Kiandra

Kiandra
Menagih hak.


__ADS_3

Seperti hal nya hari hari biasa nya.


Kemesraan Kiandra dan juga Boy tak pernah berakhir, bahkan hubungan mereka semakin mesra selayak nya pengantin baru yang berbahagia.


Kiandra mengerjakan semua peran nya dengan baik.


Sebagai istri maupun sebagai wanita karir.


Ia selalu menyempatkan diri menyiapkan sarapan sebelum ia berangkat ke kantor.


Sedangkan Boy mulai sibuk merintis karir dengan membeli sebuah lahan kosong di sebuah desa yang berjarak cukup jauh dari pusat kota dan mulai menanam bibit pohon kopi di sana.


Ia tak mau di anggap bergantung hidup pada sang istri.


Semua tabungan nya selama ia bekerja ia habiskan untuk membangun usaha nya kali ini, bahkan rumah nya di kampung pun ia jual untuk menutupi kekurangan nya.


Terlebih ia sudah memiliki banyak pengetahuan tentang penanaman kopi dari desa tempat nya dilahirkan.


Tanaman kopi dan teh sudah menjadi sumber mata pencaharian utama penduduk di desa nya.


Bahkan sebelum ia merantau ke kota, ia terlebih dulu bekerja di perkebunan kopi.


Jadi bukan hal sulit bagi nya untuk merintis usaha nya kali ini.


Pagi itu, secangkir kopi sudah siap di meja makan.


Aroma masakan sudah tercium ke seluruh penjuru rumah.


Kiandra berulang kali melirik jam tangan nya sembari tangan nya sibuk mengaduk masakan di wajan penggorengan.


"Akhir nya selesai juga", seru Kiandra nampak sudah berpakaian rapi memakai kemeja ala pekerja kantoran.


Ia segera bergegas menata sarapan di meja makan, dan tangan nya terhenti saat melihat kedatangan Queen yang sudah berdandan rapi memakai kemeja dan jas kantor.


"Queen...?, kamu mau kerja..?", tanya Kiandra mengira Queen sudah mulai berfikir maju.


"Iya", jawab Queen singkat sembari duduk di kursi nya dan tanpa malu mengambil nasi dan lauk pauk yang sudah terhidang di atas meja.


"Memang kamu mau kerja di mana...?", tanya Kiandra lagi sembari membuka celemek masak nya dan menyiapkan kursi untuk Boy yang tengah berjalan mendekati mereka.


"Ya di perusahaan Soedipjo lah..!!, emang mau kemana lagi, di perusahaan itu juga ada hak aku ya..!", ketus Queen sembari menyantap sarapan nya.


Seketika Kiandra dan Boy tercengang mendengar nya.


"Kenapa mendadak sekali..?, aku belum menyiapkan tempat intuk mu", timpal Kiandra.


"Hallo....!, kamu aja sekali kerja langsung jadi direktur, masak aku gak bisa selevel kamu, minimal jadi asisten direktur gitu", seru Queen makin membuat Kiandra kesal.


"Gak bisa..!, jabatan itu sudah ada yang menghandel, dan pengalaman kerja nya sangat di sayang kan kalau aku harus menggesernya dari posisi itu, lagi pula pengalaman kerja mu belum ada sama sekali, kamu harus memulai dari awal dulu", seru Kiandra bersikap tegas.


"Berani nya kamu menolak permintaan aku..!", sentak Queen menggebrak meja.

__ADS_1


"Bisa sopan sedikit Queen..?", seru Boy tak terima.


"Diam supir...!, mentang mentang udah nikah sama putri kuper", bentak Queen.


"Jaga ucapan mu Queen...!!", sentak Kiandra tak terima.


"Suka suka mulut ku dong, kamu mau apa..!", seru Queen berkacak pinggang.


Boy seketika pergi dari sana tanpa berkata apapun juga.


"Kamu lihat..!, ini semua gara gara ucapan buruk mu", keluh Kiandra.


"Lagian kamu, hak aku aja gak di kasih", ketus Queen.


"Jika memang kamu berniat kerja, ikuti peraturan ku, aku gak akan kasih hak ke kamu dengan mempertaruhkan kestabilan perusahaan", tegas Kiandra bergegas menyusul Boy yang terlihat kesal.


"Menyebalkan..!", seru Queen berjalan menuju teras.


Setelah berhasil menenangkan suami nya dan membuat suasana hati nya kembali baik.


Kiandra merapikan rambut dan mengambil jas nya, sembari bergegas berangkat ke kantor.


"Udah siap..!, lama banget..!", keluh Queen membuat Kiandra menghentikan langkah nya.


"Kamu serius..?", tanya Kiandra mempertanyakan keputusan Queen.


"Ya iyalah..!, dah pegel aku nungguin kamu di sini", sentak Queen.


"Kalau mobil aku gak kamu cabut, aku udah berangkat dari tadi..!", ketus Queen berjalan memasuki mobil.


