Kiandra

Kiandra
Calon istri pilihan nyonya Fena.


__ADS_3

"Udah mi, kita fokus aja ke kak Romi ya," ucap Sofia mencoba menenangkan sang mami yang masih syok dengan kenyataan yang baru saja ia dengar.


Bayangan ingatan masa lalu akan masa kuliah sang anak pun terulang di benak nya.


Tatapan nyonya Fena seketika menatap sayu ke arah Kiandra.


"Padahal, aku dulu sudah membayangkan begitu bahagia nya aku saat Romi menikah dengan Kiandra," ucap nyonya Fena membuat semua nya terkejut.


"Wanita yang paling baik dan paling pantas menjadi menantu ku," ucap nyonya Fena membuat Boy memegang erat tangan sang istri sembari menatap nya dengan penuh kekhawatiran.


Seakan Boy takut jika istri nya akan di rebut dari sisi nya.


Melihat kegundahan di mata Boy, membuat nyonya Fena tersenyum kecil.


"Jangan khawatir Boy, itu hanya impian ku dahulu, aku tak mempermasalahkan jika memang takdir tak sesuai rencana ku, aku juga bahagia untuk Kiandra saat ia mengabari ku jika ia akan menikahi lelaki yang ia cintai," ucap nyonya Fena membuat Kiandra mengusap air mata nya.


Tapi itu semua bohong!, nyatanya mami sakit sakitan usai pernikahan kak Kiandra dengan lelaki lain bukan, batin Sofia tak berani buka suara.


"Tapi kenapa Romi harus terikat dengan wanita jal*ng itu!, aku tak terima!," seru nyonya Fena kembali menangis sejadi jadi nya.


"Kamu menyebut putri ku apa!, hah!, kamu sadar yang kamu ucapkan itu!," sentak bu Rara tak terima.


Seruan bu Rara malah membuat nyonya Fena tersenyum.


"Jangan munafik!, aku bisa menebak, dari mulut mu itu pasti sudah keluar hinaan yang lebih buruk lagi untuk anak mu itu bukan?," ucap nyonya Fena membuat bu Rara bungkam.


"Sudahlah mi, kita lebih baik doakan keselamatan kak Romi," seru Sofia seketika mendapat sebuah tamparan keras dari sang mami.

__ADS_1


"Tante," ucap Kiandra tak menyangka nyonya Fena akan sangat terpukul dengan kenyataan tentang status Ema.


"Kamu tak lihat kondisi Queen tadi hah!, dia sangat parah, mana mungkin kondisi kakak mu lebih baik dari itu!," sentak nyonya Fena histeris.


Hingga membuat satpam rumah sakit bergegas menenangkan nya demi kenyamanan semua pasien.


"Maaf atas semua ini pak, biar kami yang tangani ini," ucap Boy saat para satpam akan mengusir nyonya Fena dari rumah sakit.


"Ayo tante, kita tunggu di depan ruang operasi Queen, saja" ajak Kiandra mencoba menjauhkan bu Rara dari nyonya Fena yang sedang gelap mata.


Tak berselang lama.


Dokter yang menangani Romi telah keluar.


Nyonya Fena dan Sofia segera berhambur ke arah sang dokter.


"Bagaimana kondisi kakak saya dok?," tanya Sofia begitu cemas.


"Alhamdulillah, pak Romi sudah melewati masa kritis nya, tidak ada yang perlu di khawatirkan," ucap sang dokter membuat nyonya Fena dan Sofia begitu bahagia.


"Anak saya selamat dok?," tanya nyonya Fena tak menyangka tuhan masih memberi nya kesempatan untuk merawat sang putra.


"Iya buk, namun pak Romi masih belum sadar, tubuh nya butuh waktu untuk pulih kembali, kalau begitu saya permisi," seru sang dokter membuat nyonya Fena menangis bahagia.


"Terima kasih dok," sahut Sofia lega.


"Kakak mu selamat Sofia!," seru nyonya Fena segera bergegas masuk ke ruang igd untuk meyakinkan hati nya jika putra nya memang selamat dan baik baik saja.

__ADS_1


 


Sementara di ruang operasi, para dokter masih berusaha menyelamatkan nyawa Queen.


Karna terhimpit badan mobil, ada beberapa operasi pengangkatan organ yang harus dokter lakukan.


Ya Allah, semoga keputusan ku tepat, batin Kiandra saat mengingat bahwa ia telah menyetujui semua proses operasi yang akan dilalui Queen demi menyelamatkan nyawa Queen sendiri.


Dengan tatapan kosong, bu Rara menatap pintu operasi tanpa menoleh sedikitpun.


Ia mengingat semua yang telah terjadi hari itu.


Yang membuat pemikiran dan sifat nya seakan berubah 180 derajat dari diri nya yang dulu.


Untuk pertama kali nya, tolong selamatkan putri ku ya Allah, aku akan mencoba menjadi wanita tua yang lebih baik lagi, dan jika anak ku selamat, aku akan membawa nya ikut bersama ku ke hadapan ayah nya dan kami akan meminta maaf kepada nya atas semua perilaku tak pantas kami selama ini, batin bu Rara memikirkan semua keburukan nya dan sifat buruk nya selama ini.


 


Pukul 8 malam.


Lampu operasi seketika berhenti menyala.


"Operasi nya sudah selesai," seru Boy membuat Kiandra serta bu Rara bergegas menuju depan pintu operasi.


Saat dokter keluar, ia segera di sambut banyak pertanyaan dari bu Rara serta Kiandra.


"Tenang buk, ibu Queen selamat, operasi nya berjalan lancar, dia akan segera di pindahkan ke ruang observasi dan sebaik nya bersabarlah untuk bertemu dengan nya dalam beberapa jam lagi, saya permisi," seru sang dokter membuat bu Rara menangis bahagia, sontak ia juga bersujud di lantai rumah sakit dengan tangisan yang menyayat semua orang yang mendengar nya.

__ADS_1


Membuat Kiandra serta Boy begitu terkejut dengan perubahan sikap bu Rara hari itu.


Apa mungkin Allah sudah membuka mata hati nya, batin Kiandra mencoba memapah bu Rara bangkit dari sujud nya.


__ADS_2