
"Eh buk , ibuk...!!, udah pada lihat belum teman Puja yang dari kota..??", seru seorang pelanggan butik milik Nurma.
"Kenapa emangnya buk..??", tanya pembeli lain.
"Cantik banget...!!, mulus banget..!!, dia baru datang tadi siang, ya ampun...., kakinya tuh kena lumpur jalan tapi tetap saja cantik.
"Emang iya buk...??", seru pembeli lainnya mulai penasaran dengan gadis kota yang di maksud.
"Duhh, beneran...!!, gak kayak kulit kita nih yang burik, hitam...!!, tiap hari kena sinar matahari pula", ucap seorang pembeli lainnya.
Dari kejauhan, nampak Queen dan Puja tengah memantau situasi yang ada.
"Tuh dengar...!!, kemana pun aku pergi, aku selalu jadi sanjungan", ucap Queen mengunggulkan dirinya.
"Iya mbak...!!", ucap Puja cuma untuk membuat senang rekan barunya itu.
Du, du, du, du, ngomong apaan sih...??, alay..!!, gumam Puja dalam hati.
Masih satu hari terhitung Puja bersama Queen.
Ia sudah di buat pusing dengan omongan omongan besar Queen.
"Yuk, ah..!!, kita ke sana, aku mau lihat, kayak apa sih tampang Nurma, teman dari Kiandra yang spesial itu, sampai sampai semua hartanya atas nama dia", ucap Queen berjalan menuju butik.
"Eh, lihat tuh...!!", seru pelanggan Nurma seketika membuat semua orang di dalam butik berkerumun memandang Queen.
"Minggir, minggir...!!, kalian bau..!!", seru Puja membuka jalan masuk untuk Queen.
"Ihhh, siapa kamu Puja...!!, orang kamu saja bau teh kebun..!!", seru seorang wanita di samping Puja.
"Ketimbang bau tanah...!!", ketus Puja.
"Eh, tuh mulut ya..!!", seru wanita itu sedikit emosi.
Queen yang melewati mereka terus saja menutupi hidungnya dan terus menerus menyemprotkan sanitazer ke arah para wanita dan ibu ibu yang berada di dekatnya.
"Emmm, apaan nih...??, emang kami virus...!!, yukk ah pergi, cantik kalau sombong gak punya etika ya kayak sama saja gak guna..!!", seru seorang ibu ibu segera pergi bersama yang lain.
"Gak usah di dengar mbak..!!, mereka mulutnya memang soak..!!", seru Puja.
"Ngapain aku dengerin mereka..!!, gak guna...!!", ucap Queen.
Lalu pandangan Queen tertuju pada seorang gadis, berpakaian sederhana tapi masih terlihat menawan di matanya, tak bisa ia pungkiri bahwa jika wanita itu berdandan, mungkin mereka berdua akan setara kecantikannya.
"Itu mbak yang namanya Nurma...!!", bisik Puja.
Queen segera mendekati meja kasir tempat Nurma nampak serius mengerjakan sesuatu hingga ia tak menyadari keributan para pelanggannya saat Queen memasuki butiknya.
"Hei...!!", seru Queen menggebrak meja dan tersenyum kecil pada Nurma.
Seketika sketsa tangan Nurma terhenti.
Kedua matanya menatap lekat lekat wanita muda yang kini berdiri di hadapannya.
Pupil matanya seketika membesar menyaksikan wanita yang kini juga sedang menatapnya.
__ADS_1
Queen ...!!, gumam Nurma dalam hati amat terkejut akan kehadiran Queen.
"Kaget banget..!!, gak pernah lihat wanita cantik kayak aku ya..", ucap Queen tertawa licik.
"Ada yang bisa saya bantu..??", ucap Nurma mencoba menyembunyikan keterkejutannya itu.
"Aku mau cari baju, bisa kamu pilihkan untukku..??", ucap Queen mencoba bermain halus.
"Baju...??, tapi...!!", seru Puja segera di cubit oleh Queen.
"Kamu mau juga kan..??, kamu bebas pilih yang mana, nanti biar aku yang bayar", ucap Queen dengan sombongnya.
"Baik", ucap Nurma mengantar Puja dan Queen ke tempat baju baju terbaiknya sembari berfikir keras bagaimana bisa Queen menemukannya.
"Ini cocok buat mbak", ucap Nurma memilihkan beberapa baju untuk Queen.
"Ampun deh..!!, kenapa aku gak pernah lihat yang ini sih...!!", ucap Puja terpanah akan baju di hadapannya.
"Karna ini khusus ku buat untuk pesanan luar negeri, dan karna mbak sepertinya menyukai barang mewah, jadi aku pilihkan ini untuk mbak", ucap Nurma memberikan sebuah gaun pada Queen.
Dengan sengaja, Queen menjatuhkan baju yang Nurma sodorkan untuknya.
