Kiandra

Kiandra
Lemahnya kondisi perusahaan.


__ADS_3

"Apa....??, jangan bercanda kamu...!!", seru pak Hatta menggebrak meja kerja nya.


Membuat sekretaris dan para staf nya menunduk ketakutan.


Tiba tiba pak Yura masuk ke ruangan pak Hatta tanpa mengetuk.


"Pak Yura...!!, saya sedang sibuk.....!!, apa bapak tidak bisa mengetuk dahulu", seru pak Hatta berkacak pinggang.


Segera pak Yura melempar sebuah dokumen ke atas meja pak Hatta.


Membuat pak Hatta semakin geram atas kelancangan dari pengacara keluarga kakak nya itu.


"Apa apaan ini pak...??, kenapa perusahaan bisa di ambang kehancuran ..??", seru pak Yura.


"Tanya saja ke mereka..!!, kerja gak becus..!!, makan gaji buta, kalau begini terus bisa bangkrut perusahaan ku...!!", seru pak Hatta berkacak pinggang di depan para karyawannya.


Sedangkan mereka hanya terdiam saat mereka di anggap sebagai penyebab lemahnya kondisi perusahaan.


"Benarkah pak...??, dan apa saya tidak salah dengar...!!, ini bukan perusahaan bapak, saya tegaskan lagi..!!, ini hak milik Nurma setelah keturunan sah nya yaitu Kiandra meninggal dunia", seru pak Yura dengan tegasnya.

__ADS_1


Seketika semua karyawan saling pandang mendengar semua itu.


Mereka tak menyangka bahwa ahli waris perusahaan dan kekayaan Soedipjo bukan lah pak Hatta, melainkan orang lain yang bahkan namanya saja baru mereka dengar saat itu.


Wajah pak Hatta langsung nampak pucat.


Ia sangat jelas terlihat menahan malu demi menjaga wibawanya.


"Kenapa kalian kebingungan seperti itu..!!, cepat keluar dari ruangan saya...!!", teriak pak Hatta membuat para karyawan berlari keluar dari ruangannya.


"Apakah kedatangan anda cuma ingin mempermalukan saya...!!", seru pak Hatta menatap tajam ke arah pak Yura.


"Bapak yang mempermalukan diri bapak sendiri..!!, sebelum menyalahkan seseorang lihatlah bapak sendiri, coba bapak lihat...!!, laporan keuangan beberapa bulan terakhir habis hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah, istri dan anak bapak, apa itu namanya tanggung jawab...??", seru pak Yura lagi lagi melempar beberapa dokumen ke meja pak Hatta.


Ia tak menyangka, pihak keuangan bisa dengan mudah mendeteksi semuanya.


"Pasti bapak tengah berfikir bukan, kenapa semua ini bisa terbongkar..??, saya lah yang mengatur keuangan perusahaan ini selama Nurma pemilik sah perusahaan belum menunjukkan dirinya, jadi sebaiknya bapak dan keluarga bersikap baik", ucap pak Yura.


"Kurang aj*r..!!, orang asing berani mengatur keluarga saya", seru pak Hatta tak terima.

__ADS_1


"Maaf pak, saya hanya menjalankan tugas dari almarhumah sesuai surat wasiat yang ada", ucap pak Yura berjalan keluar dari ruangan pak Hatta.


Langsung saja pak Hatta marah besar.


Ia mengobrak ngabrik ruangannya tanpa tersisa.


Kemudian tatapannya tertuju pada dokumen yang di berikan pak Yura padanya.


Kenapa dia bisa tau ya, dan selama ini uang yang ku ambil masih tahap aman aman saja jumlahnya untuk perusahaan, gumam pak Hatta dalam hati.


Ia segera mengambil dokumen itu dan membacanya.


Wajahnya seakan tersulut emosi saat membacanya.


"Kenapa mereka sangat ceroboh...!!, apa mereka tak berfikir dulu akibatnya...??", seru pak Hatta mondar mandir dengan gelisah di ruangannya.


Apa uang yang ku kasih ke mereka masih belum cukup..!!, astaga...!!, kenapa mereka selalu bertindak tanpa berfikir dulu..??, gumam pak Hatta dalam hati sembari mengambil ponselnya dan segera menghubungi Queen.


"Queen...!!, kamu dan mami mu benar benar keterlaluan ya...!!, kita ini masih dalam keadaan begini kalian masih saja berulah..!!, papi gak mau tau, uang 10 juta yang kamu minta ke papi gak bakal papi kasih..!!, selesaikan misi mu dulu di sana, cari dokumen kuasa milik Nurma yang bisa kita gunakan untuk mengalihkan harta itu lagi ke kita, selama itu belum ketemu, jangan pulang...!!", seru pak Hatta terus saja mondar mandir tak karuan.

__ADS_1


"Gak usah banyak ngeluh...!!, dan untuk Boy, biar papi yang tangani", ucap pak Hatta menutup panggilan telfonnya dan merebahkan dirinya di sofa sambil memijat dahi nya.


Sebenarnya apa sih istimewa nya Nurma itu.., aku jadi penasaran, gumam pak Hatta dalam hati.


__ADS_2