Kiandra hanya menghela nafas menyikapi sikap sepupu nya.


Tunggu aja, kamu akan banyak belajar bersikap dan berperilaku di sana, gumam Kiandra dalam hati masuk ke dalam mobil dan melajukan nya meninggalkan kediaman mereka.


Sesampai nya di perusahaan.


Queen berkaca dan berias sebelum ia turun dari mobil.


Sedangkan Kiandra langsung turun dari mobil meninggalkan aktivitas Queen yang menurut nya hanya membuang buang waktu.


"Dasar kuper...!, dia gak ngerti tentang good looking, dan bau nya juga bau dapur, ih..!", keluh Queen berjalan turun dari mobil dan berusaha menjajarkan langkah nya dengan Kiandra.


Saat memasuki Perusahaan, semua karyawan segera menyapa dan berhenti sejenak dari pekerjaan nya hanya untuk menyapa Kiandra.


Lagu lagu itu membuat Queen kembali kesal.


"Stop..!, kamu gak mau kenalin aku ke para karyawan itu...?, and, di mana ruangan aku..?", seru Queen dengan percaya diri nya.


Kiandra seketika memanggil seorang karyawan nya dan membisik kan nya sesuatu.


"Baik buk", seru nya tersenyum pada Kiandra.

__ADS_1


"Apa an sih...!", keluh Queen merasa di abaikan.


"Oke Queen, dia yang akan perkenalkan kamu ke semua orang dan yang akan tunjukin ke kamu di mana kamu harus bekerja", ucap Kiandra meninggalkan Queen masuk ke ruangan nya.


"Dasar...!", ketus Queen.


"Baik semua nya, mohon perhatian nya, ada karyawan baru di sini, nama nya ibu Queen", seru nya membuat Queen tersenyum dengan angkuh nya.


"Iya bekerja di sini menjadi salah satu staff karyawan yang menghandel penggandaan dokumen", ucap nya sembari menahan tawa.


Ucapan karyawan itu langsung membuat Queen membelalak tak percaya.


Bahkan ekspresi nya membuat beberapa karyawan tak bisa menahan tawa nya lagi.


"Kamu gak salah...!", sentak Queen tak percaya.


"Itu meja ibu, dan itu mesin kerja ibu, jika ibu butuh bantuan bisa panggil saya", ucap nya mengantar Queen ke meja nya yang terletak satu ruangan dengan karyawan yang lain, hanya sebuah pembatas kayu yang memisahkan meja kerja karyawan satu dengan lain nya.


Queen segera bergegas menuju ke ruangan Kiandra.


Ia begitu nampak marah sampai membuat karyawan lain nya berubah menjadi takut jika nanti nya Queen bertindak nekat di dalam sana.


"Bener bener ya...!, kamu mau hina aku..!", teriak Queen menggebrak meja kerja Kiandra, membuat sekretaris Kiandra berlari keluar dari ruangan itu.


"Sudah ku bilang berulang kali, jaga sikap mu..!", seru Kiandra memperingatkan.


"Kenapa aku harus jaga sikap jika kamu pun tidak mau menjaga sikap mu..!", sentak Queen membuat Kiandra berdiri dari tempat duduk nya.


"Semua butuh proses, jika kamu sudah layak, aku akan naik kan terus jabatan mu", ucap Kiandra menjelaskan.


"Aku gak sebodoh itu ya Kiandra...!!, bilang aja kamu mau kuasai semua nya, aku merasa di hina di pekerjaan itu..!", teriak Queen membuat Kiandra semakin geram.


Seketika Kiandra menarik tangan Queen dengan paksa, membawa nya keluar dari ruangan nya meskipun Queen memberontak saat itu.


Kiandra menghentikan langkah nya saat mereka sampai di depan sebuah mesin foto copy.


Semua karyawan juga ikut bergerumbul menyaksikan kejadian genting itu.


"Coba kamu operasi kan mesin ini dengan benar, kalau kamu bisa aku akan jadikan kamu asisten direktur hari ini juga", seru Kiandra membuat ekspresi wajah Queen berubah total.


Queen melirik mesin foto copy di samping nya.


Ia merasa bingung dengan tantangan itu.


Pasal nya, ia tak pernah sama sekali memegang mesin itu sama sekali apa lagi mengoperasikan nya.


"Kenapa..?, mana keangkuhan mu itu...!", bentak Kiandra.


"A, aku", ucap Queen sembari clingukan melihat para karyawan yang menahan tawa terhadap nya.


"Jika mesin ini saja tak bisa kamu operasikan, gimana kamu mau atasi para Klien kita nanti..?, jika kamu tak suka, kamu pulang..!, jika kamu masih mau kerja, jaga sikap kamu", seru Kiandra berjalan kembali ke ruangan nya sembari membubarkan para karyawan.

__ADS_1


__ADS_2