"Upsss, maaf...!!", seru Queen dengan aktingnya.
"Gak apa apa kok", ucap Nurma berniat mengambilkan gaun itu kembali dari lantai.
Lagi lagi, Queen berulah.
Ia menginjak sudut gaun itu, membuat gaun itu robek saat di ambil oleh Nurma.
"Ya ampun..!!!", ucap lirih Puja menganga seakan ingin menangis melihat gaun cantik di depannya telah sobek akhibat ulah Queen.
"Kamu gak usah khawatir, aku akan bayar gaun itu, sama gaun itu, ini dan di sana, oke..!!", ucap Queen mengibaskan rambutnya dan segera berlalu melihat lihat baju di ruangan lain.
Kamu pikir aku siapa...??, gumam Nurma geram akan ulah Queen.
Ia kemudian mengambil semua pesanan Queen dan segera mengemas semuanya.
Lalu ia mengambil ponsel dan segera menghubungi seseorang.
"Hallo, dengan Bank ***, saya minta tolong, kartu kredit dan debit atas nama Queen Soedipjo segera di blokir sekarang ya, dengan kode kuasa ****", ucap Nurma menutup panggilan ponselnya.
Tak berapa lama, Queen dan Puja sudah menghampirinya meja kasir lagi.
Puja nampak tak kuat menahan berat belanjaanya.
"Nih Nurma...!!, segera di hitung nih, dah pegel tangan aku", ketus Puja melemparkan beberapa baju ke meja kasir dengan kasarnya.
Ini baru permulaan, siapa suruh ikut campur urusan keluargaku, kamu tuh cuma orang asing, gumam Queen dalam hati sembari mengeluarkan kartu kreditnya.
Dengan santainya, Nurma menerima kartu itu dan segera memproses pembayaran kedua wanita sombong di hadapannya.
"Gak bisa", ucap Nurma sembari mengembalikan kartu kreditnya membuat Queen terheran heran.
"Nih..!!", seru Queen kembali menyodorkan kartunya yang lain.
__ADS_1
"Aku kira", ucap lirih Puja mengelus dadanya, tapi kemudian Puja harus terkejut lagi karna hampir semua kartu kredit dan debit Queen tidak bisa di gunakan.
"Kok bisa..!!", seru Queen tak percaya dan terlihat berusaha menghubungi seseorang.
Mampus...!!, gumam Nurma dalam hati sambil menahan tawanya.
Tiba tiba wajah Queen nampak pucat, sembari menutup panggilan ponselnya.
"Gimana mbak...??", seru Puja.
"Emm, bank lagi bermasalah, pakai uangmu dulu deh", ucap Queen malu.
"Hah..!!, ini banyak banget bajunya mbak..
!!", ucap Puja syok.
"Berapa...??", tanya Queen.
"10 juta", ucap Nurma membuat Puja semakin syok.
"Gak, gak...!!, bisa di pecat jadi anak aku sama bapak", seru Puja sembari mengembalikan semua barang belanjaannya.
"Barang yang sudah di beli gak boleh di kembalikan", ucap Nurma semakin mempermainkan Queen dan Puja.
"Gak bakal deh aku kabur..!!, besok aku bayar...!!", seru Queen berkacak pinggang.
"Ih ...., cantik cantik, dari kota, ternyata gak punya duit", ucap seorang pelanggan menertawakan Queen.
"Gak setara sama kesombongannya", ucap seorang pelanggan lagi membuat Queen dan Puja semakin malu.
"Apa ada cara lain buat semua ini lunas..??", tanya Queen.
"Kamu kerja di sini selama 3 bulan tanpa gaji", ucap Nurma.
"What..!!", teriak Queen syok.
"Itu sudah termasuk mudah lho, jika kalian kerja dengan gaji untuk hitungan 3 juta lebih selama satu bulan di kampung mana ada...!!", ketus Nurma membalikkan keadaan.
"Lupain deh..!!", seru Queen berjalan pergi meninggalkan Nurma.
"Atau mau aku laporin polisi...??", teriak Nurma membuat semua orang di sana tercengang ngeri.
"Polisi mbak...!!", ucap lirih Puja ketakutan.
"Oke, aku bakal kerja sesuai keinginan kamu", ucap Queen kembali mendekati Nurma.
"Bagus...!!, besok aku tunggu jam 7 pagi di sini", ucap Nurma sembari kembali sibuk dengan aktifitasnya.
"Serius...!!, pagi sekali..!!", seru Queen tak percaya.
"Sudah lah mbak, malu dilihatin orang", ucap Puja mengajak Queen segera pergi dari sana.
"Awas saja kalau kartu kredit aku dah normal lagi..!!, aku tampar dia pakai uang", ucap Queen keluar dari butik dengan penuh amarah.
Bagus Kiandra..!!, kamu hebat..!!, gumam Nurma dalam hati sembari terus menyelesaikan sketsa bajunya.
__ADS_1