Kiandra

Kiandra
Kenyataan pahit


__ADS_3

Mendengar Kiandra selamat dari kecelakaan itu dan kenyataan bahwa Kiandra ternyata gak satu mobil dengan orang tuanya membuat pak Hatta amat murka.


Selama prosesi pemakaman pak Sam dan istrinya, ia hanya memikirkan sebuah cara untuk menyingkirkan Kiandra.


Karna ia rasa cara pertama berhasil membunuh dua musuhnya, ia berencana memakai cara yang sama untuk melenyapkan Kiandra.


Tapi sebelum rencana itu dilakukan.


Boy, telah mengetahui dalang kecelakaan majikannya dan rencana jahat pak Hatta pada Kiandra.


Setelah prosesi pemakaman dan setelah di rasa kondisi Kiandra mulai tenang.


Boy memberitahukan semua informasi yang telah ia ketahui.


Mendengar semuanya kenyataan pahit itu, Kiandra amat syok di buatnya.


"Terbuat dari apa hatinya itu...!!", Seru Kiandra menangis histeris di kamarnya.


"Sabar non", ucap bu Sri pembantu setianya, mencoba menenangkan Kiandra yang amat terpukul mendengar kenyataan pahit bahwa dalang dari semuanya ialah pamannya sendiri, terlebih lagi, pamannya ternyata masih mengincar dirinya.


"Iyaa non, lebih baik kita selesaikan ini secara pintar", ucap Boy memberikan solusi pada Kiandra.

__ADS_1


Kiandra yang mengingat kedua wajah orang tuanya dan kejadian tragis yang merenggut mereka, berangsur angsur kembali tegar.


Ia dan Boy sepakat akan selangkah lebih maju dari pak Hatta.


"Semoga Kiandra kuat bunda", ucap Kiandra sambil memeluk foto bundanya.


Rencana pak Hatta direncanakan secara matang.


Tanpa ia tahu, Kiandra dan Boy juga telah menyusun rencana yang lebih cerdik dan matang dari sang paman.


"Ada tugas lagi untuk kalian..!!", ucap pak Hatta menyodorkan sejumlah uang pada kedua preman suruhannya.


"Tugas kalian sama, dan sasaran kita kali ini adalah anaknya", ucap pak Hatta.


"Wah bos...!!, cantik gitu mau di bunuh, buat kita aja lah bos", seru preman lainnya.


"Iyaa bos...!!, suruh nyulik atau perkosa gitu kan dobel keuntungan kita, ya kan...!!", seru seorang preman sambil tertawa terbahak bahak dengan rekannya.


"Aku gak tenang jika dia belum mati..!!, duit itu kan banyak, beli saja wanita malam yang lebih cantik dari dia..!!, pokoknya aku gak mau tau ya, semua harus sesuai keinginanku..!!", seru pak Hatta pergi meninggalkan kedua preman itu.


"Siap...!!", teriak preman itu sambil tertawa terbahak bahak melihat raut wajah pak Hatta yang nampak kesal.

__ADS_1


"Kita eksekusi kapan nih bos..??", tanya salah satu preman itu pada rekannya.


"Lebih cepat lebih baik, tapi buat malam ini, kita foya foya dulu...!!", seru preman itu kembali tertawa sambil mengibas ngibaskan uang pemberian pak Hatta di wajahnya.


Sementara di kejauhan.


Ternyata Boy dan Kiandra telah menguping pembicaraan mereka sejak awal.


"Kok bisa aku punya paman kejam seperti itu...??", ucap Kiandra tak habis pikir.


"Non saja kaget apalagi saya", ucap Boy.


"Kita pantau terus mereka, jangan sampai lengah, aku gak mau berakhir menyedihkan seperti orang tuaku hanya karna keserakahan paman", ucap Kiandra berjalan meninggalkan tempat itu.


Aku tahu non, dari luar non sangat tegar dan kuat, tapi di dalam non menjerit menangis dan rapuh, itu semua tanpa non tunjukkan ke orang lain, gumam Boy masuk ke dalam mobil sembari terus memandang Kiandra dari kaca kemudi.


Nampak Kiandra sesekali mengusap matanya agar tak terlihat basah dan menangis.


"Aku harus kuat demi almarhum ayah dan bunda Boy, terus temani aku", ucap Kiandra menatap ke arah luar jendela mobilnya.


"Selalu non", ucap Boy melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2