
"Mi!, mami sebut aku apa?, pelacur!, mami sadar dengan ucapan mami!, hah!" bentak Queen marah besar.
Mendengar bentakan dari sang putri, untuk kali pertama nya, hati bu Rara nampak hancur.
Ia terdiam mematung menatap sang putri yang berdiri tepat di hadapan nya.
Perasaan sakit macam apa ini?, batin bu Rara dengan mata yang mulai basah.
Aku wanita kuat, tegas dan tak pernah menunduk di depan semua orang, namun kenapa rasa nya kali ini aku seakan tak punya daya apapun, batin bu Rara dengan perasaan yang bercampur aduk.
Melihat ketidak berdayaan bu Rara, Kiandra mencoba mendekat, merangkul bahu nya dan mencoba menguatkan bu Rara.
"Lepaskan!," sentak bu Rara masih tak suka dengan Kiandra.
Boy yang tak mau istri nya di tindas terus menerus segera menarik tangan sang istri untuk menjaga jarak dari bu Rara dan Queen yang saat itu sedang bertengkar hebat.
"Jika semua yang di ucapkan Puja itu benar, di mana anak kalian sekarang?," tanya bu Rara dengan sisa tenaga nya.
"Dia sudah mati!," sahut Queen membuat Romi geram.
"Queen!, jaga bicara mu!," sentak Romi tak terima.
"Apa ini semua?, apa seorang anak itu lelucon?," seru bu Rara makin tak respek kepada sang putri.
"Mami juga gak menganggap papi yang sudah masuk ke dalam penjara kan, jadi kenapa aku harus menganggap bayi itu ada walaupun mungkin dia masih hidup," seru Queen kembali membuat bu Rara tercengang.
Seakan ucapan Queen menjadi tamparan menyakitkan bagi nya.
Ia lalu mengingat bagaimana sikap nya saat sang suami telah mendekam di penjara.
Bahkan untuk menjenguk nya pun bu Rara tak pernah datang.
"Dan kamu Rom!, jangan ikut campur dengan urusan ku dengan keluarga ku!, lelaki cupu!," sentak Queen membuat Kiandra khawatir jika Romi akan terluka dengan ucapan Queen.
"Hentikan Queen!," seru Kiandra mengingatkan.
"Diam!, kalau bukan karna teman mu ini, mungkin aku masih jadi damba an semua pria tajir dan cool diluar sana!, dia hanya membuat ku harus merasakan memiliki seorang anak yang bahkan tak aku inginkan!," seru Queen langsung mendapat sebuah tamparan dari Romi saat itu juga.
Sementara bu Rara hanya terdiam menatap mereka tanpa punya kekuatan untuk menghadapi kenyataan pahit serta ucapan ucapan kasar yang ia dapat dari sang putri.
__ADS_1
Kiandra kembali iba saat melihat kondisi bu Rara.
Meskipun Boy melarang, Kiandra tetap mencoba mendekati bu Rara dan mencoba menjadi penopang untuk bu Rara saat itu.
Reaksi bu Rara kini berbeda.
Ia tetap diam dan menerima Kiandra yang mencoba menenangkan diri nya.
Ia juga tak keberatan saat tangan Kiandra mengusap lembut kedua bahu nya demi membuat nya kembali tenang dan kuat saat itu.
Ya ampun!, dia berani nampar Queen!, batin Puja masih menjadi penonton setia.
"Kamu berani nampar aku cupu!," teriak Queen kembali mendapat tamparan kedua dari Romi.
"Jangan mencoba memancing amarah ku!, lelaki cupu ini juga bisa melakukan hal yang tak terduga," seru Romi memperingatkan.
"Apa yang bisa kamu lakukan hah!, memang aku benar kan! Kamu itu cuma lelaki cupu!, dan aku juga benar bahwa bayi itu juga sudah mati!," seru Queen membuat Romi semakin marah hingga membuat semua orang takut menatap nya.
"Oh begitu, aku beritahu kamu sesuatu ya wanita jala*g!, anak yang kamu anggap sudah mati itu adalah Ema!," teriak Romi membuat semua orang kembali terkejut.
