
"Kak !, kemana aja sih !, katanya bentar tapi sampai pagi baru muncul !, mami dari semalem nanyain kakak terus !", keluh Sofia langsung menghadang jalan sang kakak yang akan masuk ke ruang inap sang mami.
"Berisik !", seru Romi bergegas masuk ke ruangan sang mami.
Ia langsung di buat terkejut saat melihat Kiandra dan Boy sudah berada di sana.
Dengan penampilan yang sayu dan acak acakan, Romi mencoba menata rambut dan baju nya sebisa nya dan berjalan menyapa Kiandra serta Boy.
"Kamu kemana aja Rom ?, trus kenapa penampilan kamu kok berantakan gitu ?", tanya sang mami.
"Gpp kok mi, Romi cuma banyak kerjaan aja", sahut Romi mencari cari alasan.
"Semalam kamu tidur di mana ?", tanya sang mami lagi.
"Tidur di kantor mi, iya !, tidur di kantor", seru Romi mencoba menutupi kegugupan nya.
"Istirahat juga perlu lah Rom, gak baik", seru Kiandra.
"Iya, lagian kasihan Sofia harus jaga tante sendirian", sahut Boy.
"Tuh kak !, denger!", ketus Sofia saat masuk ke dalam ruangan.
"Emang kamu lagi ada proyek apa sih Rom ?, sampai mami sakit aja kamu gak bisa nemenin", keluh sang mami.
Pertanyaan sang mami malah membuat Romi tercengang dan seketika mengingat janji temu nya pagi ini di panti asuhan Paradipta.
"Astaga !", sentak Romi membuat semua orang terkejut.
"Kenapa Rom ?", tanya Kiandra.
"Aku ada janji temu dan survey lokasi pagi ini", seru Romi membuat semua nya menggelengkan kepala.
"Kerja terus !", keluh Sofia merebahkan diri nya di sofa.
__ADS_1
"Gak bisa apa Rom kerjaan nya di pending dulu sampai mami kamu keluar dari rumah sakit", seru Kiandra.
"Aku udah terlanjur janji soalnya, maaf ya mi", seru nya membuat sang mami menghela nafas panjang.
"Emang kamu mau kemana sih sayang ?", tanya sang mami penasaran.
"Ke Panti asuhan mi, ada projek untuk membantu anak anak panti mendapatkan orang tua asuh yang tepat bagi mereka", seru Romi membuat Kiandra merasa tertarik.
"Orang tua asuh ?", ucap Kiandra menatap Romi dengan rasa keingintahuan yang lebih.
"Iya Kiandra, dengan kata lain bayi adopsi", ucap Romi menjelaskan.
Seketika Kiandra langsung menatap sang suami.
Dan Boy langsung mengerti maksud dari tatapan Kiandra saat itu pada nya.
"Rom, bisa kita bicara di luar sebentar", ucap Boy mengajak Romi mengobrol di luar ruangan.
"Kami tinggal dulu ya tante, tante cepat sembuh", ucap Kiandra berjalan mengikuti Romi dan Boy.
"Gak tau", sahut sang mami.
-----
"Ada apa ya Boy ?", tanya Romi saat merasa ada sebuah masalah yang seperti nya telah menimpa rumah tangga pasutri di hadapan nya.
"Aku bingung mau bicara dari mana", seru Kiandra ragu.
"Gpp, santai aja Kin, kita kan teman", seru Romi membuat Kiandra dan Boy kembali saling bertatapan untuk meyakinkan keputusan mereka berdua.
"Pekan lalu kami check up ke dokter kandungan", ucap Kiandra.
"Apa kamu hamil ?, selamat ya !", seru Romi menunjukkan rasa ikut berbahagia dengan tebakan nya sendiri yang bisa saja salah dan bisa saja benar.
__ADS_1
Perlahan senyum Romi memudar saat melihat raut wajah Kiandra dan Boy yang tak nampak bahagia.
"Kin ?, ada apa ini ?, semua baik baik saja kan ?", tanya Romi membuat tangisan Kiandra pecah.
Astaga !, gumam Romi dalam hati merasa amat bersalah.
Beberapa saat kemudian, setelah Kiandra tenang dalam pelukan Boy.
Ia menceritakan permasalahan yang sedang menimpa rumah tangga nya.
Cerita itu sukses membuat Romi tercengang dan terdiam cukup lama.
"Apa ada jalan keluar nya ?", tanya Romi setelah cukup lama terdiam dan syok mendengar permasalahan rumah tangga sahabat nya itu.
"Kami memutuskan untuk mengadopsi bayi, dan kami sangat senang jika kamu bisa membantu kami", seru Boy membuat Romi kembali berfikir keras.
Cantika !, sentak Romi dalam hati sembari menampakkan senyum di bibir nya.
Membuat Kiandra dan Boy yang melihat ekspresi Romi menjadi merasa punya harapan saat itu.
"Jadi Rom ?", seru Kiandra tak sabar.
"Ah ya, kalian tenang saja, aku akan bantu kalian untuk mengadopsi seorang bayi", seru Romi dengan senang nya.
Membuat senyum di bibir Boy dan Kiandra mengembang dengan sempurna.
Tak ku sangka aku bisa mendapat jalan keluar dengan cepat !, gumam Romi dalam hati.
"Lalu, kami harus apa ?", tanya Boy ingin segera memproses semua nya.
"Kalian bersiap lah, nanti aku akan chat apa saja dokumen yang harus kalian bawa, jam 10 nanti kita bertemu di kantor ku, gimana ?", ucap Romi bersemangat.
"Baiklah kalau begitu", ucap Boy menggenggam erat tangan sang istri.
__ADS_1
"Terima kasih", ucap Kiandra bergegas pergi meninggalkan rumah sakit.
"Tidak Kiandra, akulah yang berterima kasih", ucap lirih Romi menatap dengan senyuman saat sepasang pasutri itu melewati pintu depan rumah sakit.