
"Pagi sayang !", ucap lirih Boy di telinga Kiandra pagi itu.
Perlahan Kiandra mulai membuka mata nya.
Samar terlihat sang suami telah duduk di samping nya membawa sarapan.
Seketika Kiandra menatap jam beker nya.
"Astaga !, ku kira aku kesiangan", keluh Kiandra saat melihat jam masih menunjukkan pukul 5 pagi.
"Sekali kali lah aku bikinin kamu sarapan, kan tadi malam kamu udah rela kelelahan buat aku", seru Boy membuat Kiandra tersipu malu.
"Apaan sih sayang ?, malu tau", seru Kiandra melirik tubuh polos nya yang hanya terbungkus selimut sisa peraduan mereka semalam.
"Malu sama siapa sih", ucap Boy mendaratkan ciuman vitamin di mulut Kiandra.
"Ini kamu masak sendiri ?", tanya Kiandra mencium aroma masakan yang di masak oleh Boy.
"Siapa lagi ?, masak Queen yang masak, bisa kiamat dunia", gurauan pagi Boy membuat Kiandra berhasil tertawa di buat nya.
"Makasih sayang", ucap Kiandra sembari menyuapi suami nya.
Mereka saling menyuapi satu sama lain, menciptakan suasana pagi yang romantis saat itu.
Kiandra menyandarkan kepala nya di tubuh suami nya yang kini sedang menikmati secangkir kopi pagi nya.
Tiba tiba, Boy mendaratkan tangan nya di atas perut sang istri.
"Jangan kamu tunda ya, aku ingin keluarga kecil kita semakin lengkap", ucap Boy mengecup kening sang istri.
Kiandra seketika tersenyum dan mengangguk.
Ada kebahagiaan tersendiri bagi nya saat sang suami juga menginginkan seorang anak sama seperti nya.
Tiba tiba, Kiandra beranjak dari ranjang nya dan bergegas menuju kamar mandi.
"Saat bersama mu, aku sampai lupa segala nya, aku ada rapat pagi ini", seru Kiandra juga membuat Boy menyemburkan kopi nya.
"Astaga !, aku juga", seru Boy tunggang langgang menuju kamar mandi.
"Eh !, aku dulu an sayang !", seru Kiandra mencoba mendahului suami nya.
"Aku dulu, plis !", seru Boy memohon.
"Aku bisa telat !", ketus Kiandra cemberut.
"Ah !, kenapa gak sama sama aja sih", seru Boy sembari menggendong Kiandra masuk ke kamar mandi bersama nya.
"Ya makin lama dong !", seru Kiandra menebak apa yang akan terjadi.
__ADS_1
"Bentar aja !, masak aku cuma liatin kamu aja tanpa bermain", ucap Boy menghidupkan sower air dan membuka selimut yang menutup tubuh polos Kiandra.
"Sekali saja ya, kita bisa telat nanti", ucap Kiandra langsung di bungkam oleh Boy.
"Nikmati aja ya, oke", seru Boy mulai meraba bagian sensitif istri nya.
Hingga Kiandra terbuai akan permainan sang suami.
Sekali lagi mereka bermain sebelum memulai aktivitas harian mereka.
"Nikmat bukan", ucap lirih Boy di telinga Kiandra.
"Emm", seru Kiandra terlena akan peraduan mereka.
Sedangkan di paviliun.
Puja sudah nampak bersiap rapi dan keluar dari paviliun nya menuju rumah utama.
"Hari ini aku akan berikan kejutan besar untuk pasutri itu", seru Puja dengan percaya diri memasuki rumah besar dan menemui Queen di kamar nya.
"Bisa ketuk pintu gak !, lancang banget !", ketus Queen saat melihat Puja memasuki kamar nya saat ia sedang berpakaian.
"Santai aja lagi, lagian aku juga ada guna nya kan datang ke sini", ucap Puja membantu menutup resleting belakang bawahan Queen.
"Terserah !", ketus Queen.
"Badan mu melar banget sih !, gak sebagus waktu aku pertama ketemu kamu dulu, resleting kamu juga udah susah nih di tutup", keluh Puja mencoba memaksa resleting itu agar menutup sempurna.
"Aku kan bicara sesuai fakta !, badan mu kayak orang hamil sih !", ketus Puja seenak nya tanpa berfikir dulu.
"Ngomong pakek otak !, anak saya tuh belum nikah tau !", seru bu Rara masuk ke kamar Queen dan kebetulan mendengar ucapan Puja.
"Eh, maaf tante !", ucap Puja bersembunyi di belakang Queen.