"Ema?," seru Puja tak menyangka itu semua.
Pasal nya ada kemungkinan jika bayi Ema akan di ambil paksa oleh Romi dan Queen jika mereka suatu saat menginginkan anak mereka.
"Gak mungkin," keluh Queen mengingat saat diri nya memompa asi nya untuk bayi Ema hanya demi sebuah bayaran.
Seketika itu juga, Kiandra segera mengambil bayi Ema dari pelukan sang suster.
Lalu Kiandra segera mendekap bayi Ema tanpa mau melepaskan nya.
"Ema tetap bayi ku," ucap lirih Kiandra membuat sang suster iba.
Ya Allah, kenapa juga bayi ini bukan terlahir dari rahim nyonya Kiandra sih!, kenapa harus rahim wanita iblis itu, batin sang suster.
"Ja, ja, jadi dia itu cucu ku?," ucap bu Rara tak menyangka.
"Benar tante!, putri tante ini tak mau mengakui dia sebagai anak, dan karna kondisi keluarga saya saat itu juga tak mungkin menerima Cantika, saya terpaksa meletakkan nya di panti asuhan dan mengarahkan Kiandra agar mengadopsi nya," seru Romi sembari terus menatap tajam ke arah Queen.
"Nama nya Ema!, bukan Cantika!," keluh Kiandra tak terima.
__ADS_1
"Maafkan aku Kin, tapi itulah nama pemberian ku untuk nya," ucap Romi membuat Kiandra semakin terpukul.
"Sudah Rom, lebih baik kamu selesaikan ini di tempat lain, cukup istri ku kamu buat syok hari ini," seru Boy mengusir Romi dengan cara halus.
" Itu juga yang mau aku lakukan Boy, aku akan tunjukkan pada wanita jala*g ini bagaimana jika seorang lelaki cupu marah!," seru Romi sembari menarik tangan Queen dengan kasar nya menuju mobil.
"Lepaskan!," sentak Queen memberontak.
Melihat semua itu, yang lain hanya mampu menatap tanpa melakukan apapun, terutama bu Rara.
Ia lebih memilih masuk ke dalam rumah dari pada menolong Queen dari kemarahan Romi.
"Buka pintu nya Rom!," seru Queen berusaha keluar dari mobil.
"Diam!, kamu harus dapat pelajaran!," sentak Romi bergegas memacu mobil nya dengan begitu kencang.
"Sebenar nya apa sih mau mu!," sentak Queen.
"Aku bilang diam!, sudah cukup kamu buat aku kesal!, kenapa aku harus melakukan kesalahan itu dengan wanita tak punya otak seperti mu!," sentak Romi semakin menambah kecepatan mobil nya.
"Turunin aku!," sentak Queen mencoba mengambil alih setir mobil dari tangan Romi.
"Lepasin!, kamu mau kita mati!," seru Romi mencoba menghentikan kegilaan Queen.
Namun Queen terus berusaha untuk keluar dari mobil Romi tanpa memperdulikan apapun.
Hingga tiba tiba sebuah tabrakan tak bisa di elak kan lagi.
Mobil Romi terbalik di tengah jalan raya sesaat setelah ia menabrak sebuah mobil lain di depan nya.
Kabar kecelakaan mereka pun cepat terdengar ke telinga Kiandra dan yang lain nya .
Bahkan bu Rara berulang ulang kali pingsan saat mendengar kabar itu.
"Queen," ucap lirih bu Rara dalam pingsan nya.
"Boy, kita segera ke rumah sakit," seru Kiandra membuat Boy dengan sigap mengangkat bu Rara masuk ke dalam mobil dan bergegas menuju rumah sakit demi menolong bu Rara sekaligus memastikan kondisi terkini dari Queen dan Romi.
"Tenang ya sayang, keluarga kita pasti baik baik aja," ucap Kiandra mencoba menenangkan bayi Ema yang ikut rewel dengan semua kejadian hari itu.
__ADS_1