ada apa ini...??, gumam Nurma dalam hati sebegitu tercengangnya dengan tingkah pak Hatta yang berubah dengan cepat.
"Papi...!!, kok...!!, gimana sih...!!", teriak bu Rara tak menduga semua itu.
"Aku akan ajarkan kamu cara mengurus perusahaan, dan kamu bisa tinggal di sini selama kamu di Jakarta", ucap pak Hatta tersenyum pada Nurma.
Membuat Nurma mematung melihat semua tingkah dan ucapan manis sang paman yang berbeda 180 derajat dari sambutan yang ia terima saat masuk ke rumah pak Hatta beberapa menit yang lalu.
Rencana apa yang kamu mainkan paman...??, gumam Nurma dalam hati.
"Queen, berikan saja dokumen itu padanya, toh kita tak se serakah itu kan..??", ucap pak Hatta.
"Tidak...!!, aku tak sudi pi..!!, kenapa papi tiba tiba begini sih...??, apa ini rencana papi sampai tega mengirim ku ke desa hanya untuk mencari dia dan menderita di sana...!!", teriak Queen marah dan segera bergegas masuk ke dalam kamarnya.
"Bi inah..!!, antar Nurma ke kamarnya", seru pak Hatta memerintah salah satu pembantunya.
Nurma mengikuti bi Inah dengan penuh tanda tanya sampai ke dalam kamarnya.
Jangan sampai aku lengah...!!, gumam Nurma dalam hati.
"Pi..!!, apa apaan ini..!!, jadi ini rencana hebat papi..!!, menerima Nurma dengan baik gitu...!!, terus lepasin semua kekayaan itu dengan gampangnya...!!, gak jelas...!!", seru bu Rara amat kesal dengan tingkah suaminya.
"Tenang dulu mi...!!, mami nanti juga tahu sendiri", ucap pak Hatta mencoba meredam emosi sang istri.
__ADS_1