"Dapat teman dari mana sih kamu Queen !, keterlaluan banget mulut nya !", keluh bu Rara tak terima.
"Maaf tante, aku kan hanya bilang sesuai apa yang ku tahu, kalau body seperti itu kayak orang lagi bunting", ucap Puja membuat bu Rara dan Queen kembali kesal di buat nya.
"Puja !, stop !", sentak Queen berjalan keluar dari kamar bersama mami nya.
"Dasar !, wanita gak berpendidikan !", ketus bu Rara meninggalkan kamar Queen.
"Ampun dah keluarga ini, aku kan cuma ngomong, gak nuduh", keluh Puja berjalan mengikuti mereka.
"Kita sarapan dulu sayang", seru bu Rara duduk di meja makan.
Saat bu Rara membuka tudung saji, ia dan yang lain nya nampak terkejut melihat meja makan yang kosong.
"Sarapan apa ?, angin ?, emang kalian biasa sarapan angin ya ?", ledek Puja membuat nya kembali mendapat tatapan tajam dari bu Rara dan Queen.
__ADS_1
"Sorry, bercanda", ucap Puja berjalan menuju teras.
"Eh Kiandra !, kamu lupa masak apa !", seru bu Rara saat melihat Kiandra dan Boy terburu buru akan berangkat bekerja.
"Maaf tante, aku buru buru, bisa masak sendiri kan", seru Kiandra berlalu meninggalkan tante dan sepupu nya itu.
"Ya ampun !, keterlaluan ya", keluh bu Rara menutup kembali tudung saji.
"Ya udah deh mi, aku berangkat dulu, keburu di tinggal sama Kiandra, lumayan uang nya buat makan ketimbang buat bayar taxi", seru Queen bergegas menyusul Kiandra.
Saat Boy akan memasuki mobil nya.
Puja tiba tiba masuk terlebih dulu ke dalam mobil Boy.
Membuat semua yang melihat nya jadi terheran heran.
"Puja, apa yang kamu lakukan ?", tanya Kiandra menarik tangan Puja agar keluar dari mobil suami nya.
"Aku bukan mau liburan, aku mau kerja", tegur Boy membuat Puja memalingkan muka dari nya.
"Aku mau kerja Kiandra, masak aku harus numpang terus di paviliun kamu, iya kan ?", seru Puja dengan santai nya.
"Aku bisa cari kan kamu kerja, tidak harus meminta pekerjaan pada suami ku, ingat ya !, jangan macam macam, Boy itu sudah sah jadi suami ku", seru Kiandra kesal.
"Loh !, kamu gak tahu ya, aku kan udah di terima kerja di perkebunan kopi Boy", seru Puja membuat Kiandra memandang Boy dengan penuh tanda tanya.
"Apa maksud nya ini ?, kamu gak pernah cerita ke aku sebelum nya", tanya Kiandra menuntut penjelasan dari suami nya.
"Tapi aku gak merasa menerima Puja kerja di tempat ku sayang !, kemarin aku hanya menerima biodata pekerja baru bernama laras", seru Boy membuat nya tersadar akan satu hal.
"Sayang, kenapa kamu tercengang begitu ?", tanya Kiandra membuyarkan lamunan Boy.
Boy seketika memandang Puja dan menatap tajam ke arah nya.
"Oh, jadi kamu mau bermain licik dengan ku", ketus Boy menunjuk ke muka Puja.
"Apa maksud nya ?, rencana licik ?", seru Kiandra di buat bingung oleh ucapan Boy.
"Laras, pegawai baru ku bernama Laras, dan itu kamu kan ?, Puja Larasati", seru Boy membuat Kiandra geram.
"Benar begitu Puja ?", tanya Kiandra mencoba mengontrol emosi nya.
"Yap, mau kalian ngomong apapun, aku sudah resmi di kontrak kerja oleh perkebunan Boy", seru Puja dengan senyum licik nya.
Mendengar semua itu, Queen hanya tersenyum takjub dengan rencana yang di susun oleh Puja, dalam sehari ia bisa memanfaatkan informasi yang Queen berikan untuk mengusik ketentraman Kiandra dan Boy.
Puja seketika langsung kembali masuk ke mobil Boy tanpa merasa bersalah sedikit pun.
"Dengarkan aku dulu sayang, aku akan berusaha mengatasi semua nya", ucap Boy menenangkan kegundahan hati istri nya.
__ADS_1
Sedangkan Kiandra hanya mengangguk dan tersenyum kecil sembari masuk ke mobil nya tanpa berkata apa pun juga.