Kiandra

Kiandra
Melunak nya sebuah batu.


__ADS_3

"Heh pak tua...!!!, kenapa tak ada makanan enak datang kemari lagi..??", ketus seorang napi menyerobot kepala pak Hatta dengan seenak nya.


"Terbiasalah", ucap pak Hatta singkat.


"Harusnya kau telfon istrimu supaya mengirimkan makanan enak untuk kita...!!, bodoh..!!", seru seorang napi menunjuk telfon duduk yang ada di meja polisi.


"Sudah ku bilang...!!, terbiasalah...!!", teriak pak Hatta kesal.


"Berani kau berteriak di depan ku ..!!", seru seorang napi sembari mendaratkan beberapa pukulan di wajah pak Hatta.


Untung petugas polisi sigap datang untuk melerai mereka.


"Hentikan...!!, ini kan yang kalian mau...!!!, ambil..!!", teriak polisi memberikan sebungkus besar plastik makanan kepada para napi.


Seketika itu juga tubuh pak Hatta di lepaskan dari cengkraman tangan maut seorang napi yang siap melahap nya itu.


Para Napi langsung berebut makanan yang sudah lama mereka tak rasakan itu.


"Ini milik mu pak", ucap pak polisi menyodorkan sekotak makanan pada pak Hatta.

__ADS_1


"Untuk pak polisi saja", ucap pak Hatta tanpa mau memandang kotak makanan nya.


Seakan ada rasa bersalah, kecewa dan kesal dalam dirinya.


"Kenapa paman..??, paman tak sudi memakan nya setelah tahu aku yang mengirim nya...??", seru Kiandra berjalan mendekati sel pak Hatta.


"Sedang apa kamu di sini...??", seru pak Hatta memalingkan tubuh nya.


"Apakah aku tak boleh kemari...??", tanya Kiandra.


"Tak boleh...!!!, kau hanya mengusik ku saja...!!", teriak pak Hatta sembari menyembunyikan air mata nya.


"Apa ini yang ingin kau tonton dari ku ..??", seru pak Hatta.


"Sudahlah nak, ayo kita pulang, kenapa kamu harus merendah di hadapan batu", ucap bu Sri menarik tangan Kiandra yang masih menatap lekat lekat pak Hatta di hadapan nya.


"Aku di sini berusaha keras melupakan masa lalu yang pahit paman, ini juga sulit bagi ku, tapi orang tua ku tak pernah mengajarkan ku hal buruk, bicaralah jika paman sudah bisa berfikir jernih", ucap Kiandra meletakkan sekotak makanan di hadapan sang paman lalu berlalu pergi bersama bu Sri.


Pak Hatta masih tetap tak bergeming dari tempat nya.

__ADS_1


Dalam fikiran nya, ia membayangkan didikan nya terhadap putri semata wayang nya dengan didikan sang kakak pada anak nya.


Ia juga mengingat semua kejahatan yang ia lakukan pada saudara nya sendiri.


Jika aku jadi anak itu, pastilah aku akan mengumpat di saat aku bertemu dengan pembunuh orang tua ku, tapi dia malah sebalik nya, gumam Pak Hatta dalam hati.


Queen tak akan selapang itu menyikapi dunia ini....., bahkan aku pun bisa ia lupakan dengan mudah, padahal semua yang kulakukan demi mereka, bodoh nya aku...!!, keluh pak Hatta dalam hati sembari meraih kotak makanan yang ada di hadapan nya.


Ia menangis saat melihat lauk kesukaan nya terselip di sana.


Sambil menangis, ia melahap makanan itu hingga habis tak tersisa.


"Pak tua aneh ...!!, tadi dia menolaknya mentah mentah, sekarang ia makan tanpa rasa bersalah, cih...!!, mau nya apa dia..??", ucap seorang napi tanpa di dengarkan oleh pak Hatta.


"Kalian tau...!!, dia keponakan ku yang luar biasa, entah apa jadi nya aku tanpa dia di keadaan ku yang seperti ini", ucap pak Hatta menyeka air mata nya.


"Maafkan aku kak", ucap lirih pak Hatta membersihkan kotak makan nya tanpa tersisa sebutir nasi pun.


Batu ini juga bisa melunak mbak Sri, terima kasih.....,gumam pak Hatta dalam hati tak henti henti nya menyesali perbuatannya selama ini.

__ADS_1


__ADS_2